Tuesday, June 29, 2021

Yang pertama bagiku

Semua orang pasti memiliki pengalaman “Pertama Kali”, begitu pun aku. Untuk urusan hubungan cinta, meski dia bukan cinta pertamaku, tapi dia adalah semua yang pertama bagiku. Dia pacar pertamaku, dia ciuman pertamaku, bersamanya aku pertama kali menghabiskan saat-saat romantis.

Pertama kali mendapat kiriman buket bunga, pertama kali punya panggilan sayang selain untuk adik dan keponakan, pertama kalinya bisa bersama seseorang penting di moment penting keluarga besar, pertama kalinya bisa merasakan wisuda di dampingi kekasih, pertama kalinya liburan ke negara impianku sejak kecil, pertama kalinya pergi Camping meski berakhir nginep di mobil karena hujan deras dan tenda kami gagal dibangun, dan sepertinya masih banyak hal-hal pertama lainnya yang aku alami bersamanya, termasuk pertama kalinya aku putus.

Untuk pertama kalinya, akhirnya aku punya MANTAN PACAR. Suatu yang sangat tidak ingin aku banggakan sama sekali.

Apakah yang kurasakan saat ini adalah perasaan yang wajar ketika orang baru berpisah dari kekasihnya? Perasaan serba salah, serba ragu.

Apakah keputusan ini adalah keputusan yang benar? Bagaimana kalau ternyata aku saja yang terlalu egois?

Apakah akan ada orang lain yang lebih baik darinya? Bagaimana kalau tidak akan ada orang lain lagi untukku?

Apakah aku siap bila ia sudah bersama orang lain?

Apakah suatu saat kami bisa tertawa bersama lagi, saling bercerita lagi, bagai sahabat lama, seperti saat kami belum menjalin hubungan khusus?

Pusing.

Sedih.

Kecewa.

Mungkin aku hanya terlalu banyak berharap kepadanya, makanya aku merasa kecewa.



Grey_S 

Thursday, May 13, 2021

Ketika Depresi-ku kambuh

“Apa sih yang paling kamu inginkan ketika Depresi-mu lagi kambuh?” tanya seorang teman kepadaku, saat kami sedang membicarakan kondisi mamanya yang sedang sakit cukup berat.

Dan seperti biasa, ketika ditanya secara langsung, aku malah tidak bisa menjelaskannya secara detail, karena itu aku coba jelaskan lewat tulisan lagi.

Pada saat aku mengalami masalah cukup berat, merasa terpuruk, mengalami kesedihan yang dalam, bahkan masuk ke tahap Depresi, pastinya yang aku inginkan adalah kabur dari kenyataan, tidak perlu terbangun lagi dari alam mimpi, tidur selamanya (atau kata kasarnya yah… maunya sih mati aja lah). Maka pada saat mengalami itu, biasanya aku bisa tidur belasan jam, tidak nafsu makan, merasa tubuh lemas, lemah, lelah, bahkan semua penyakit bisa terasa (psikosomatis), dan pastinya pikiran dan perasaan juga menjadi jelek terus.

Nah pada saat itu terjadi, yang penting itu justru bukan “apa yang aku inginkan” tapi “apa yang aku BUTUHKAN

Pada saat itu terjadi sebenarnya aku hanya butuh: ada yang mengingatkan aku betapa aku dicintai, betapa kehadiranku masih dibutuhkan, bahwa aku tidak sendirian di dunia ini, bahwa badai yang aku alami pasti akan berlalu, dan hal-hal positif lainnya.

Tapi untuk diingatkan hal-hal tersebut diatas pun, tidak melulu harus lewat kata-kata. Cukup dengan tidak menghakimi kadang itu sudah sangat membantu. Tetap bertahan di sisi-ku, atau dengan sebuah pelukan hangat, atau kecupan kecil, itu sudah membuatku sangat bersyukur.

Aku masih terkenang sebuah kejadian belasan tahun lalu, ketika adikku yang paling kecil, saat itu baru berusia 8-9 tahunan, memelukku erat sambil berkata “Cici, cici lagi stress yah. Jangan stress-stress dong.” Mungkin dia bahkan sudah melupakan kejadian itu, tapi pelukannya saat itu berhasil menyelamatkanku dari keterpurukan. Hal-hal sederhana ini lah yang paling aku butuhkan disaat aku sedang terpuruk atau Depresiku sedang kambuh.

Oh ya, tiap-tiap orang memiliki Bahasa Cinta yang berbeda-beda. Sehingga tiap orang pasti memiliki cara yang berbeda pula untuk mengingat pengalaman-pengalaman dicintai tersebut. Saranku, pelajarilah Bahasa Cinta orang yang ingin kamu dampingi untuk melewati masa sulitnya. Kalau kamu sungguh-sungguh mencintai orang tersebut, pasti tidak masalah kan untuk kamu mencoba memahami lebih dalam apa yang ia butuhkan? Dan bersabarlah menghadapinya, karena tiap orang membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk bisa pulih dari keterpurukannya. 


Grey_S