Tuesday, August 4, 2009

Launching buku NEL dan CLUB CAMILAN

Hari sabtu dan minggu tanggal 1 dan 2 Agustus kemarin ada launching buku dari PINK INK dan GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA di Goethe Haus, Menteng.

Acara launching buku tersebut merupakan bentuk dukungan yang mereka berikan kepada acara Q Film Festival, yaitu festival film yang bertemakan LGBT. Meskipun tidak semua film yang di putar di festival ini bertema LGBT. Ada juga film-film yang bertemakan Anti HIV AIDS dan Hak Asasi Manusia.

Sebenarnya ada launching buku lainnya, yaitu Gay Archipelago, tapi sayang saat itu saya berhalangan hadir. Sehingga hanya bisa menceritakan launching sedikit tentang launching buku NEL dan CLUB CAMILAN.

NEL adalah novel pertama Dalih Sembiring yang di tulisnya sendiri. Setelah sebelumnya Dalih menghasilkan sebuah TeenLit yang di tulisnya berdua dengan sahabatnya Abmi Handayani dan beberapa cerpen yang sudah diterbitkan juga.

NEL ini juga merupakan buku kedua yang di terbitkan oleh PINK INK, setelah sebelumnya mereka menerbitkan buku HETEROPHOBIA yang ditulis sendiri oleh Fa, salah seorang pendiri PINK INK.

Acara launching NEL sendiri tidak terlalu formal karena seperti yang sudah-sudah, launching buku oleh PINK INK memang beraroma banci-bancian. Tidak jarang dalam acara ini Dalih kena diledekin oleh Harry sang moderator dan Ayu Utami, penulis senior yang merevisi buku NEL.

Untuk acara launching buku CLUB CAMILAN yang di terbitkan oleh GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, para penulis tidak hadir ke acara tersebut dan hanya di wakili oleh Hetih Rusli, editor GPU yang mengedit buku tersebut. Sehingga menimbulkan rasa penasaran dari para hadirin.

CLUB CAMILAN adalah sebuah novel fiksi yang diangkat dari Blog lesbian popular www.camilansepocikopi.blogspot.com. Yang menceritakan tentang perjalanan hidup dan percintaan 3 orang lesbian yaitu Donat, Bolu, dan Brownies.

Dan seperti yang sudah-sudah, acara yang untuk para lesbian memang jauh lebih sepi daripada acara untuk para gay. Itu terbukti dari hadirin yang datang untuk launching NEL jauh lebih banyak dari pada hadirin yang datang untuk launching CLUB CAMILAN. Padahal bisa di bilang harusnya launching CLUB CAMILAN bisa lebih menjual daripada NEL, karena (1) blog Camilan SepociKopi sudah cukup terkenal, (2) di terbitkan oleh GRAMEDIA yang notabene penerbit terbesar dan tertua di Indonesia, dan (3) CLUB CAMILAN sampai punya iklan dan brosur tersendiri yang sudah di sebar di mana-mana selama QFF berlangsung. Kok yah para hadirinnya masih sedikit??? Kemana neh para pendukung CLUB CAMILAN???

Moga-moga meskipun para pendukung itu masih takut-takut untuk hadir ke acara launchingnya, tapi mereka tidak takut-takut juga untuk membeli kedua buku tersebut. Karena dengan semakin banyaknya pembeli untuk buku-buku bertema LGBT, maka akan semakin banyak sastra yang bertema LGBT yang di terbitkan, dan kemungkinan masyarakat umum akan bisa menerima dan mengerti tentang masalah LGBT pun akan semakin besar.

Setuju kawan-kawan???


Ps : Gw udah beli 2-2nya loh… bahkan sekaligus ngeborong buku-buku lainnya, secara mumpung diskon 20% gitu loh… Kalo ga percaya tanya aja Hetih Rusli-nya yang kebetulan di depan gw pas gw ngeborong buku.

Saturday, August 1, 2009

Homosexualitas dan genetika



Tema kali ini aku angkat setelah membaca cerita camilan sepocikopi tentang Donna yang shock, dan tidak bisa menerima keadaan kalau ABG yang jadi rebutan cowo-cowo gay di restaurantnya Margareth mirip keponakannya. Hmmm… tante lesbian dan keponakan gay, sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga. Minimal di telingaku.

Selama aku ikutan jadi volunteer di QFF, aku jadi punya tambah banyak teman. Dan semalam waktu lagi makan bareng sambil ngegosip, tau-tau teman gay aku cerita tentang temannya yang kembar dan 2-2nya gay. WOW!!

Salah satu panelis di Acara Silat Lidah Binan juga cerita kalau dia punya kakak lelaki, yang sudah menikah dengan Boyfriendnya di Belanda. Teman sekolahku kakak beradik, kakaknya gay, adiknya lesbian. WOW lagi!!!

Sejak aku memiliki teman-teman dari dunia per-Homosexualitas-an, HAMPIR SEMUAnya bercerita kalau mereka punya om / tante / sepupu / keponakan yang juga homosex. Lagi-lagi WOW!!!!

Di tambah lagi dengan penemuan-penemuan baru kalau ternyata (katanya para peneliti) Homosex itu tidak hanya ada di dunia manusia, tapi terjadi punya di dunia binatang. Seperti ulasan dari teman kita di blog Fried Durian tentang burung Penguin yang gay. Juga beberapa cerita yang aku dengar (juga dari teman) tentang anjing atau kucing yang homosex.

Aku tambah yakin deh kalau memang homosex itu ada hubungannya dengan genetika dan homosex itu memang di ciptakan oleh Tuhan sendiri.

So, untuk aku saat ini buat apa takut jadi homosex? Yang penting aku menjadi orang homo yang baik dan berakhlak tinggi, hanya takut sama Tuhan, sayang keluarga, dan melakukan hal-hal baik lainnya.

Tadi aku juga sempet browsing tentang Homosexualitas dan Genetika, ada 2 artikel yang menurutku sangat mendukung peryataan aku. Satu di serendip.brynmawer.edu, lainnya di www.covervapedia.com. Mungkin untuk jelasnya kalian bisa buka sendiri di kedua web tersebut.


Grey_S