Friday, January 1, 2021

Welcome 2021

Postingan pertama di tahun 2021 ini akan aku persembahkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, Allah-ku, Bapa-ku, Tuhanku Yesus Kristus.

Aku ingin mengucapkan syukur dan terima kasih yang sangat mendalam kepada Tuhanku, Tritunggal yang Maha Kudus, atas semua penyertaan-Nya sepanjang tahun 2020 yang sebenarnya sangat berat bagiku, dan mungkin bagi semua orang di dunia.

Masih teringat dengan jelas bagaimana di akhir tahun 2019 yang lalu, dengan sebuah kesalahpahaman, justru itulah cara Tuhan memanggilku untuk kembali mendekat pada-Nya. Dan seperti anak domba yang terpanggil untuk mendekati gembalanya, di awal tahun 2020, aku mencoba mengikuti panggilan tersebut.

Saat itu aku tidak pernah menyangka sama sekali, bahwa panggilan tersebut adalah sebuah panggilan untuk menyiapkan diri, agar aku dapat menghadapi segala macam pencobaan sepanjang tahun 2020, yang bahkan sudah dimulai sejak semalam sebelum Imlek, atau pergantian tahun menurut tanggalan Chinese.

Sejak malam sebelum imlek, sampai pergantian tahun 2020 ke 2021 ini, jujur saja, masalahku dan orang-orang terkasihku selalu datang silih berganti. Dengan permasalahan sebanyak ini, dan seberat ini, aku yang dulu, tidak akan mungkin sanggup menghadapi semuanya. Apalagi dengan latar belakang Depresi selama 20 tahun yang pernah aku alami. Boro-boro bisa mendampingi orang-orang terkasihku, mungkin menyelamatkan diri sendiri saja, belum tentu aku bisa.

Namun karena mengikuti panggilan Tuhan untuk mendekat itulah, aku dan orang-orang terkasihku dapat selamat melewati tahun 2020. Setidaknya karena menuruti panggilan tersebut, aku dapat menyelamatkan diriku sendiri dari keterpurukan, dan membantu orang-orang terkasihku dengan dukungan moril atau bantuan doa.

Tahun 2020 mungkin memang tahun yang memiliki banyak masalah atau tahun yang BERAT, namun karena K(ristus) yang menyiapkan jalan untukku, aku ingin mengenang tahun 2020 lalu sebagai tahun yang penuh BER(K)AT. Tahun yang menjadi titik balik dalam hidupku, untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupku, seberat dan serumit apapun permasalahan yang aku hadapi. Aku hanya perlu untuk tetap percaya pada janji-Nya dan memohon Roh Kudus-Nya untuk membuatku lebih peka dalam merasakan petunjuk-petunjuk yang Ia berikan.

Dan dengan kepercayaanku yang baru ini, aku yakin seberat apapun masalah yang akan aku hadapi di tahun 2021 nanti, maupun di tahun-tahun yang akan datang, aku pasti bisa melewati semuanya, dan semua masalah itu akan menjadi BER(K)AT dalam hidupku, yang dapat aku nikmati maupun aku bagikan kepada sesamaku.

Terpujilah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi, dan seluruh isinya. Alam semesta memuji kebesaranNya. Amen.  


Grey_S

Friday, December 25, 2020

Natal 2020

Natal tahun 2020 menjadi sangat amat berbeda dari biasanya.  Selain karena Pandemi COVID-19 yang membuat semua orang harus tetap di rumah, tahun ini Oma-ku pun sudah tidak ada.

Tahun ini untuk pertama kalinya, tidak ada tugas gereja, tidak ada lomba-lomba, tidak ada makan-makan dan tuker kado bersama teman-teman Choir, tidak ada lagi mengantar oma ke misa lansia. Aku pun masih tidak tahu akan bagaimana suasana Natal tahun 2021 nanti.

Tahun ini aku (dan seluruh dunia) merayakan Natal dalam senyap, meski pastinya masih tidak sesenyap malam kelahiran Yesus 2020 tahun yang lalu, tapi aku jadi bisa menghayati secara lebih khusuk perayaan Natal kali ini.

Kemarin sore pada waktu mendapat kesempatan misa offline pun, dari menginjakan kaki di gereja, aku sudah berusaha menahan air mata. Betapa aku merasa beruntung masih bisa mengikuti misa offline, yang protocolnya sangat ketat, mengingat banyak orang lain di luar sana yang juga merindukan untuk dapat mengikuti misa offline lagi namun tidak bisa karena tidak memenuhi persyaratan untuk bisa ikut misa offline.

Lalu pas misa dimulai, lagi-lagi aku hampir menangis, karena misa Natal yang biasanya dirayakan sangat megah, kali ini dibuat sesederhana mungkin. Tidak ada doa perwakilan dari anak dan orang tua, tidak ada lilin Natal, tidak ada lagu-lagu paduan suara.

Dan air mataku pun menjadi tidak bisa dibendung saat penerimaan komuni. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang masih Tuhan berikan kepadaku, atas kekuatan dan pendampingan yang Tuhan berikan padaku di masa-masa sulit yang harus aku lalui, atas semua berkat yang masih boleh aku terima, atas kelahirannya ke dunia untuk memberitakan secara langsung kabar gembira tentang Kasih dan Kerajaan Allah.  

Aku juga mengucapkan syukur atas masuknya festival film yang aku dan teman-teman kerjakan dengan susah payah ke dalam nominasi Festival Film Independent Terkeren versi Kompasiana. Betapa penghargaan tersebut, semakin membuat aku (dan teman-teman) termotivasi untuk tetap berkarya untuk memanusiakan manusia, untuk tetap mengabarkan Kasih Allah kepada seluruh manusia lewat karya seni, tidak peduli apapun Suku, Ras, Agama, Gender, pilihan Gender, orientasi sexualnya, perbedaan fisiknya, ataupun perbedaan psikisnya, semua orang adalah 100% Manusia dan semua berhak merasakan Kasih Allah.

Selamat Natal 2020, untuk orang-orang yang kebetulan membaca tulisan ini. Tuhan memberkati dan mengasihi anda. 


Grey_S