Wednesday, October 7, 2009

Nge-Blog dengan hati (3)


Alasan kedua : BERBAGI

Manusia adalah mahluk social yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Begitu pula dengan Grey Sebastian, yang pastinya juga seorang manusia, bukan robot apalagi Alien. Ia juga pasti membutuhkan dan dibutuhkan oleh manusia-manusia lainnya.

Seorang yang sebenarnya sangat suka BERBAGI (berbagi cerita dan pengalaman maksudnya), tapi harus hidup menutupi jati dirinya karena situasi dan kondisi yang sangat tidak memungkinkan, pastinya menjadi sangat tertekan. Yes… Itulah saya D.U.L.U…

Sejak saya sudah memutuskan untuk meninggalkan “jejak-jejak” saya untuk orang-orang yang saya cintai, sejak itu pula saya memutuskan untuk sekalian MEMBAGI pengalaman dan cerita saya kepada masyarakat umum. Sama seperti dulu saya dibagi cerita-cerita dari blogger-blogger senior.

Mungkin kesannya sedikit sombong. Sok banyak pengalaman, sok bijak, dan lain-lain. Tapi suwer terkewer-kewer deh, saya hanya berniat BERBAGI pengalaman dan cerita-cerita. Karena tanpa saya pernah menemukan cerita-cerita yang di bagi oleh blogger-blogger senior, saya pun tidak akan pernah menemukan cara terapi paling tepat untuk diri saya sendiri.

Duluuu…. pernah ada seseorang yang mengatakan kepada saya, “hanya seseorang yang pernah mengalami masa-masa pahit, yang bisa menolong orang-orang yang mengalami masalah yang sama dengannya.”

Saat itu beliau memberikan contoh, seorang mantan pengguna narkoba. Hanya seorang mantan pemakai narkobalah yang bisa memberikan kesaksian, betapa haramnya narkoba itu. Dan sekarang saya ingin BERBAGI, sebagai seseorang yang akhirnya bangkit dari depresi karena menyadari diri ini sebagai pecinta sesama jenis.

Oh ya, mungkin akan menjadi pertanyaan, apakah saya tidak merasa takut akan mendapat terror dan diskriminasi sexual kalau saja Blog saya ini di temukan oleh rekan-rekan kerja saya yang homophobic??

Hmm… begini yah sebelum saya menjadi seorang blogger pun saya sudah pernah mendapat terror dari seseorang yang mengaku sebagai sahabat saya dan utusan Tuhan untuk mengembalikan saya ke “jalan yang benar”. Padahal waktu itu saya masih sangat tertutup. Bisa anda bayangkan, betapa stress-nya saya saat itu??

Jadi menurut saya, pengalaman dan cerita-cerita saya di tutupi ataupun di buka, saya sama-sama mungkin akan menerima terror dan diskriminasi sexual dari orang-orang yang tidak sependapat dengan saya. Jadi lebih baik sekalian saja saya buka untuk umum. Saya menjadi bebas dan tidak tertekan lagi dengan masalah-masalah saya, tidak akan ada orang yang bisa mengancam saya, dan cerita-cerita saya mungkin juga akan berguna bagi orang lainnya.


To be continued...

Grey_S



Friday, October 2, 2009

Nge-Blog dengan hati (2)



Frizzy Jo pernah menuliskan di comment, baginya “Blog itu seperti Bayi yang ia lahirkan, dan harus ia rawat dengan segenap hati.” Saya setuju sekali dengan perumpamaan itu. Namun apa alasan sampai saya mau “melahirkan dan merawat bayi” ini dengan segenap hati saya?

Alasan pertama : MAMI dan TERAPI

Bila banyak orang membuat Blog hanya untuk sekedar mencari popularitas atau mencari uang, maka pada awalnya saya melakukannya hanya untuk TERAPI.

Sebelum membuat Blog Perjalanan ini, memang saya sudah mencari tahu tentang Blog sebagai salah satu mesin pencari uang. Tapi ternyata semuanya gagal total karena sampai sekarang saya tidak pernah bisa mengoperasikan blog untuk mendapatkan uang. Tapi saat saya membuat Blog hanya sekedar untuk TERAPI, Blog tersebut malah masih tetap berjalan sampai sekarang.

Apa maksudnya TERAPI ??

Pertama kali saya menulis di Blog adalah untuk penyembuhan dari Depresi yang pernah saya derita selama belasan tahun. Memang sih sampai saat ini, depresi saya belum 100% sembuh. Tapi setidaknya saya sudah jauh lebih baik dari pada kondisi terakhir saya 1,5 tahun yang lalu.

Beberapa tahun yang lalu, saya sampai pernah melakukan percobaan bunuh diri, untungnya Tuhan tidak membiarkan saya mati percuma. Namun meski hanya sekali saja saya melakukan percobaan bunuh diri, tapi setelah itu saya menjadi sering kehilangan semangat hidup tiba-tiba. Dan saya juga kehilangan kepercayaan kepada orang-orang di sekitar saya.

Depresi yang saya alami juga membuat saya sering jatuh sakit tanpa sebab. Dokter tidak pernah bisa menjelaskan sebenarnya tentang penyakit saya. Akhirnya dokter hanya menyarankan saya mengkonsumsi obat penenang, karena menurutnya fisik saya sebenarnya tidak sakit, hanya jiwa saya yang sedang bermasalah.

Saya yang pada dasarnya tertutup, tidak pernah menceritakan masalah saya kepada keluarga, termasuk tentang sakit saya. Mami saya baru mengetahui tentang sakit saya dan tentang obat penenang itu dari SMS yang tidak sengaja terbaca oleh adik saya dan di laporkannya ke Mami.

Sama seperti saya, mami saya juga bukan orang yang mudah untuk mengungkapkan perasaannya. Hingga dia sengaja mencari waktu untuk berbicara khusus berdua saja dengan saya. Saat itu mami mengatakan sesuatu yang membuat saya sedih “Grey, kamu kenapa seh tertutup banget?? Sejak kecil kamu adalah misteri buat mami dan keluarga kita.” Dan saya pun terdiam seribu bahasa.

Mami saya tidak pernah melanjutkan lagi pertanyaannya. Beliau sangat menghargai “kebisuan” saya. Dan saat itu juga beliau meminta saya segera mengurus sendiri keberangkatan saya ke China.

Sejak itu saya bertekad, saya harus mengalahkan ketakutan-ketakutan akan bocornya rahasia hidup saya. Saya harus meninggalkan sedikit “jejak” dalam perjalanan hidup saya, untuk orang-orang yang ingin mencari saya. Agar saya tidak lagi menjadi “misteri”, khususnya untuk MAMI saya, keluarga saya, dan orang-orang yang mencintai saya secara tulus. Yah syukur-syukur kalau ternyata cerita-cerita saya ini berguna bagi orang lain.

Saya mulai belajar untuk “terbuka” dan bercerita lewat tulisan-tulisan saya. Terkadang sambil menulis, sambil saya memikirkan solusi untuk masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan saya sehari-hari. Saya juga belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan sekeliling saya. Belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan. Intinya saya mulai belajar untuk lebih bijak dalam menyikapi kehidupan.

Puji Tuhan, dengan TERAPI menulis di Blog perlahan-lahan saya menjadi seseorang yang lebih baik. Depresi saya mulai sembuh, saya mulai mengerti “rahasia Ilahi”, bahkan hubungan saya dengan keluarga saya pun membaik. Karena itu saya ingin terus menulis.


To be continued...

Grey_S