Thursday, June 6, 2013

There must be a God Somewhere

Tuhan itu ada dimana pun, dan selalu ada mendampingi kita manusia. Aku percaya itu dan aku bersaksi akan hal itu. 

Sudah beberapa bulan ini aku mengalami kegalauan yang luar biasa, khususnya tentang karir dan masa depanku. Pekerjaanku sekarang sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Aku harus segera memilih dan mengambil keputusan. Tapi apa yang harus aku pilih dan aku putuskan pun masih belum jelas.

Depresi yang sudah lama tidak pernah aku alami, akhir-akhir ini kembali menghantui. Perasaan sepi yang sudah lama tidak kurasakan, sekarang kembali menyerangku. Beruntungnya saat ini aku sudah memiliki kekasih yang selalu setia menemaniku dan mendengarkan keluh kesahku. Ia juga tidak pernah bosan untuk menyemangatiku setiap harinya, mulai dari pagi aku bangun tidur sampai malam kembali datang. Selain itu aku masih ada kesibukan di Paduan Suara yang akan kembali menggelar konser akbar, yang membuatku memiliki wadah untuk mengalihkan pikiranku dari hal-hal negatif.

Berdoa setiap hari, pagi dan malam. Pergi ret-ret di pertapaan untuk mencari pencerahan, bahkan bermati raga, sepertinya belum mampu menguatkan imanku yang ternyata jauh lebih kecil dari biji sesawi. Sampai tadi malam, malam selasa tanggal 4 Juni 2013, aku merasa Tuhan menjawab doaku lewat caraNya yang ajaib.

Selesai ritual doa malam sebelum tidur, aku menyempatkan diri untuk membuka buku Bacaan Liturgy untuk hari ini, Rabu 5 Juni 2013. Karena pagi ini aku kembali bertugas sebagai lektris untuk misa pagi, sehingga aku memang harus latihan membaca dulu agar besok tidak grogi di atas altar dan dapat membaca dengan lancar. Diluar kewajiban tersebut, jujur saja, membaca Alkitab bukanlah prioritas utamaku.

Ketika aku akan berlatih membaca inilah, tiba-tiba aku merasa Tuhan menjawab doaku. Aku baru membaca judul bacaan tersebut, ketika secara tiba-tiba air mata-ku mengalir dan mulutku reflek berucap “Oh My God. What the text.” Bacaan liturgy untuk hari ini, Rabu 5 Juni 2013, tentang doa Tobit dan Sara yang dikabulkan Tuhan, sangat sesuai dengan kondisiku saat ini. Apalagi selain berdevosi kepada Bunda Maria, aku juga berdevosi kepada Malaikat Raphael, malaikat pelindung perjalanan hidup. Sehingga kisah Tobit dan Sara sebenarnya sudah tidak asing untukku.

Dikisahkan dalam bacaan tersebut, yang diambil dari Kitab Tobit bab 3:1-17, bahwa Tobit dan Sara, keduanya sudah merasa sangat tertekan bahkan sudah mencapai level depresi karena masalah yang sedang mereka hadapi namun akhirnya Tuhan mengirimkan Malaikat Raphael untuk membantu mereka menyelesaikan masalah dan menghapus kedukaan mereka.

Aku mendadak sadar, inilah kehendak Tuhan dan inilah jawaban Tuhan atas semua kegundahanku. Aku mendapat tugas lektris di hari ini, karena Tuhan ingin aku membaca Kitab tersebut dan menguatkan imanku untuk bertahan sebentar lagi. Karena Tuhan sudah mengirimkan Malaikatnya untuk mempersiapkan jalan yang terbaik untukku.


Grey_S


Read more......