Thursday, July 14, 2016

Jealous

I'm jealous of the rain
That falls upon your skin
It's closer than my hands have been
I'm jealous of the rain
I'm jealous of the wind
That ripples through your clothes
It's closer than your shadow
Oh, I'm jealous of the wind, 'cause

[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me

I'm jealous of the nights
That I don't spend with you
I'm wondering who you lay next to
Oh, I'm jealous of the nights
I'm jealous of the love
Love that wasn't here
Gone for someone else to share
Oh, I'm jealous of the love, 'cause

[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me

As I sink in the sand
Watch you slip through my hands
Oh, as I die here another day
'Cause all I do is cry behind this smile

[Chorus:]
I wished you the best of all this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me

It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me 

https://www.youtube.com/watch?v=Ra_iiSIn4OI


Read more......

Wednesday, June 8, 2016

Juni 2016

Setiap bulan Juni, bahkan beberapa minggu sebelum bulan Juni, aku selalu galau. 
Galau karena akan bertambah usia, galau karena banyak kenangan tentang bulan Juni. 
Tapi aku sedang tidak ingin bergalau-galau ria dia H – beberapa jam sebelum aku tambah tua. Aku hanya ingin bersyukur atas semua yang sudah lewat, semua yang sudah menjadi kenangan. 

FYI, selama bulan Mei 2016 kemarin, adalah puncak kesibukanku dalam 1,5 tahun ini. Sejak aku kuliah, aku harus triple job antara kerjaan, kuliah, dan Film Festival. Semester ini, karena merupakan semester terakhirku di kampus, aku semakin sibuk dengan Thesis, belum lagi masih ada kelas yang harus kuhadiri, dan project dari kampus sebagai salah satu syarat kelulusan. Di pekerjaan, bulan Mei kemarin aku harus mengurus Grand Launching perusahaan baruku, dan di film festival, aku masih harus mengurus pemutaran khusus untuk pencarian dana.

Untungnya semua berakhir tepat di akhir Mei, dan saat memasuki bulan Juni, aku sudah tinggal menunggu hasil dari kerja kerasku selama beberapa bulan. Di tanggal 1 Juni, aku sudah mendapat kepastian untuk kelulusan sidang thesisku. Di tanggal 8 Juni, aku sudah mendapat kepastian nilai projectku.

It’s really nicest birthday gift right?

Tinggal tunggu nilai thesis keluar sih. Juni 2016, menjadi Juni istimewa dalam hidupku. Setelah bulan Juni 2005, yang lalu dimana pada tahun itu aku akhirnya memperoleh keajaiban tentang penglihatanku yang sembuh lewat lasik. Tahun ini, akhirnya aku berhasil meraih mimpiku untuk mendapat gelar S2.

Satu lagi mimpiku yang menjadi nyata, aku turun berat badan lebih dari 5 kg selama 2 bulan. Ini salah satu hal ajaib yang hampir tidak pernah terjadi sepanjang 32 tahun kehidupanku di dunia ini. Padahal biasa diet mati-matian pun tidak pernah bisa turun berat badan, tapi kali ini karena stress bercampur kelelahan, yang bikin berat badanku turun banyak. Karena sudah nanggung, sekalian lha aku diet agar berat yang sudah turun tidak kembali ke asalnya.

“Anugerah Tuhan apalagi yang kau dustakan grey?” akan menjadi pertanyaan yang bagus.

Kurang baik apalagi Tuhan dalam hidupku. Meski banyak masalah dan cobaan, meski aku tidak bisa menjadi orang baik, tapi Tuhan tetap baik kepadaku. Dia masih memberiku banyak hadiah, dan menguatkanku dalam menjalani prosesnya.

Terima kasih Tuhan atas 32 tahun kehidupanku, dan 8 tahun blog ini ternyata masih bisa eksis meski sudah jarang kusentuh.

Selamat ulang tahun Gemini.


Read more......

Saturday, February 20, 2016

Jessica, Mirna, dan Pengadilan Social

Dalam satu bulan terakhir ini, seluruh media di Indonesia dihebohkan oleh kasus kematian seorang wanita sehabis meminum kopi bersama 2 orang sahabatnya. Meski awalnya media hanya menyebutkan inisial nama, namun akhirnya nama lengkap korban, saksi, tersangka kasus dan keluarga masing-masing pihak di tuliskan sejelas-jelasnya. 

Nama korban tewas adalah Mirna, dan sahabatnya yang menjadi saksi sekaligus tersangka adalah Jessica. Nama-nama terkait lainnya tidak perlu dibahas, karena saya malas menulis dan karena tokoh utama di tulisan saya ini memang hanya Jessica dan Mirna menurut sudut pandang pribadi saya.

Sampai tulisan ini saya buat, kasus pembunuhan Mirna lewat kopi yang mengandung sianida ini masih sangat misterius. Bukti-bukti yang digunakan polisi untuk menjadikan Jessica tersangka masih sangat minim dan penuh dengan asumsi-asumsi saja. Namun sejak beberapa jam kasus kematian Mirna menyebar di social media, hampir semua beritanya sangat menyudutkan Jessica. 

Pihak keluarga korban, maupun masyarakat mendadak membuat pengadilan sendiri untuk mengadili “tersangka”. Polisi pun terkesan terburu-buru ketika memberikan status tersangka kepada Jessica, tanpa menggunakan asas praduga tak bersalah yang sudah seharusnya menjadi hak semua orang yang belum terbukti bersalah. Polisi hanya beralasan, agar Jessica tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti, ketika memutuskan menahan Jessica dan memberikannya status tersangka. 

Huft…. Saya tidak bisa memberikan komentar apapun setiap membaca berita tentang Jessica – Mirna ini, karena saat ini masyarakat Indonesia sedang sangat mudah dipecah belah oleh Pro-Kontra. Apalagi “gossip” dibelakang kasus ini adalah cinta sejenis, yang juga sedang hot-hotnya dibahas di Media. Inilah yang membuat saya malas berdebat di kolom komentar di setiap berita, karena orang Indonesia lebih mendahulukan opini pribadi dan kata “Pokoknya”, dibandingkan dengan logika sehat dan tulisan-tulisan karya ilmiah. 

Saya hanya bisa memberikan EMPATI terhadap kasus Jessica-Mirna. 

**** 

Keluarga Mirna 

Saya bisa merasakan rasa sakit hati, marah, dan dendam, yang dialami keluarga Mirna saat mengetahui orang tersayang mereka meninggal mendadak, apalagi meninggalnya tidak secara normal. Di tinggal wafat oleh orang tersayang karena serangan jantung atau kecelakaan saja sudah sangat shock, apalagi karena dibunuh (atau terbunuh). 

Namun apakah tidak sebaiknya, menyerahkan kasus ini ke penyelidikan kepolisian, dari pada tampil di media massa dengan emosi dan memperkeruh suasana? Bagaimana kalau ternyata kecurigaan mereka tidak terbukti? 

Jessica 

Saya pernah tinggal di luar negeri dalam rangka belajar, meski tidak selama Jessica dan Mirna tinggal di Australia. Ketika tinggal di luar negeri, saya pun memiliki banyak teman yang pada waktu itu menjadi teman senasib. Sebagai sesama anak Indonesia yang tinggal diperantauan, otomatis kami sering berkumpul entah sekedar untuk makan bersama, belajar, jalan-jalan, atau pun sekedar minum-minum cantik dan bergosip. Maklum, kami jauh dari keluarga saat itu. 

Sepulangnya kami dari luar negeri itu, kami berusaha untuk masih saling kontak-kontakan, via Whatsapp, Facebook, dan social media lainnya, meski tentu saja tidak bisa sesering dan sedekat ketika kami masih sama-sama di perantauan. Bila ada waktu, atau bila ada teman lama yang datang ke Jakarta, kami pun mengusahakan untuk berkumpul, sekedar untuk mengenang masa-masa kami masih bisa sering bersama. 

Meski bukan sebuah kebiasaan, namun beberapa kali kami saling bergantian mentraktir ketika berkumpul bersama. Buat saya pribadi, mentraktir teman lama adalah sebuah aktualisasi diri untuk menyatakan “Sist, gw udah cukup sukses sekarang. Minum-minum cantik begini doang mah udah lha, gw yang bayar aja. Next baru lo yang bayar.” 

Pengalaman saya diatas miripkan dengan latar belakang kasus yang menimpa Jessica? 

Beberapa orang yang berteman sejak sekolah dari Australia, janjian kumpul bersama setelah sekian lama tidak berjumpa. Salah satu dari mereka, ingin mentraktir teman-temannya. Lalu bertemulah mereka di sebuah cafĂ© di Mall mewah di Jakarta. Saling berpelukan dan cipika-cipiki. 

Satu-satunya yang membedakan dari cerita saya dan Jessica adalah tidak ada teman saya yang meninggal ketika kami berkumpul bersama, apalagi ketika saya yang giliran mentraktir teman-teman saya. Terima kasih Tuhan untuk hal itu. 

Jujur saja, dengan kemiripan pengalaman saya dan Jessica, saya sering membayangkan diri saya berada di posisi Jessica saat ini. Menjadi tersangka karena ada teman yang meninggal ketika saya mentraktir minuman. Padahal belum tentu saya tau tentang minuman beracun tersebut. Seandainya saya yang berada di posisi Jessica saat ini, belum tentu saya bisa sekuat dia. Apalagi dengan latar belakang depresi yang saya miliki, bisa-bisa begitu dijadikan tersangka, saya akan berusaha bunuh diri duluan. 

Yang paling menyakitkan dari kasus Jessica ini adalah PENGADILAN SOSIAL yang langsung terjadi sejak beberapa jam setelah kasus tersebut beredar di social media, bahkan sebelum polisi memeriksa dan mengautopsi korban. Hanya 3 jam setelah info pertama tentang kematian Mirna saya terima, saya sudah mendapat 3 versi cerita dibalik kematian tersebut. Luar biasa kan? 

Versi pertama, adalah tentang hubungan sejenis antara Mirna dan Jessica, yang membuat Jessica membunuh Mirna karena cemburu setelah ditinggal menikah. Versi kedua, adalah Jessica membunuh Mirna karena merebut kekasihnya. Versi ketiga, adalah Mirna meninggal karena kebanyakan minum obat diet, dan langsung minum kopi tanpa makan terlebih dahulu. 

Pada akhirnya versi pertamalah yang di besarkan media, dan keluarga korban, khususnya kasus ini terjadi hampir bersamaan dengan issue LBGT yang tiba-tiba “meledak” juga di media social. Ntah benar atau tidak, sampai saat ini belum ada bukti, kecuali atas pengakuan keluarga korban, dan pengadilan social media yang tampak sudah tidak adil bagi Jessica. Namun melihat foto-foto masa lalu Jessica, Mirna, dan teman-teman lainnya yang beredar di social media, mengingatkan saya kembali pada diri saya sendiri dan teman-teman saya, sehingga jauh di dalam lubuk hati saya, saya mempercayai bahwa Jessica tidak punya hati untuk mencelakakan Mirna.

Dibawah ini, adalah berita-berita tentang kejanggalan-kejanggalan pada kasus Jessica-Mirna yang dikutip dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan :

http://news.detik.com/berita/3131104/pakar-psikologi-forensik-ini-yakin-jessica-bukan-pembunuh-mirna 

http://www.tribunnews.com/nasional/2016/02/05/lima-kejanggalan-kasus-mirna-versi-komnas-ham

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/02/05/pakar-hukum-jessica-orang-salah-di-tempat-yang-salah 

http://www.beritasatu.com/megapolitan/347439-hotman-paris-yakin-jessica-bebas-di-pengadilan.html


Read more......

Thursday, December 31, 2015

Goodbye 2015, Welcome 2016

Persis di bulan Desember tahun lalu, aku sedang bersuka cita dengan berhasil terwujudnya resolusi tahun 2014-ku yaitu melanjutkan kuliah ke jenjang S2. Yeah… 2015 yang menjadi tahun perjuanganku telah berhasil kulalui.

Kuliah sambil kerja yang sebelumnya aku kira akan sulit kulewati, ternyata telah berhasil kulewati selama 9 bulan pertama. Bahkan di bulan September kemarin, kulewati dengan triple job antara kerjaan kantor, presentasi plus ujian akhir semester satu, dan menjadi panitia bazzar di Film Festival. Yihaaaaa…. Berhari-hari ngga tidur, stress tingkat dewa, tapi aku tetap berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan untukku. Bazzar yang saat itu aku kerjakan meski persiapannya mendadak juga ternyata cukup banyak yang datang dan pelaksanaannya masih sesuai harapanku.

 Di akhir tahun 2015 ini juga, akhirnya aku memutuskan ambil service Personal Trainer (PT) lagi di gym. Secara PT yang ini cukup pinter dan tau kebutuhan aku untuk urusan kesehatan ngga kayak yang dulu-dulu yang maksa banget minta aku ambil PT. Betewe busway, ide bisnis aku yang sudah lama aku pikirkan ternyata disetujui untuk topic thesis tahun depan. Insya Yesus berjalan lancar, daku lulus dengan baik, bisnis bisa jalan, pacar bisa diboyong ke Jakarta, aku bisa resign dari kantor. Ameeennnnn…..

Yah sekian dulu perjalanan hidup selama tahun 2015, semoga di tahun 2016 aku bisa lulus S2 tepat waktu dan dapat kerjaan baru atau bisnis beneran bisa jalan. Itu aja resolusi aku untuk 2016. Ehhh tambah nurunin berat badan lagi ding…. Ini masih gagal soale… resolusi punya invetasi lebih banyak juga belum terpenuhi, dompet masih kembang kempis kayak tahun lalu… maklum tahun ini tidak naik gaji, kebutuhan rumah tangga makin naik malah iya…

Udah yah… see you tahun 2016…
Happy New Year.


Read more......

Wednesday, September 2, 2015

Aku Takut Jatuh Cinta Lagi

Aku Takut Jatuh Cinta Lagi - Drew


Terhenyakku melihat matanya teduh menatap diriku
Tak terasa kitapun berbincang mencoba saling mengenal
Tiba-tiba ku sadari ku mempunyai kekasih
Yang telah lama bersamaku, mengisi hari indahku

Aku takut bila nantinya aku jatuh cinta lagi
Walau itu indah dan ku pun inginkan

Dan lagi-lagi ku enggan karena ingat kekasihku
Walau bukanlah salahku untuk cari yang terbaik

Aku takut bila nantinya aku jatuh cinta lagi
Walau itu indah dan ku pun inginkan

Namun aku takut bila nantinya aku jatuh cinta lagi
Walau itu indah dan ku pun inginkan

Tergelitik rasa di hatiku tuk bertemu dengannya lagi
Kita kan bercanda bercerita segala impian kita

https://www.youtube.com/watch?v=ZgAKSijJLrw


Read more......

Tuesday, July 7, 2015

Same sex marriage

Beberapa hari ini seluruh dunia sedang heboh dengan pro kontra legalisasi pernikahan sejenis di Amerika. Yang memutuskan melegalkan pernikahan sejenis Amerika, tapi yang heboh malah Indonesia. 

Malam ini pun di sebuah stasiun TV telah menayangkan acara debat tentang Pro Kontra Same Sex Marriage ini dengan nara sumber anggota MUI dan aktivis LGBT Indonesia. Dan ujung-ujungnya tetap saja menurut pihak yang kontra, homosexualitas dianggap berdosa dan harus direhabilitasi.

Memang sih dengan dilegalkannya pernikahan sejenis di Amerika, yang sebelumnya terkenal diskriminatif, membuat semua LGBTIQ di seluruh dunia, khususnya di negara-negara yang masih homophobia apalagi di negara yang masih mengkriminalisasi homoseksual, merasa mendapat harapan untuk bisa menikahi kekasih hati mereka di kemudian hari.

Apakah dengan dilegalkannya same sex marriage maka semua orang akan berubah orientasi sexual? Apakah benar sekarang pernikahan itu masih berharga untuk setiap pasangan? Kalau iya, kenapa jumlah perceraian semakin banyak? Dan kenapa semakin banyak pula orang-orang heterosexual yang tidak tertarik untuk menikah?


Read more......

Grey Hair

Hari ini aku menatap wajahku di cermin cukup lama. Memperhatikan setiap bagian di wajahku dan juga rambutku. Aku kembali menemukan sehelai rambut putih itu. Masih ada di kepalaku dan memang belum aku cabut sejak sebulan yang lalu. 

Biasanya begitu aku menemukan rambut putih, pasti langsung aku cabut. Karena aku tidak percaya diri dengan rambut-rambut putih itu di usiaku yang masih “muda” ini. Tapi rambut putih kali ini sedikit berbeda untukku. Sengaja aku masih membiarkannya tumbuh karena ini adalah rambut putih pertamaku di usiaku yang kepala tiga sejak tahun lalu.

Rambut putih kali ini mengingatkanku bahwa aku sudah lama tidak menjadi anak-anak lagi. Ternyata sudah lama aku lepas dari sebutan anak-anak. KTPku sudah tiga kali ganti.
Adikku bahkan sudah memiliki dua buntut.
Adikku yang beda usia tujuh tahun dariku, yang dulu masih aku gantikan popoknya, sekarang sudah resmi menjadi dokter.
Adikku yang paling kecil, yang beda usia sepuluh tahun dibawahku, yang dulu masih aku gendong-gendong ternyata sudah memasuki tahun ke empat kuliah. Sebentar lagi lulus.
Keponakanku yang sepertinya baru kemarin aku tunggui kelahirannya, sekarang sudah masuk taman kanak-kanak dan menjadi anak yang sangat cerdas dan lucu.
Keponakan kekasihku yang ketika mengenalnya persis baru genap berusia dua tahun, sekarang sudah naik ke kelas satu SD.

Rambut putih kali ini belum ingin aku cabut. Aku masih membutuhkannya untuk mengingatkanku beberapa hal lain.
Aku masih perlu diingatkan untuk lebih serius dalam menjalani sisa hidupku.
Aku masih perlu diingatkan untuk lebih berani berjuang menggapai mimpiku sebelum waktuku berakhir.
Aku masih perlu diingatkan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta, karena hari esok belum tentu ada untukku.
Dan yang paling penting aku masih perlu diingatkan untuk semakin dekat denganNya, karena hanya Ia yang mampu menjadi petunjuk jalan, pendamping, dan pelindungku.

Grey_S


Read more......