Monday, March 14, 2011

Just a big baby


Dulu ada yang pernah ada seseorang yang mengatakan padaku, bahwa aku mirip seorang bayi. Bayi besar.

Dia menyebutku demikian karena menurutnya sikapku masih menyerupai anak bayi; yang senang di perhatikan, yang mudah deket dengan siapa saja yang bersikap manis terhadapku, yang tidak bisa melawan saat diserang, dan hanya bisa menangis atau uring-uringan saat merasa kesal.

Dan sepertinya dia ada benarnya.




Grey_S

Friday, March 11, 2011

Antara cinta dan persahabatan


Cinta dan persahabatan mungkin adalah dua anugerah terindah yang dapat dimiliki oleh semua orang. Dapat hidup bersama orang-orang yang kita cintai dan dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang selalu mendampingi baik dalam suka maupun duka, mungkin adalah kebahagian terbesar yang selalu didambakan oleh semua orang.

Namun ada kalanya ternyata cinta dan persahabatan tidak dapat berjalan beriringan. Ada yang kekasihnya dan sahabatnya ternyata saling bertolak belakang dan saling tidak menyukai, ada yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri sehingga akhirnya mengacaukan hubungan yang sudah ada. Dan ternyata yang paling menyakitkan diantara itu semua adalah bila kita dan sahabat ternyata mencintai orang yang sama.

What the Drama?? Cinta segitiga kan cuma ada di sinetron-sinetron atau telenovela atau cerita-cerita picisan?? Mungkin itu yang ada di pikiran kalian saat ini. Aku pun ingin berpikiran seperti itu. Sayangnya aku sudah pernah mengalami kejadian yang mirip hanya berbeda waktu dan tokoh.

Dulu ketika aku masih remaja dan duduk di bangku SMU, aku pernah mencintai gadis yang sama dengan yang di taksir oleh kedua sahabat lelaki-ku, Ndi dan Gus. Kami bertiga mati-matian merebut perhatian Stella, putri impian kami, meski saat itu aku masih tidak berani berterus terang bahwa aku juga mencintai Stella.

Dan ternyata drama percintaan kami saat itu malah berakhir tragis, dengan pecahnya persahabatanku dengan Ndi dan Gus. Kedua sahabatku itu bertengkar karena berebut Stella, dan aku tidak dapat memihak salah satu pun dari mereka, karena hati kecilku juga tidak dapat merelakan Stella untuk salah satu dari mereka.

Sekarang, setelah lewat beberapa tahun, aku kembali mencintai wanita yang sama dengan sahabatku. Ingin rasanya aku menjadi seorang bitch untuk merebut hati gadisku, menghapus penyesalan di masa lalu saat aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk merebut hati gadis yang kucintai, tapi melihat kebahagian yang terpancar dari wajah sahabatku, membaca status-statusnya yang penuh dengan cinta, sikapnya yang polos, semakin membuatku tidak tega merusak kebahagiaannya.

Munafik kah aku?? Yah I think yes. Saat ini aku merasa menjadi orang yang munafik saat ku katakan, aku baik-baik saja. Aku munafik bila kukatakan aku tidak cemburu. Aku juga munafik bila kukatakan, aku merelakan mereka hidup bahagia. Hati kecilku ingin sekali memutar balikan keadaan, tapi aku sungguh aku tidak tau harus berbuat apa.


Dan yang paling kuinginkan saat ini adalah menghilang.


Grey_S

Wednesday, March 2, 2011

Jangan Cemas



Jangan Cemas.” Kata-kata itu tiba-tiba saja terdengar di telingaku, melalui suara Pastor ketika membacakan Injil pada misa hari minggu kemarin.

Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan dan minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” - Matius 6:24-34

Plakkk... untuk kesekian kalinya aku kembali merasa tertampar dengan bacaan tersebut. Padahal belum lama, aku pernah menulis tentang seorang Nenek yang dapat meninggal dalam damai karena beliau tidak pernah merasa khawatir dengan rejeki yang telah Tuhan atur. Sehingga beliau dapat bekerja di jalan Tuhan dengan sebaik-baiknya dan menjadi berkat bagi orang lain, meski semasa hidupnya beliau hidup dalam kondisi yang sangat pas-pas-an. Tapi akhir-akhir ini aku sendiri juga yang dilanda perasaan khawatir yang berlebihan.

Saking terlalu memikirkan kekhawatiranku, sudah beberapa minggu aku tidak dapat tidur dengan nyenyak. Untung saja aku belum mencoba menimbang berat badan, jangan-jangan berat badanku pun sudah merosot cukup banyak. Hahhahahhahha.... *lebay*

Berawal dari keputusan rekan kerjaku untuk mengundurkan diri dari kantorku yang sekarang, hal ini membuatku harus double job dan double responsibility. Sedangkan aku sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pekerjaan dan tanggung jawab rekanku itu tidak kecil. Bahkan setelah mempelajari pekerjaannya selama beberapa minggu terakhir ini, ada satu hal lagi yang menjadi kekhawatiran terbesarku. Aku takut tergoda dengan segala KUASA yang dipercayakan atasanku kepadaku. Karena ternyata sistem keuangan dalam perusahaan kami hanyalah bermodalkan kejujuran.

Tiba-tiba saja setan dan malaikat berperang di dalam pikiran-pikiranku. Tiba-tiba saja semua ke khawatiranku tentang masa depanku dan beban ekonomi saat ini, berkelibat terus-menerus di kepalaku. Tiba-tiba saja aku merasa sebagai seseorang yang harus dikasihani karena tidak semua hal yang aku inginkan dapat terpenuhi. Tiba-tiba saja aku merasa sebagai orang paling miskin di dunia, sehingga aku membutuhkan uang yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhanku. Sigh.

Bagaimana pun juga aku masih manusia yang membutuhkan uang dan materi untuk bertahan hidup. Apalagi dengan tekanan-tekanan ekonomi saat ini, siapa orang yang tidak membutuhkan uang untuk bertahan hidup? Siapa orang yang tidak mau mendapatkan uang dengan cara mudah? Siapa yang tidak mau dipandang oleh semua orang karena banyak duit dan memiliki kuasa?

Ah untung saja hari minggu kemarin aku masih sempat ke gereja. Untung saja aku membicarakan kekhawatiranku ini kepada sahabatku. Sehingga akhirnya aku tahu kemana aku harus melangkah saat ini. Dan aku sudah tidak mau pusing dengan semua kekhawatiran-kekhawatiranku itu.

Melalui bacaan injil hari minggu kemarin dan melalui pembicaraanku dengan sahabatku, aku yakin, dengan bimbingan Tuhan dan Roh Kudus aku akan dapat melewati godaan-godaan ini. Karena tanpa aku harus berbuat curang, aku yakin Tuhan tetap TIDAK AKAN membiarkanku hidup dalam kekurangan, sama seperti burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai, namun tetap diberi makan oleh Bapa di Sorga.

Grey_S