Monday, December 26, 2011

Christmas Gift

Ketika aku masih anak-anak Natal dan tahun baru adalah hari raya yang paling aku tunggu-tunggu. Karena selain sekolah akan libur dengan waktu yang cukup panjang, juga pasti akan ada pesta Natal di sekolah maupun di gereja, lalu Santa Claus akan datang dan memberikanku kado Natal.

Tapi setelah aku naik ke kelas 3 SD, sudah tidak ada lagi Santa Claus yang datang ke kelasku. Setiap kali pesta natal, kado yang aku dapatkan adalah hasil tukar menukar kado dengan teman-temanku. Pada saat itu, aku pun mulai menyadari kalau ternyata kado yang di berikan Santa kepadaku sebenarnya adalah kado dari mami dan Santa Claus yang memberikan kado pun ternyata guruku sendiri yang berdandan ala Santa.

Menjelang remaja aku tidak pernah lagi merayakan Natal dengan pesta-pesta. Tapi saat itu aku mulai berpartisipasi sebagai panitia penyelenggara pesta Natal untuk anak-anak sekolah minggu. Saat itu aku sudah tidak menerima kado lagi, tapi sebaliknya aku menjadi kakak yang membantu menyiapkan kado untuk di bagikan oleh Santa kepada adik-adik sekolah minggu.

Lambat laun, aku mulai lupa bagaimana perasaan ketika menerima kado Natal. Aku juga mulai lupa bagaimana perasaan bersemangat saat menyambut Natal. Apalagi sejak aku lulus kuliah dan bekerja, maka sudah tidak ada lagi liburan panjang di akhir tahun, yang ada adalah tingkat stress yang bertambah karena laporan-laporan dan target-target akhir tahun yang harus segera di selesaikan sebelum tahun berganti.

Namun tahun ini, tiba-tiba aku kembali dapat merasakan semangat Natal dan kembali menerima hadiah Natal. Meskipun hadiah Natal kali ini bukan berupa barang seperti hadiah Natal ketika aku masih kanak-kanak dulu. Hadiah Natal kali ini yang aku terima adalah berupa sebuah pengalaman batin.

Pengalaman batin yang membuatku semakin dapat menghayati makna kelahiran Yesus, membuatku semakin mengerti arti sebuah perjuangan dan juga membuatku semakin yakin dengan adanya kekuatan sebuah impian.

Kelompok paduan suaraku akhirnya berhasil menjadi Juara 1 di lomba paduan suara bertema Natal terakhir yang kami ikuti di salah satu Mall di Jakarta. Setelah selalu gagal dalam final setiap lomba sejak dua tahun lalu. Bahkan tahun ini kami sudah berusaha keras di beberapa lomba dengan tema yang sama dan tetap kurang beruntung. Sepertinya Tuhan ingin mengajarkan kami untuk bersabar dan pantang menyerah sebelum akhirnya menghadiahi kami predikat SANG JUARA.

Lomba terakhir di tahun 2011, harapan terakhir di tahun 2011, akhirnya kami berhasil menjadi JUARA 1 tepat satu hari sebelum malam Natal. Kemenangan kali ini adalah hadiah Natal terindah untukku dan teman-temanku. Hadiah yang akan terus mengingatkan kami untuk tidak pernah berhenti berjuang dan berdoa.

Terima kasih Tuhan untuk hadiah yang Kau berikan.



Read more......

Thursday, December 8, 2011

Langit dan Laut


Dulu aku pernah jatuh cinta kepada langit.
Aku sangat mencintainya, bahkan tergila-gila padanya.
Aku rela melakukan apapun untuk menggapai langitku.
Namun sepertinya cintaku bertepuk sebelah tangan.
Apapun yang kulakukan tidak pernah mampu membuatnya berpaling dan mendekat kepadaku.
Bahkan semakin aku berusaha menggapainya, semakin jauh jarakku dengannya.

Lalu aku mencoba membuka hati terhadap laut.
Berusaha mengenalnya lebih jauh.
Dan belajar mencintainya, seperti aku mencintai langit.
Ternyata bersama laut aku menemukan kedamaian yang selama ini aku cari.
Di dalam laut, aku mendapatkan penerimaan sepenuh hati.

Kini kemanapun aku pergi, aku selalu merindukan lautku.
Meski juga tak’kan pernah bisa berhenti menyayangi langitku.



Read more......

Saturday, November 26, 2011

(Still) the Great October

Postingan kali ini meski udah agak telat, tapi kayaknya aku ngga akan bisa tenang sebelum menceritakan kembali betapa bulan October 2011 akan menjadi bulan dengan kenangan terindah bagiku untuk sepanjang tahun ini.

Pada postingan yang sebelumnya, aku sudah bercerita tentang keberhasilan konser kecil kami, yang membuat percaya diri dan semangat kami semakin bertambah. Dalam suasana yang masih penuh antusias di tengah kami, Pak pelatih mengambil keputusan extreme yang cukup mengejutkan. Kami diajak mengikuti lomba untuk pemecahan rekor MURI di salah satu mall di Jakarta Barat, yang audisinya diadakan hanya selisih satu minggu setelah jadwal konser kemarin. Itu artinya kami hanya punya waktu seminggu untuk berlatih.

Dan sepertinya October 2011 adalah bulan keberuntungan untukku dan teman-temanku, karena ternyata kami berhasil lolos audisi meski dengan latihan yang bisa di bilang minimal. Dengan lolosnya audisi itu, maka sekarang kami harus memulai kembali perjuangan kami untuk dapat ikut mengukir sejarah pemecahan rekor MURI 12 jam nonstop choir Christmas Concert.


Arghhhhh…. Semakin ga sempet nge-blog deh. Secara jadwal latihan kembali padat.


Grey_S


Read more......

Monday, October 24, 2011

Terima kasih

Terima kasih Tuhan untuk bulan October paling luar biasa dalam hidupku.

Di mulai dari berjalannya QFF dengan lancar tanpa gangguan apapun.
Mengenal seorang sahabat luar biasa yang mampu menerima orientasi sexualku tanpa penolakan sedikit pun.
Kelahiran keponakan pertamaku dengan selamat meski sedikit membuat khawatir karena meleset cukup jauh dari perkiraan awal.
Hingga keberhasilan konser yang tahun ini menjadi project terbesar sekaligus project pertama yang aku kerjakan sebagai ketua panitia.

Terima kasih Tuhan untuk semua rintangan dan cobaan yang Kau berikan, sebelum akhirnya Kau menghadiahkan kami kesuksesan dan kebahagiaan seperti saat ini.
Terima kasih Tuhan untuk akhirnya membiarkan kami menikmati impian kami yang menjadi nyata.

Terima kasih yah Tuhan.


Read more......

Great October

Sesungguhnya aku bahkan tidak tahu harus menuliskan apa untuk menggambarkan perasanku saat ini. Bangga dan bahagia, menggantikan semua perasaan letih, stress, dan khawatir yang selama beberapa bulan terakhir ini menemaniku.

Letih, karena hampir semua kegiatan yang aku ikuti mengadakan acara pada bulan October ini. Stress, karena cukup banyak masalah yang terjadi juga pada saat pengerjaan acara-acara itu. Khawatir, karena bagaimana pun juga kami, khususnya aku hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Belum lagi mendadak adikku harus melahirkan sebelum waktunya, aku dan teman-teman yang mendadak sakit hanya seminggu sebelum acara konser kami berlangsung, hingga perbedaan pendapat antar panitia yang sedikit membuat tegang di hari min satu sebelum concert.

Rasanya ingin sekali menangis ketika menerima banyak masalah itu datang mendera. Sayangnya bahkan airmataku pun sudah tidak bisa berkompromi denganku. Ia terlalu sombong untuk menetes di pipiku, sekedar untuk menenangkan perasaanku. Segala daya dan upaya sudah aku kerjakan semaksimal mungkin.

“Manusia boleh berencana, namun hanya Aku, yang Maha Kuasa, yang akan memutuskan.”

Semua jalan sudah buntu. Keadaan memaksaku untuk hanya bisa memasrahkan diri dan berdoa.

“Tuhan, kedalam tanganMu keserahkan hidupku. Terjadilah padaku sesuai kehendakmu.”

Dan jadilah sabtu kemarin pembuktian Tuhan atas kebesarannya. Konser yang kami kerjakan selama berbulan-bulan sukses dengan sambutan hangat yang melebihi perkiraan kami. Anggota-anggota yang sehari sebelumnya masih sakit, termasuk aku ternyata bisa bertahan untuk bernyanyi sampai konser selesai. Buku acara yang nyaris tidak selesai di cetak, ternyata bisa tiba di tempat tepat waktu. Hadirnya perwakilan duta besar dari negara sahabat dan beberapa wartawan yang meliput, semakin membuat percaya diri kami bertambah.

Hari minggu kemarin kebahagianku semakin lengkap dengan boleh pulangnya malaikat kecilku dari rumah sakit. Malaikat kecilku bahkan jauh lebih sehat dari paman kecilnya yang dua tahun lalu juga terlahir prematur. Tidak sabar rasanya aku ingin bermain dengan malaikat kecilku.




Read more......

Saturday, September 24, 2011

Dan ini pun akan berakhir


Sudah beberapa kali aku menerima Broadcast Message tentang sebuah kisah yang sangat menarik. Menurut Broadcast Message itu, konon Raja Salomo, raja yang terkenal karena kebijaksanaannya , pernah meminta seorang tukang emas kepercayaannya untuk membuat sebuah cincin emas. Selain itu Raja Salomo juga meminta tukang emas yang sudah berusia lanjut tersebut untuk menuliskan semua kisah pengalaman hidupnya ke dalam cincin emas pesanannya.


Bagi si tukang emas, membuat sebuah cincin emas adalah keahliannya, sehingga ia bisa segera menyelesaikannya. Namun membuat tulisan yang menggambarkan keseluruhan kisah hidupnya hanya ke dalam sebuah cincin membuat ia sangat kebingungan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk berdoa dan bermeditasi. Beberapa bulan kemudian, ia pun berhasil menyelesaikan pesanan sang Raja.

Ketika ia menyerahkan cincin tersebut kepada Raja Salomo, Raja Salomo melihat sebuah kalimat yang terukir di pada cincin tersebut yaitu “Dan ini pun akan berakhir”. Pada awalnya Raja Salomo tidak mengerti arti kalimat tersebut, namun ia tetap mengenakan cincin tersebut di jarinya.

Beberapa waktu kemudian, ketika ada masalah yang terjadi pada kerajaannya, tidak sengaja Raja Salomo melihat tulisan yang terukir pada cincin yang ia kenakan “Dan ini pun akan berakhir”, lalu ia pun menjadi lebih tenang.

Begitu pula, ketika ia merasa begitu bahagia dengan banyak kemenangan yang ia dapatkan, tidak sengaja ia membaca lagi tulisan yang terukir pada cincin yang ia kenakan “Dan ini pun akan berakhir”, lalu ia segera kembali merendahkan hati.

Pesan moral dari kisah di atas sangat jelas yaitu TIDAK ADA YANG ABADI dalam hidup ini. Semua hal baik yang menyedihkan maupun yang menyenangkan suatu saat akan berakhir.

***

Aku ingin membagikan kisah ini kepada teman-teman sekalian, karena secara kebetulan sekali kisah di atas seperti sebuah peringatan dari Tuhan untukku, dalam menyikapi beberapa perkara yang sedang bergulir dalam kehidupanku. Khususnya dalam menghadapi persiapan Konser yang kurang dari sebulan lagi.

Sekedar berbagi, sejak akhir tahun lalu, kelompok paduan suara kami, memiliki sebuah impian untuk dapat mengadakan sebuah konser tahunan yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan konser di luar lingkungan gereja, yaitu di salah satu pusat kebudayaan asing yang sudah menjadi langgangan untuk acara-acara konser paduan suara atau resital.

Lagu-lagu sudah mulai di latih dari awal tahun. Panitia konser sudah dibentuk sejak pertengahan tahun. Tempat acara sudah di konfirmasi. Proposal dana sudah di sebarkan sebagian. Bahkan akhir minggu lalu, poster, flyer, dan tiket sudah selesai di cetak. Semua sudah siap di distribusikan.

Namun kemarin pagi, ketika kami akan meminta ijin untuk pemasangan poster di tempat acara yang akan kamu gunakan, tiba-tiba saja kami di kabari dengan berita yang mengejutkan. Kami tidak dapat menggunakan gedung tersebut pada tanggal yang telah ditentukan, karena akan digunakan untuk pementasan seni oleh artis dari negara pemilik pusat kebudayaan tersebut.

Degh. Kaget?? Tentu saja. Apalagi ketika aku diberi kabar oleh rekanku, aku juga sedang sibuk mengurus masalah lain di kantor. Sehingga awalnya aku sulit mencerna apa yang sedang terjadi.

“Dan ini pun akan berakhir” kata-kata tersebut tiba-tiba terlintas di kepalaku.

Aku mencoba untuk bersikap tenang, kembali ke mejaku, dan mulai membuka milis paduan suara kami. Ternyata teman-teman yang lain sudah mulai berdiskusi, untuk memikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah kami.

Pilihan kami saat ini hanya dua, mengganti tanggal atau mengganti tempat acara. Bila harus mengganti tanggal, mencari hari yang cocok untuk semuanya itu tidak mudah. Apalagi rencana konser kali ini memang sudah mengalami beberapa kali ganti tanggal sejak awal di rencanakan. Namun bila harus mengganti tempat acara, artinya kami harus segera mencari gedung yang kurang lebih sekelas dan cocok untuk tempat konser paduan suara, dan juga mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dari anggaran yang sudah kami buat.

“Dan ini pun akan berakhir” kata-kata itu kembali terlintas di kepalaku. Dan mungkin juga di kepala teman-temanku. Baru kali ini, aku mendapatkan tim kerja yang menurutku sangat tenang dan cekatan dalam menghadapi masalah di detik-detik terakhir.

Siang ini, setelah beberapa orang menjadi sukarelawan untuk menelpon satu per satu manajemen gedung yang kira-kira cocok, akhirnya kami mendapatkan gedung pengganti yang lebih baik dan lebih besar dari pada gedung yang sebelumnya. Meskipun dengan harga sewa yang juga hampir dua kali lipat dari gedung sebelumnya.

Beruntungnya lagi, menurut orang management gedung baru yang akan kami sewa itu, sebenarnya tidak semua paduan suara dapat menggunakan gedung tersebut untuk konser dan sebenarnya gedung tersebut rencananya akan digunakan oleh paduan suara lain, namun mendadak paduan suara tersebut mengundurkan diri.

Entah rencana apa yang sedang Tuhan rancang untuk paduan suara kami, saat ini kami hanya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk kelangsungan acara konser impian kami bersama.
Dan meskipun pastinya konser ini pun akan berakhir, namun kami ingin mengakhiri konser ini dengan senyuman manis dan menjadikannya sebagai salah satu kenangan terindah.


Grey_S



Read more......

Thursday, September 15, 2011

Ilmu “Ya sudah lah”

Mungkin bagi sebagian orang yang cukup mengenal aku di dunia maya sebelumnya, akan sedikit merasa aneh karena aku yang biasanya suka ngeksis kemana-mana beberapa bulan terakhir ini tiba-tiba menghilang. Facebook sudah dua tahun aku non aktivkan, dan Twitter sudah sebulan ini aku non aktivkan juga. Blog juga cuma sebulan sekali di update dengan tulisan super pendek. Tapi jangan khawatir, aku menghilang saat ini karena memang sedang sangat sibuk dan aku juga sedang mendalami suatu ilmu, yaitu ilmu “Ya sudah lah”.


Kalian pasti familiar dong dengan lagu “Ya sudah lah”-nya Bondan Prakoso feat Fade2black ini? Sejak pertama kali aku mendengar lagu ini, aku sudah merasa kalau lagu ini memiliki lirik lagu dengan arti yang sangat dalam. Hanya saja yang tidak aku sangka-sangka adalah bahwa prinsip “Ya sudah lah” ternyata merupakan suatu ilmu kehidupan yang sangat sulit untuk aku jalankan. Khususnya karena aku terlahir sebagai seorang melankolis sejati, yang konon selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk menjalankan kehidupannya dan juga karena sejak dulu aku selalu di ajarkan agar tidak pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Sehingga ketika mimpi-mimpiku yang begitu indah tidak pernah terwujud, dan ketika aku mulai kelelahan karena terus berlari mengejar anganku yang tidak pernah sampai, maka depresi mulai menghantuiku kembali.

Aku memang memiliki sejarah depresi. Puncak dari depresiku adalah saat SMU. Dimana saat itu aku sudah 2x melakukan percobaan bunuh diri, hanya karena kegagalanku di sekolah, patah hati dengan adik kelas, dan tekanan dari orang tua yang begitu besar untuk menjadikan aku seperti yang mereka inginkan. Untungnya lewat cara yang ajaib, Tuhan menyelamatkanku dari kematian dan perlahan-lahan menyembuhkan depresiku. Sekarang dengan cara yang lucu nan ajaib juga, Tuhan sedang memintaku mempelajari dengan sungguh-sungguh ilmu “Ya sudah lha” ini.

Aku pernah mendengar seorang teman menimpali pepatah “Quiter never win, Winner never quit.” dengan pepatah lainnya “Sometime quit doesn’t mean lose, but we quit because we prepare to be win.”

Seperti sedang mengendarai mobil, kadang kita tidak bisa terus berjalan lurus, tapi harus mundur dulu sedikit atau berbelok untuk akhirnya dapat meneruskan perjalanan. Tidak mungkin kan, kalau di depan kita ada tembok penghalang, lalu tetap kita tabrak hanya karena kita menganut prinsip “Pantang Mundur”?

Sehingga akhirnya aku mulai belajar, kalau memang aku harus berjalan mundur sedikit, “Ya sudah lah” mundur saja dulu, toh mungkin saja ketika aku berjalan mundur ternyata aku menemukan jalan keluar lain. Dan ternyata, beneran loh, ilmu “Ya sudah lah” ini yang banyak membantuku untuk bertahan dalam menghadapi hal-hal sulit akhir-akhir ini.


Read more......

Monday, August 29, 2011

Kabar

“Grey, apa kabarmu?”

“Aku baik.”

“Lama tidak mendengar kabarmu?”

“Iya neh. Saat ini kehidupanku sangat tenang. Setenang air di kolam, bahkan nyaris tanpa riak. Sampai-sampai aku tidak tahu harus menceritakan apa di blog Perjalananku ini.”


Read more......

Wednesday, July 20, 2011

0 (Kosong)


“Kosong adalah isi, isi adalah kosong.”
Bilangan 0 (kosong), artinya tidak negatif, juga tidak positif.
Sama seperti warna abu-abu, yang tidak hitam, juga tidak putih.
Sepertinya itulah kehidupan, tidak ada yang terlalu buruk, juga tidak ada yang terlalu baik.


Grey_S




Read more......

Thursday, June 30, 2011

Someone Like You

Bulan Agustus 2011 nanti mungkin akan menjadi salah satu bulan bersejarah dalam kehidupan seorang Grey Sebastian sepanjang tahun 2011 ini. Kenapa??

Satu, Agustus adalah bulan ulang tahun beberapa orang yang terpenting dalam hidupku. Tanggal 9 Agustus ulang tahunnya J, tanggal 12 ulang tahunnya bokap, tanggal 22 ulang tahunnya #mydearnomention, dan tanggal 26-nya salah seorang sahabat lama juga berulang tahun.

Dua, awal Agustus Choir kami akan kembali mengikuti lomba tingkat daerah Jakarta di salah satu pusat kebudayaan asing, dimana hasil lomba kali ini pasti akan sangat mempengaruhi konser yang akan kami adakan di bulan Oktober 2011.

Tiga, akan ada suatu event yang (cukup) besar buat diriku pribadi, yaitu untuk pertama kalinya aku harus bernyanyi solo di depan beberapa guru music yang cukup terkenal untuk di nilai secara personal. Rencana awal hingga saat ini aku akan diminta untuk menyanyikan minimal 3 lagu. 1 lagu pilihan dari pelatihku, 1 lagu untuk duet (kemungkinan besar All I Ask of You), dan lagu terakhir adalah lagu bebas, alias aku boleh memilih laguku sendiri.

Ketika salah seorang pelatihku mengatakan aku boleh menyanyikan lagu bebas, mendadak malah aku kebingungan memilih lagu. Karena seperti biasa, disaat aku harus memilih untuk diriku sendiri, aku pasti menginginkan yang paling pas untukku, termasuk dalam hal memilih lagu.

Sampai aku mendengar kata-kata ini dalam sebuah lirik lagu yang di putar di radio,

I heard That you're settled down. That you Found a girl And you're Married now. I heard That your dreams came true. Guess she gave you things I didn't give to you. Old friend, Why are you so shy? Ain't like you to hold back Or hide from the light. I hate to turn up out of the blue uninvited, But I couldn't stay away, I couldn't fight it. I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded That for me it isn't over. Never mind, I'll find someone like you. I wish nothing but the best for you too "Don't forget me," I begged; "I'll remember," you said "Sometimes it lasts in love, But sometimes it hurts instead." You know how the time flies. Only yesterday It was the time of our lives. We were born and raised In a summer haze. Bound by the surprise Of our glory days, I hate to turn up out of the blue uninvited, But I couldn't stay away, I couldn't fight it. I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded That for me it isn't over. Nothing compares, No worries or cares. Regrets and mistakes They are memories made. Who would have known How bittersweet this would taste?

Yup. Someone Like You-Adele mendadak selalu terngiang-ngiang di telingaku. Lagu ini mengingatkanku pada perasaanku terhadap seseorang. Seorang wanita yang kukagumi sekaligus kusayangi, namun tidak dapat kumiliki, karena ia sudah menikah dengan pujaan hatinya.

Bagiku, ia adalah seorang kakak yang akan selalu menjaga adik-adiknya, seorang pemimpin choir yang akan selalu menjadi motor bagi anggota-anggotanya, seorang sahabat yang selalu ada dan siap direpotkan oleh teman-temannya, juga sekaligus seorang guru yang akan selalu membimbing murid-muridnya.

Setahun mengenalnya, dan beberapa bulan terakhir selalu menghabiskan akhir pekan bersamanya, membuatku semakin kagum dan menyayanginya. Kebetulan ia adalah salah seorang yang akan ikut menilai performaku nanti. Maka lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan padanya, “Never mind cici, I’ll find someone like you.”

Grey_S


Read more......

Sunday, June 12, 2011

3 of 27

Sejak aku mulai dapat mengingat, seingatku baru kemarin oma-ku menciumku sambil menitikan air mata. Aku tidak tahu mengapa ia sampai menitikan air mata, padahal ciuman di pagi itu hanyalah ciuman biasa seperti yang setiap pagi ia lakukan sebelum aku berangkat bekerja.

Mungkinkah air mata itu karena ia teringat bahwa tepat 27 tahun yang lalu, aku hanyalah bayi yang baru di lahirkan?? Mungkinkah air mata itu karena ia teringat bagaimana perjalanan dan perjuangan merawat sang bayi selama 27 tahun itu sehingga menjadi seorang dewasa seperti sekarang sudah ia lewati?? Aku yakin iya, itulah alasannya ia menitikan air mata saat mencium keningku di hari ulang tahunku yang ke-27.

Bulan Juni bukan hanya menjadi bulan kelahiranku, pada awal bulan Juni pula seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidupku dan belahan jiwaku berulang tahun. Pada awal Juni 3 tahun yang lalu pula akhirnya aku memutuskan untuk memulai sebuah perjalanan batin, yaitu Perjalanan Grey.

Sama seperti oma-ku yang tidak terasa sudah mengurusku selama 27 tahun, aku pun tidak berasa sudah memiliki blog ini selama 3 tahun. Kalau aku membaca ulang blog ini dari awal, ternyata sudah cukup banyak pula perjalanan yang aku lewati dan pelajaran hidup yang aku dapatkan.

Dari awalnya aku tidak belum dapat menerima diriku sebagai homosexual, sampai sekarang aku merasa bahagia dengan diriku apa adanya. Dari awalnya aku takut berkenalan dengan teman-teman LGBT, sampai akhirnya aku mengenal cukup banyak orang dengan banyak karakteristik dan banyak permasalahan juga. Dari yang awalnya aku bisa banyak menghabiskan waktu untuk menulis, sampai akhirnya aku harus mencuri-curi waktu untuk bisa tetap menulis.

Argh... Semoga saja Perjalanan Grey ini bisa terus berjalan seiring dengan berjalannya usia sang pemilik blog dan tetap bisa menjadi media untuk membagikan kisah perjalanan si abu-abu ini.







Read more......

Sunday, June 5, 2011

Vietnam (Part 3)

Di hari ke-3 di Vietnam, aku sengaja tidak mengambil city tour karena setelah makan siang aku kan berangkat ke Hanoi untuk menikmati wisata alam di Halong Bay. Untungnya Hotel tempatku menginap sangat dekat dengan objek tujuan wisata. Sehingga setelah sarapan dan packing, aku bisa berjalan-jalan ke sekitar daerah Hotel sekalian mencari kantor pos untuk mengirimkan kartu pos kepada sahabatku yang berada di Italy.


Ternyata kantor pos terdekat dari Hotelku adalah kantor pos tertua di Ho Chi Minh, dan di depannya persis terdapat Gereja Katedral di Ho Chi Minh. Keduanya ternyata merupakan objek wisata yang paling sering di kunjungi wisatawan asing. Akhirnya sekalian aku mengirimkan kartu pos, sekalian aku foto-foto di kedua tempat tersebut.


Sebenarnya saat itu aku ingin sekali bisa masuk ke dalam gereja Katedralnya, sekalian berdoa di situ. Sayangnya saat itu ternyata sedang ada sakramen pernikahan sehingga gereja di tutup untuk umum untuk sementara waktu. Mereka memintaku untuk menunggu sehingga acara selesai bila masih ingin masuk ke dalam, namun karena keterbatasan waktu aku memilih untuk kembali ke hotel saja.

Setelah makan siang bersama tanteku, aku segera menuju airport untuk melanjutkan perjalananku ke kota Hanoi. Menurut jadwal seharusnya pesawatku akan take off sekitar jam 1.30 siang, namun ternyata penerbanganku di tunda sampai tiga kali dan baru take off sekitar pukul 5.30 sore. Dan yang sangat aku sayangkan, pemberitahuan keterlambatan tersebut hanya 30 menit sebelum waktu boarding yang seharusnya.

Karena keterlambatan tersebut, aku yang seharusnya sampai di Hanoi pukul 4.30 sore akhirnya baru tiba di sana pukul 8.30 malam. Aku langsung mencari taksi dan menuju hotel yang sudah di pilihkan oleh tanteku. Sekali lagi aku merasa sangat beruntung karena memiliki tante yang bekerja di bidang Tour and Travel, karena hotel yang dia pilihkan kembali ada di pusat kota sehingga dekat kemana-mana.

Sesampainya di hotel, aku segera check-in dan mencari makan malam. Staff hotel disana menyarankanku untuk pergi ke salah satu kedai dekat situ dan mencoba sejenis makanan khas Vietnam yang di jual disana. Karena aku tidak tau apa nama makanan tersebut, aku hanya memesan dengan menunjuk-nunjuk. Akhirnya aku mendapat setengah porsi ketan kuning yang di makan dengan potongan ayam rebus, kentang rebus, dan bawang goreng. Untung rasanya enak di lidah. Hehehhe... Setelah makan malam, aku langsung balik hotel, mandi, terus tidur.

Keesokan paginya setelah sarapan, aku di jemput oleh city tour setempat untuk pergi ke salah satu objek wisata paling terkenal di Hanoi yang juga merupakan UNESCO World Heritage Site, yaitu Halong bay. Perjalanan dari Hanoi ke Halong Bay kurang lebih 3 jam. Sesampainya kami di pelabuhan, tour kami bergabung dengan beberapa tour lain untuk bersama-sama naik kapal menuju Halong Bay.
Halong Bay sendiri merupakan sebuah teluk yang di tengah-tengahnya terdapat formasi dari beberapa bukit-bukit batu yang terbentuk secara alami karena iklim tropis yang basah selama 500 juta tahun.
Awalnya aku mengira tour ke Halong bay itu seperti tour ke pulau seribu atau tour Quicksilver di Bali, yang kami pergi mengunakan kapal menuju ke sebuah pantai di tengah teluk, lalu kami dapat berenang-renang atau bermain air disana. Ternyata tour di Halong Bay sedikit unik karena selama setengah hari itu, kami nyaris selalu berada di kapal, berfoto-foto dan makan siang pun di dalam kapal. Kami hanya turun sebentar di sebuah dermaga yang ternyata adalah Seafood Market, bermain perahu kayak, dan ke sebuah pulau yang memiliki gua dengan staglagmit alami yang sangat indah. Uniknya lagi, selama di dalam kapal tersebut, banyak perahu-perahu lain yang lebih kecil yang menghampiri perahu kami sekedar untuk menawarkan barang dagangan. Ternyata disitu juga ada pasar terapung seperti yang ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Aku kembali tiba di Hanoi dari wisata alam di Halong Bay, sekitar pukul 8 malam. Aku hanya punya waktu 30 menit untuk bersiap-siap karena teman lamaku Lina sudah menjemputku untuk makan malam bersama.

Lina adalah temanku yang aku kenal ketika aku berwisata di Inner Mongolia tahun 2008. Karena janjiku untuk menemuinya juga yang akhirnya membawaku menjejakan kaki di Vietnam. Kenapa harus bertemu di Vietnam?? Karena vietnam adalah negara terdekat yang paling mungkin untuk aku tempuh saat ini untuk menemuinya. Karena ia juga bukan orang Asia Tenggara, dan pekerjaannya memang mengharuskan dia untuk berpindah negara hampir setiap 1-2 tahun sekali.

Sebenarnya saat itu aku sudah pasrah, kalau pada akhirnya aku tetap tidak bisa menemui Lina karena kesibukannya yang luar biasa. Tapi sepertinya aku masih berjodoh dengannya karena mendadak ia juga mendapat tugas di Hanoi pada hari yang sama aku pergi ke Hanoi. Sehingga kami masih bisa mengatur jadwal untuk makan malam bersama meski hanya 2 jam saja. Dan kami berjanji untuk bertemu lagi suatu saat entah di negara mana lagi.

Berakhirnya malam itu, berakhir pula liburanku di Vietnam. 2 hari yang tersisa di Vietnam, aku hanya menemani tanteku bekerja, dan belajar menjadi consultant untuk orang-orang yang ingin berlibur ke Vietnam. So, kalau ada yang mau berlibur ke Vietnam kontak aku yah. Oh ya ada sedikit tambahan informasi, kalau kalian mencari Hotel di Hanoi untuk akomodasi, kalian juga bisa browsing di website Agoda.


Grey_S


Read more......

Monday, May 23, 2011

Vietnam (Part 2)

Karena hari pertama aku tiba di Ho Chi Minh sudah cukup malam, maka hari pertama aku hanya sempat makan malam di restorant Jepang dekat hotel, lalu berjalan-jalan sebentar di pasar malam Ben Thanh, dan lalu segera kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat.


Pagi harinya, sekitar jam 8.30 aku di jemput oleh pihak City Tour untuk berangkat ke Chu Chi Tunnel, yaitu daerah yang memiliki terowongan-terowongan bawah tanah yang di bangun ketika jaman perang. Terowongan-terowongan itu di buat sebagai tempat tinggal sekaligus tempat persembunyian kala itu.

Chu Chi Tunnel, menurut Tour Leader kami saat itu, masih di kategorikan sebagai hutan. Tidak heran sepanjang perjalanan untuk menuju kesana harus melewati kompleks pemakaman dan hutan karet, belum lagi di daerah Chu Chi Tunnel masih sangat banyak Lengkibang berkeliaran dimana-mana. Awalnya tentu saja aku kaget dan sangat jijik, tapi lama kelamaan aku menjadi terbiasa melihat lengkibang berkeliaran. Hanya ketika mau duduk beristirahat atau berfoto aku harus melihat sekeliling dulu, takut kejatuhan lengkibang.


Melihat arsitektur terowongan-terowongan yang ada si Chu Chi Tunnel membuatku sangat kagum dengan orang-orang Vietnam kala itu, karena mereka sanggup membuat tempat tinggal, tempat persembunyian, dan jebakan-jebakan di dalam tanah sekaligus.


Dan yang paling membuatku kagum adalah mereka bisa membuat dapur umum di bawah tanah, tanpa membuat perapian disitu kekurangan oksigen, tanpa membuat daun-daun yang menutupi atapnya terbakar, dan tanpa bisa di lacak oleh musuh karena cerobong asap dari dapur umum tersebut terletak minimal 100 meter dari lokasi dapur umum.

Namun meski aku mengagumi cara mereka bertahan hidup, pergi ke Chu Chi Tunnel membuatku bersyukur aku di lahirkan bukan di jaman perang. Karena aku tidak bisa membayangkan kalau aku harus mendengarkan suara tembakan setiap hari, harus tinggal di lorong-lorong kecil itu setiap hari, dan harus singgap untuk bersembunyi setiap saat.

Oh ya, di Chu Chi Tunnel kebetulan ada area untuk mencoba belajar menembak dengan senapan sungguhan dan peluru tajam. Biaya untuk membeli peluru-peluru itu pun tidak terlalu mahal, kurang lebih 150,000 – 400,000 VND per 10 peluru tergantung jenis peluru dan senapan yang ingin digunakan.

Aku mencoba menembak dengan senapan model M60 (kalau tidak salah), baru saja masuk tembakan ketiga telingaku sudah berdenging, padahal aku sudah menggunakan pelindung telinga. Belum lagi selongsong-selongsong peluru yang masih panas berloncatan keluar setiap kali aku menembak, membuat 10 butir peluru itu sangat banyak untukku.


Sepulang dari Chu Chi Tunnel, waktu masih siang. Aku menemui mama dari tanteku dulu, lalu kami makan siang bersama di kedai depan hotel. Lalu setelah itu kami pergi berbelanja di pasar Ben Thanh, yang hanya berjarak kurang lebih 10 menit jalan kaki dari hotelku.

Pasar Ben Thanh mirip-mirip dengan pasar Pagi di Jakarta. Disana dijual segala jenis pernak-pernik dan oleh-oleh khas Vietnam. Dan yang paling banyak tentu saja kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, dan kopi Vietnam.

Belanja di pasar, mau di Indonesia, di China, maupun di Vietnam tentu saja harus bisa menawar harga. Begitu juga di pasar Ben Thanh, kita harus menawar minimal 60% dari harga yang mereka buka karena dari situ kita baru akan mendapatkan harga tengah yang cocok untuk barang yang kita ingin beli dan ada baiknya juga kita membandingkan harga dari toko lain.

Habis puas berbelanja aku pulang ke hotel, dan bersiap-siap untuk makan malam bersama dengan keluarga tanteku. Kami makan malam di Restaurant Quan An Ngon, restaurant yang menjadi tujuan wisata kuliner nomor dua di Vietnam. Namun seperti kebanyakan restaurant di Vietnam, makanan-makanan di Quan An Ngon juga kebanyakan mengandung pork.

Selesai makan di Quan An Ngon, kami berjalan-jalan sebentar sebelum kembali ke hotel. Kami berfoto-foto sebentar di taman yang kami lewati. Sekali lagi aku kagum dengan Vietnam, meski negara ini bukanlah negara yang kaya dan penduduknya juga masih sulit untuk menaati peraturan lalu lintas yang berlaku, namun mereka sangat menjaga tata kota.

Masih banyak taman-taman yang dapat di jadikan tempat bersantai dan bermain bagi penduduk disana. Tamannya pun di lengkapi dengan berbagai peralatan olahraga yang di Indonesia mungkin hanya bisa di temui di tempat gymnasium. Belum lagi pohon-pohonnya yang sangat rindang membuat nyaman orang-orang yang ingin beristirahat sejenak setelah berjalan kaki seharian.

Meski melelahkan, hari itu aku sangat menikmati jalan-jalanku.


*** to be continued ***


Read more......

Wednesday, May 18, 2011

New Journey : Vietnam (Part 1)

Seperti yang pernah aku katakan beberapa waktu yang lalu, meski aku sudah semakin jarang online dan beberapa account atas nama Grey sudah tidak aktiv lagi, namun Perjalanan Grey akan terus berlanjut.

Dalam perjalanan kali ini, aku sedang berkunjung ke Vietnam. Negara dimana tanteku sedang mencari sesuap nasi dan segenggam berlian, dengan membuka bisnis Tour and Travel. Jadi jangan kaget yah kalau suatu saat Blog Perjalanan Grey ini tiba-tiba berubah menjadi Biro Perjalanan Grey, karena memiliki bisnis sendiri khususnya dalam bidang Tour and Travel juga merupakan salah satu impianku. Sehingga saat kemarin tanteku menawarkan peluang tersebut, mendadak aku merasa impianku berada di depan mata.

Ok back to topic. setelah sekian lama mempersiapkan perjalanan kali ini, dan banyaknya rintangan sebelum berangkat (dari target pekerjaan yang tidak selesai-selesai, tiket yang sempat di batalkan sepihak oleh maskapai penerbangan AA, salah terminal, sampai penerbangan yang di delay) akhirnya hari kamis sore tanggal 12 May 2011 pukul 17.00 aku berangkat juga ke Ho Chi Minh City.

Di dalam pesawat aku bertemu salah seorang anggota inti Q-munity yang ternyata sedang berlibur ke Vietnam juga bersama ibunya. Karena hotel tempat kami menginap berlokasi tidak terlalu jauh, kami pun berbagi taxi yang sama. Taxi yang kami gunakan saat itu adalah Vinasun. Di Vietnam, taxi yang direkomendasikan adalah Vinasun atau Mailinh Taxi. Dan dikarenakan warga Vietnam mayoritas tidak dapat berbahasa asing, ada baiknya memesan taxi lewat jasa pemesanan yang tersedia di bandara. Meski sedikit lebih mahal dari pada mengambil taxi dari luar tapi setidaknya di bandara ada yang bisa membantu kita untuk berkomunikasi.

Oh ya, sekedar informasi. Ada baiknya dari Indonesia membawa mata uang dollar saja, dan baru di tukarkan ke dalam Vietnam Dong sesampainya di bandara Vietnam. Hal ini dikarenakan sulitnya mencari VND di Indonesia, seandainya ada pun jumlahnya terbatas dan nilainya lebih mahal dari yang seharusnya.

Penginapanku berada di distric 1, daerah tersebut merupakan pusat kota, sehingga banyak sekali pilihan hotel di daerah tersebut dan harganya kurang lebih seragam, sekitar US$ 50 / malam untuk hotel bintang 3-nya. Kalau yang memang ingin jalan-jalan, menginap di Hotel bintang 3 sudah lebih dari cukup, karena standard hotel bintang 3 disana cukup bagus, dan sangat bersih.

Selama di Ho Chi Minh aku menggunakan hotel Kingston, yang merupakan rekomendasi ke-2 dari tanteku. Rekomendasi pertama adalah hotel Blue Diamond, sayangnya saat itu Hotel Blue Diamond sedang terisi penuh. Namun meski aku menginap di Hotel Kingston, nyaris setiap hari aku menemani tanteku meeting di Hotel Blue Diamond. Dan aku sangat puas dengan pelayanan dari kedua hotel tersebut.

Kedua hotel tersebut, sangat dekat dengan pasar Ben Than (Pasar pagi-nya Ho Chi Minh dan merupakan salah satu pasar yang paling terkenal disana), kurang lebih hanya 5 menit berjalan kaki dari Hotel menuju pasar Ben Than. Aneka jenis barang di jual di pasar tersebut, dari pernak-pernik, pakaian, sepatu, tas, sampai beraneka makanan khas Vietnam di jual di pasar tersebut.

Btw, ceritanya aku lanjut besok lagi yah. Ngantuk neh...

*** To be continued ***


Read more......

Wednesday, May 11, 2011

Promise



Bagi sebagian orang janji hanyalah tinggal janji, bagiku janji adalah hutang yang harus lunas sebelum ajal menjemputku.

Dan esok adalah hari pemenuhan janjiku pada seseorang yang kusebut sahabat.



Read more......

May


Bulan May setahun lalu, lewat sebuah pertemuan yang tidak diduga, aku bertemu dengan seseorang yang sangat berarti bagiku, yang hingga kini masih bertahta di hatiku.

Bulan May tahun ini, aku akan memenuhi janjiku kepada seorang sahabat untuk menemuinya lagi di kota tempatnya bekerja saat ini.

Dua orang dengan nama yang sama. Dua orang putri impianku, yang selamanya hanya akan hidup dalam impianku. Dua orang yang sama-sama menjadikan bulan May sebagai bulan penuh kenangan.

May... Maybe Yes, Maybe No. Bulan penuh harapan, bagi orang-orang yang masih berharap. Untukku inilah saatnya kembali ke dalam realitas kehidupan.



Grey_S


Read more......

Tuesday, April 19, 2011

Perjalanan (masih) berlanjut

Sepertinya setiap hari waktu berlalu semakin cepat. Tidak terasa sudah sebulan lebih sejak terakhir kali aku meng-update blog. Sudah hampir setahun aku pula sejak terakhir kali aku menulis di Majalah Online. Sepertinya kemampuanku untuk menulis dan bertutur sudah menghilang.

Padahal selama aku tidak menulis, bukannya tidak ada waktu atau bahan untuk di ceritakan. Perjalanan hidupku tetap berjalan kok, meskipun blog Perjalanan sedikit stuck. Drama kehidupanku juga masih terus bergulir, meskipun aku mati-matian untuk tidak melanjutinya. Bukan pula aku ingin menutup diri dan berhenti berbagi kisah dengan teman-teman, namun sepertinya semakin banyak hal yang ingin aku ceritakan malah semakin membuatku tidak sanggup mengucapkan atau menuliskan sepatah kata pun.

Kadang terpikir olehku untuk menutup saja Blog ini, sama seperti account-account lain atas nama Grey Sebastian yang sudah kututup satu per satu, tapi inilah satu-satunya rumahku. Tempat aku bisa berceloteh dengan (seharusnya) tanpa beban. Lagi pula, dulu, ketika akhirnya aku memutuskan untuk membuka diriku lewat blog, aku memang menginginkan blog ini untuk menjadi saksi sejarah kehidupanku. Untuk menjadi catatan jatuh bangunnya aku dalam menjalani hidup. Untuk menjadi media “BERBAGI” kisah dan pengalaman. Karena aku tidak ingin seperti Laut Mati, yang tidak memiliki kehidupan karena tidak bisa berbagi.

Bicara tentang “BERBAGI”, tema paskah tahun ini sangat singkat, jelas, padat, dan menohok yaitu “MARI BERBAGI”. Tapi ntah kenapa setiap membaca tema itu yang terlintas di kepalaku pertama kali adalah judul film-nya Kalyana Shira yang BERBAGI SUAMI. Sigh. Mungkin ini karena aku masih punya sentimen (dendam) pribadi pada orang-orang yang sudah menikah atau sudah memiliki partner tapi masih suka cari pacar di luaran a.k.a selingkuh.

Buat teman-teman yang kenal aku, mereka pasti tau prinsip hidupku. Aku rela berbagi apapun, kapanpun, dengan siapa pun kecuali berbagi tubuh dan cinta kekasihku. Jangan pernah mencoba menawar prinsip itu, karena itu adalah HARGA MATI dan satu-satunya standarku dalam mencari pasangan. Aku tidak rela di madu, apalagi hanya di jadikan madu, kecuali kekasihku nanti rela di racun.

Sebenarnya nulis-nulis itu enak lho. 2 jam aku berusaha nulis, selama 2 jam ini pula aku berhasil melupakan masalah-masalahku yang sedang terjadi di kantor maupun di kehidupan sosial-ku. Minimal aku lupa kalau aku masih patah hati (lagi), aku lupa kalau deadline pajak semakin hari semakin dekat, aku juga lupa kalau BB-ku semakin sering error dan sepertinya ia sudah ingin mengundurkan diri dari dunia perBBan sedangkan aku belum punya budget untuk mencari penggantinya.

Udah ah, sekian dulu update-an hari ini yang GaJeBo. Nanti kalo ada waktu aku akan mensharingkan cerita-cerita selama aku menghilang beberapa waktu ini. Aku belum cerita kan kalau adikku satu-satunya sedang mengandung 9 minggu? Kalau aku sedang menikmati pekerjaanku yang berjibun tapi membuatku banyak belajar dan dapat kembali bermimpi? Kapan-kapan aku akan menceritakan semua itu.


Grey_S


Read more......

Monday, March 14, 2011

Just a big baby


Dulu ada yang pernah ada seseorang yang mengatakan padaku, bahwa aku mirip seorang bayi. Bayi besar.

Dia menyebutku demikian karena menurutnya sikapku masih menyerupai anak bayi; yang senang di perhatikan, yang mudah deket dengan siapa saja yang bersikap manis terhadapku, yang tidak bisa melawan saat diserang, dan hanya bisa menangis atau uring-uringan saat merasa kesal.

Dan sepertinya dia ada benarnya.




Grey_S


Read more......

Friday, March 11, 2011

Antara cinta dan persahabatan


Cinta dan persahabatan mungkin adalah dua anugerah terindah yang dapat dimiliki oleh semua orang. Dapat hidup bersama orang-orang yang kita cintai dan dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang selalu mendampingi baik dalam suka maupun duka, mungkin adalah kebahagian terbesar yang selalu didambakan oleh semua orang.

Namun ada kalanya ternyata cinta dan persahabatan tidak dapat berjalan beriringan. Ada yang kekasihnya dan sahabatnya ternyata saling bertolak belakang dan saling tidak menyukai, ada yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri sehingga akhirnya mengacaukan hubungan yang sudah ada. Dan ternyata yang paling menyakitkan diantara itu semua adalah bila kita dan sahabat ternyata mencintai orang yang sama.

What the Drama?? Cinta segitiga kan cuma ada di sinetron-sinetron atau telenovela atau cerita-cerita picisan?? Mungkin itu yang ada di pikiran kalian saat ini. Aku pun ingin berpikiran seperti itu. Sayangnya aku sudah pernah mengalami kejadian yang mirip hanya berbeda waktu dan tokoh.

Dulu ketika aku masih remaja dan duduk di bangku SMU, aku pernah mencintai gadis yang sama dengan yang di taksir oleh kedua sahabat lelaki-ku, Ndi dan Gus. Kami bertiga mati-matian merebut perhatian Stella, putri impian kami, meski saat itu aku masih tidak berani berterus terang bahwa aku juga mencintai Stella.

Dan ternyata drama percintaan kami saat itu malah berakhir tragis, dengan pecahnya persahabatanku dengan Ndi dan Gus. Kedua sahabatku itu bertengkar karena berebut Stella, dan aku tidak dapat memihak salah satu pun dari mereka, karena hati kecilku juga tidak dapat merelakan Stella untuk salah satu dari mereka.

Sekarang, setelah lewat beberapa tahun, aku kembali mencintai wanita yang sama dengan sahabatku. Ingin rasanya aku menjadi seorang bitch untuk merebut hati gadisku, menghapus penyesalan di masa lalu saat aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk merebut hati gadis yang kucintai, tapi melihat kebahagian yang terpancar dari wajah sahabatku, membaca status-statusnya yang penuh dengan cinta, sikapnya yang polos, semakin membuatku tidak tega merusak kebahagiaannya.

Munafik kah aku?? Yah I think yes. Saat ini aku merasa menjadi orang yang munafik saat ku katakan, aku baik-baik saja. Aku munafik bila kukatakan aku tidak cemburu. Aku juga munafik bila kukatakan, aku merelakan mereka hidup bahagia. Hati kecilku ingin sekali memutar balikan keadaan, tapi aku sungguh aku tidak tau harus berbuat apa.


Dan yang paling kuinginkan saat ini adalah menghilang.


Grey_S


Read more......

Wednesday, March 2, 2011

Jangan Cemas



Jangan Cemas.” Kata-kata itu tiba-tiba saja terdengar di telingaku, melalui suara Pastor ketika membacakan Injil pada misa hari minggu kemarin.

Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan dan minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” - Matius 6:24-34

Plakkk... untuk kesekian kalinya aku kembali merasa tertampar dengan bacaan tersebut. Padahal belum lama, aku pernah menulis tentang seorang Nenek yang dapat meninggal dalam damai karena beliau tidak pernah merasa khawatir dengan rejeki yang telah Tuhan atur. Sehingga beliau dapat bekerja di jalan Tuhan dengan sebaik-baiknya dan menjadi berkat bagi orang lain, meski semasa hidupnya beliau hidup dalam kondisi yang sangat pas-pas-an. Tapi akhir-akhir ini aku sendiri juga yang dilanda perasaan khawatir yang berlebihan.

Saking terlalu memikirkan kekhawatiranku, sudah beberapa minggu aku tidak dapat tidur dengan nyenyak. Untung saja aku belum mencoba menimbang berat badan, jangan-jangan berat badanku pun sudah merosot cukup banyak. Hahhahahhahha.... *lebay*

Berawal dari keputusan rekan kerjaku untuk mengundurkan diri dari kantorku yang sekarang, hal ini membuatku harus double job dan double responsibility. Sedangkan aku sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pekerjaan dan tanggung jawab rekanku itu tidak kecil. Bahkan setelah mempelajari pekerjaannya selama beberapa minggu terakhir ini, ada satu hal lagi yang menjadi kekhawatiran terbesarku. Aku takut tergoda dengan segala KUASA yang dipercayakan atasanku kepadaku. Karena ternyata sistem keuangan dalam perusahaan kami hanyalah bermodalkan kejujuran.

Tiba-tiba saja setan dan malaikat berperang di dalam pikiran-pikiranku. Tiba-tiba saja semua ke khawatiranku tentang masa depanku dan beban ekonomi saat ini, berkelibat terus-menerus di kepalaku. Tiba-tiba saja aku merasa sebagai seseorang yang harus dikasihani karena tidak semua hal yang aku inginkan dapat terpenuhi. Tiba-tiba saja aku merasa sebagai orang paling miskin di dunia, sehingga aku membutuhkan uang yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhanku. Sigh.

Bagaimana pun juga aku masih manusia yang membutuhkan uang dan materi untuk bertahan hidup. Apalagi dengan tekanan-tekanan ekonomi saat ini, siapa orang yang tidak membutuhkan uang untuk bertahan hidup? Siapa orang yang tidak mau mendapatkan uang dengan cara mudah? Siapa yang tidak mau dipandang oleh semua orang karena banyak duit dan memiliki kuasa?

Ah untung saja hari minggu kemarin aku masih sempat ke gereja. Untung saja aku membicarakan kekhawatiranku ini kepada sahabatku. Sehingga akhirnya aku tahu kemana aku harus melangkah saat ini. Dan aku sudah tidak mau pusing dengan semua kekhawatiran-kekhawatiranku itu.

Melalui bacaan injil hari minggu kemarin dan melalui pembicaraanku dengan sahabatku, aku yakin, dengan bimbingan Tuhan dan Roh Kudus aku akan dapat melewati godaan-godaan ini. Karena tanpa aku harus berbuat curang, aku yakin Tuhan tetap TIDAK AKAN membiarkanku hidup dalam kekurangan, sama seperti burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai, namun tetap diberi makan oleh Bapa di Sorga.

Grey_S


Read more......

Thursday, February 17, 2011

Bodoh


I love her, she’s not into me.

She love me, i’m not into her.

Bagaikan sebuah Dejavu, kisah lama terulang kembali.

Kata-kata yang tak terucap.

Perasaan yang tak tersampaikan.

Kesalahpahaman yang terjadi.

Lingkaran setan yang ku benci.

Drama yang ingin kuhindari.

Kegalauan yang tak bisa kupungkiri.

“Mati saja lah kau.” Kata setan di telingaku.

Aku pun terdiam.

Kebingungan.

Dan menjadi bodoh.




Read more......

Friday, January 28, 2011

Bukan orang yang sempurna


Sejak kecil akulah sang sutradara dalam hidupku. Aku sudah mengatur semua yang ingin aku lakukan. Aku sudah mengatur semua kegiatanku. Aku sudah merencanakan semua masa depanku. Aku pun selalu memperhitungkan sebab dan akibat yang akan terjadi dengan keputusanku. Sehingga ketika semua berjalan tidak sesuai dengan rencana dan perhitunganku, aku pasti akan marah dan tidak dapat menerima dengan mudah. Aku akan mengambek dan menangis sampai apa yang aku inginkan terpenuhi.

Seiring dengan berjalannya waktu aku menjadi semakin dewasa dan sedikit lebih mampu untuk menahan amarahku. Namun aku tetaplah sang sutradara dalam hidupku. Aku tetap selalu mengatur semua yang ingin aku lakukan, aku tetap selalu merencanakan masa depanku, aku tetap selalu memperhitungkan sebab dan akibat dari perbuatanku. Sehingga ketika semua tidak berjalan sesuai dengan rencanaku, aku akan marah dan tetap tidak dapat menerima dengan mudah.

Bila dulu aku bisa menangis dan mengambek kepada orang tuaku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, maka kali ini Tuhanlah yang paling sering menjadi sasaran kemarahanku dan rengekanku.

Sering aku merasa Tuhan tidak adil terhadapku. Semua yang sudah sempurna aku rencanakan dan aku targetkan tidak pernah mudah aku dapatkan. Padahal banyak orang lainnya begitu mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Begitu pula dalam kehidupan cintaku, aku harus selalu kehilangan dan mengalami penolakan dari orang-orang yang aku cintai. Padahal orang lain begitu mudah berganti-ganti pasangan.

Ketika orang lain begitu mudah mengucapkan kata Cinta, maka aku tidak akan pernah sembarangan mengucapkan kata sakral itu. Aku selalu meyakinkan diriku terlebih dahulu, bahwa aku akan dapat mencintai kekasihku itu baik dalam suka maupun duka. Bahwa aku akan dapat menerima ia dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Bahwa aku dapat setia kepadanya hingga maut memisahkan kami. Dengan begitu, aku siap menjadi pasangan yang sempurna baginya dan membawanya ke dalam hubungan yang juga sempurna menurut rencanaku.

Tapi ternyata ada satu hal yang sudah lama ku tahu, selalu ku ingat, namun tidak pernah aku sadari. NOBODY’S PERFECT. Aku tidak akan pernah menjadi pasangan yang sempurna bagi kekasihku kelak.

Jika aku bisa menerima kelemahan dan kelebihan kekasihku, jika aku akan mencintainya dalam suka maupun duka, jika aku sanggup setia sampai akhir hayat, jika aku mampu melakukan apapun yang iya minta, itu semua pastilah karena ia adalah orang yang aku cari. Pastilah karena ia adalah orang yang dapat membuatku jatuh cinta dan tergila-gila. Orang yang mampu membuatku menutup mata dan hatiku untuk orang lain karena hanya ia lah yang akan selalu ada dalam hatiku.

Namun bagaimana bila ia bukanlah orang yang aku cari? Bagaimana bila ia bukanlah orang yang mampu membuatku jatuh cinta? Sanggupkah aku menerima kelebihan dan kelemahannya? Sanggupkah aku mencintainya dalam suka maupun duka?? Sanggupkah aku setia hingga akhir hayat?

Aku tidak tahu.
Karena ternyata aku bukanlah orang yang sempurna.


Grey_S


Read more......

Tuesday, January 25, 2011

Ada ngga seh??

Beberapa hari yang lalu, pagi-pagi (menjelang siang) gue dikagetkan dengan sebuah e-mail dari kanjeng ratu Fa, subjectnya : LESBIAN DATING SITE.

Gue udah deg-deg-an aja karena mengira email itu berisi berita bahwa ada LESBIAN DATING SITE yang bakal di block. Secara sudah ada gosip yang beredar bahwa MJ, Fridae, dan beberapa dating site sudah di block oleh provider internet di Indonesia untuk memenuhi permintaan Mr. Miskominfo.

Ternyata eh ternyata, Kanjeng Ratu Fa cuma mau nyampein pertanyaan dari salah seorang blog readernya yang nanya begini :

Mas Fa, gay Indo kan punya forum tuh, Boyz forum, juga ada MJ jadi dating sitenya. Lha kalo Lesbi Indo ada ngga sih forum atau dating sitenya?? Hehe.. thx ya maaasss.“ ------ Co-Pas dari e-mail.

Gue hampir teriak “ADAAAAAA!!!!” untung aja gue keingatan kalau gue lagi di kantor bukan di lapangan. Jadi dengan tampang Cool, meski sambil senyum-senyum sendiri, gue reply e-mail Kanjeng Ratu :

Bilangin ADA! Buka aja www.satupelangi.com .”

Memang sih forum satupelangi.com bukanlah sebuah dating site seperti yang dikira banyak orang, tapi merupakan sebuah forum KHUSUS LESBIAN dimana para lesbian Indonesia bisa saling berkenalan dan berbagi cerita. Syukur-syukur dari perkenalan tersebut akhirnya dapat bertemu pujaan hati atau minimal orang-orang yang bisa dipercaya sebagai sahabat.

Oh ya, kenapa gue sebut satupelangi.com adalah forum KHUSUS LESBIAN?? Karena memang Men are forbidden here.

Untuk para lesbian yang merasa tidak masalah bergaul dengan para pria (baca : Gay), ada forum lain yang bernama www.guyzlife.com . Namun seperti namanya, forum tersebut memiliki lebih banyak anggota gay yang aktiv dibandingkan para lesbiannya.

Selain kedua forum diatas, sebenarnya akhir-akhir ini komunitas lesbian di Indonesia juga sudah cukup banyak dan berkembang, baik dengan aktivitas-aktivitas online maupun offline. Contohnya : untuk yang ingin berbagi cerita dan memiliki bakat menulis indah namun masih sangat tertutup, kalian dapat mengirimkan tulisan ke majalah online www.sepocikopi.com . Untuk yang sudah berani out di muka umum, membutuhkan bantuan hukum dan konsultasi lainnya ada Institute Pelangi Perempuan dan Ardhanary Institute yang dapat dihubungi di sekretariat masing-masing. Dan untuk para pecinta film dan kegiatan seni lainnya yang bertema LGBT juga dapat bergabung di Q-munity.

Bahkan mungkin saja selain komunitas-komunitas yang gue sebutkan di atas, masih ada komunitas-komunitas lesbian lainnya yang gue ngga tau (saking banyaknya). Jadi kalau kalian lesbian (masih denial / baru sadar kalian lesbian), belum kenal siapa-siapa, masih merasa sendiri, jangan takut. Kalian tidak pernah sendiri karena gue dan teman-teman lesbian lainnya akan selalu ADA untuk kalian.


Grey_S


Read more......

Sunday, January 2, 2011

#2011 Resolusi

Buset yah ngga berasa banget 1 tahun lagi sudah lewat. Januari 2010 kemarin, gw baru aja di anugrahkan adik sepupu lagi, ehhh sekarang tuh anak udah bisa lari-lari. Gw sampe cape nuntun-nuntunnya. Mana badannya udah berat banget lagi, aku gendongnya aja udah ngga bisa lama-lama. Pinggang bisa encok. Maklumlah bawaan umur. Huahahhahhaa....

Perasaan juga baru kemarin gw masuk ke perusahaannya temen om gw, ehhh sekarang gw malah udah 3 bulan di perusahaan yang lain lagi. Hahhahahhaa....

Waktu sudah semakin cepat berlalu, kesempatan-kesempatan yang datang pun mungkin akan semakin jarang kita dapatkan bila tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka itu aku ingin membuat sedikit resolusi untuk tahun 2011 ini. Yah sekedar beberapa target yang harus aku capai untuk naik lagi ke level kehidupan yang selanjutnya.

Resolusi 2011-ku yang pertama adalah, aku harus segera ambil kuliah lagi untuk jenjang S2. Kenapa harus sekarang?? Karena kebetulan sekali Tuhan memberikan aku sebuah pekerjaan di kantor yang tidak mewajibkan aku untuk lembur setiap hari, juga yang kemacetannya masih dalam tahap wajar menurutku. Sehingga otomatis saat ini aku punya waktu yang cukup berkualitas, yang akan sangat di”SAYANG”kan bila tidak dapat kupergunakan sebaik mungkin.

Resolusi 2011-ku yang kedua, berhubungan dengan hati dan cinta. Eitt jangan mikir aku mau segera cari pacar yah. Udah cape kalo urusan pacar mah. Untuk saat ini mencari kekasih mah urusan nomor sekian dulu deh.

Aku mau lebih serius di dunia music dan tulisan. Itu resolusi-ku yang ke2. Kenapa?? Karena ternyata eh ternyata, aku memiliki panggilan hati yang cukup kuat di bidang seni. Ternyata aku mencintai seni music dan tulisan lebih dari yang aku sadar. Sejauh apa pun aku pergi, pasti ujung-ujungnya aku akan tetap mencari Group Choir untuk bergabung dan bernyanyi bersama. Sesibuk apapun aku dalam pekerjaan kantor, ternyata kerinduan untuk tetap menulis itu masih ada. Dan rindu yang terpendam tentu saja sering menyesakkan dada. *haizzzz Grey bahasanyaaaaa*

Meski saat ini aku sudah jarang update blog, atau nulis-nulis lagi di Media online lainnya. Meski kemampuan menulisku sepertinya stuck di titik yang itu-itu saja, tapi ternyata aku masih selalu merindukan Blog ini juga. Maka itu ingin semakin serius memperdalam dunia seni musik dan penulisan.

Oh ya, tahun ini Choir tempatku bergabung akan mengadakan Mini Concert di luar gerejaku. Itu artinya kami akan mulai GO PUBLIC. Bukan hanya untuk konsumsi umat gereja saja, tapi juga untuk masyarakat luar. Dan untuk bisa ikut serta dalam Mini Concert tersebut, tentu saja aku tidak bisa hanya mengandalkan latihan seminggu sekali di tempat latihan. Minimal aku harus berusaha memperbaiki kualitas bernyanyi-ku. Karena saat ini aku memang still nothing, alias masih pas-pas-an banget. I HOPE I CAN JOIN IN THAT CONCERT.

Resolusi 2011-ku yang terakhir, masih juga berhubungan dengan hati dan cinta. Tahun lalu aku sudah mendapatkan cukup banyak cobaan tentang orang-orang yang aku sayangi, yang keberadaan mereka hampir saja terenggut dari sisiku. Dan kemarin tiba-tiba aku disadarkan bahwa selama ini aku masih cukup egois, karena aku hanya selalu ingin disayang dan didampingi. Tapi begitu orang-orang yang aku sayang butuh pendampingan dari aku, aku malah kabur dari kenyataan dan mati-matian berusaha menghibur diri sendiri.

Maka itu untuk tahun ini, aku hanya ingin memohon agar Tuhan memberikan aku kekuatan lebih, kesabaran lebih, dan hati yang lebih besar untuk dapat mendampingi orang-orang yang aku sayang melewati masalah-masalah mereka. Untuk dapat mencintai mereka, dengan cinta yang membebaskan.

Sekian update-an malam ini. Maaf telat mengucapkan :
SELAMAT TAHUN BARU 2011 UNTUK TEMAN-TEMAN SEKALIAN. SEMOGA APAPUN RESOLUSI KITA TAHUN INI, DAPAT TERWUJUD SEMUANYA. AMEEEENNNNNN.




Read more......