Sunday, September 5, 2010

Batavia 2010


Batavia, nama lain dari Jakarta, pada masa Belanda. Kota tempat kelahiranku dan tempatku di besarkan. Kota dimana semua kenangan manis dan pahit tercampur menjadi satu. Kota yang sebenarnya kurang aku cintai dan ingin segera kutinggalkan bila ada kota lain yang ingin menampungku.

Setelah 26 tahun lebih tinggal di kota ini, yang dulu disebut Batavia, baru hari Kamis kemarin aku menikmati duduk-duduk santai di Café Batavia, di lanjutkan dengan jalan kaki di sekitar museum Fatahillah.

Melihat beberapa penjual kerak telor, makanan khas betawi. Orang-orang yang berkumpul dengan teman-temannya, atau pasangan yang sedang dilanda cinta, ditambah dengan suasana malam yang cukup dingin karena habis hujan dan suara kembang api menjelang lebaran. Membuatku dapat merasakan sisi romantis dari Jakarta yang biasanya begitu keras, menyebalkan dan menakutkan.

Mungkin memang sudah waktunya aku belajar mencintai, meski bukan pada hal-hal yang aku sukai.


Read more......