Friday, December 31, 2010

#2010Memories

Berlibur bersama adik-adik sepupu yang masih ABG. Mendapatkan sepupu kecil yang baru. Mendapatkan pekerjaan baru. Gagal dalam bisnis (lagi). Mendapat kepercayaan menjadi Project Manager. Mendapat kabar buruk tentang kesehatan oma-ku. Mengerti artinya “Uang tidak dapat membeli waktu”. Kembali ke Negara penuh kenangan, meski hanya untuk 2 minggu. Menemukan panggilanku untuk kembali ke dunia seni. Jatuh Cinta pada pandangan pertama. Patah hati (lagi). Mendapat pekerjaan yang lebih baik. Memiliki waktu yang cukup berkualitas. Ikut serta dalam “Drama” FPI. Mendapatkan sahabat baru. Kembali merasa kehilangan.


Semua yang ku tulis diatas adalah sebagian kejadian-kejadian yang terjadi dalam 1 tahun ini. Bagaikan roda yang berputar, hidupku naik-turun silih berganti. Senang - sedih - senang - sedih - senang (lagi) - sedih (lagi) - sehingga akhirnya aku merasa jenuh sendiri.

Entah memang baru tahun ini aku merasa kehidupanku begitu bergejolak bagaikan drama, atau memang aku baru terbangun sekarang setelah tertidur selama puluhan tahun. Namun sesungguhnya aku merindukan kedamaian hidup.

Malam ini aku ingin merenung untuk semua yang sudah terjadi selama 2010.

Selamat tinggal 2010, selamat datang 2011.


Grey_S



Sunday, December 26, 2010

Have yourself a little merry Chirstmas

Have yourself a merry little Christmas
Let your heart be light
From now on your troubles will be out of sight

Have yourself a merry little Christmas
Make the Yuletide gay
From now on your troubles will be miles away

Here we are as in olden days
Happy golden days of yore
Faithful friends who are dear to us
They gather near to us once more

Through the years we all will be together and
If the fates allow
Hang a shining star upon the highest bow
And have yourself a merry little Christmas now

Lagu ini adalah Soundtrack gw for this year. Entah mengapa lagu ini seakan-akan dibuat untuk gw. Mulai dari lyric dan music-nya yang bikin gw langsung suka sama lagu ini, trus lagu ini menyertai hal-hal penting gw untuk Natal ini. Lomba Choir, Mini Concert, sampe tugas di gereja lagu ini selalu ada.



Merry belated Christmas 2010 Friends. Whatever did on your life this year, Have yourself a Merry little Chirstmas.


Grey_S




Monday, December 6, 2010

AMB (Air Mata Banci)

Pernahkah kamu mengalami 80 hari yang begitu luar biasa? Sehingga membuatmu tidak dapat melupakan 80 hari itu untuk selamanya. Aku baru sadar kalau aku juga pernah memiliki 80 hari itu. 80 hari dari perkenalan, menyadari aku jatuh cinta padanya, hingga menyadari aku harus merelakannya.

Tapi tenang saja, aku tidak mau berlama-lama hidup dalam kenangan. Lagian 80 Days itu hanyalah salah satu judul film di Jiffest 2010 kemarin yang membuatku sangat terkesan. Kisah tentang 2 orang oma-oma berusia 70 tahunan yang baru menyadari bahwa mereka saling mencintai justru setelah mereka terpisah selama lebih dari 50 tahun. Kisah yang indah. *dengan mata berkaca-kaca*

Jadi kepikiran sih, apakah aku juga baru akan menemukan cinta sejatiku saat aku berusia menjelang 70 tahun?? Hmm….. *Huaaaaaaaaaa jangan sampe dong*

Film 80 Days juga membuatku sedikit melupakan tentang My Lovely Mac yang sedang “sakit”, yang sakitnya ntah dapat disembuhkan atau tidak. Hiksss… haruskah aku berpisah dengan My Lovely Mac??? *Hiksssss Hatiku perih*

Aku dan My Lovely Mac baru bersama setahunan lebih, tapi mengapa kami dipisahkan dengan begitu menyakitkan. Hiksssss…. My Lovely Mac terkena samber petir di hari itu. Hari dimana hujan begitu lebat. Padahal saat itu baru saja aku membiarkan My Lovely Mac beristirahat tapi ternyata ia harus beristirahat untuk selamanya. *Hhuaaaaaaaa sedihnya hatiku*

Saat ini aku tidak tahu lagi harus bagaimana, mau menangis pun sudah tidak bisa. Hanya dapat berdoa My Lovely Mac bisa kembali hidup seperti sebelumnya. Hikkssss..... *berdoa sambil harap-harap cemas*



PS : Postingan hari ini hanyalah curahan hati, jangan terlalu diambil serius.

Thursday, November 18, 2010

I’m Happy On My Own

Temen gue Tizz sering cerita kalau akhir-akhir ini banyak ABG yang ngajakin dia kenalan. Gue juga sih, banyak diajak kenalan sama anak-anak ABG. Malah kadang ABG-ABG ini yang lebih agresif. Padahal kalau diperhatiin umur mereka paling baru sekitar 15-20 tahunan lha, masih berondong banget, tapi ternyata kalau bicara pengalaman gue sama Tizz mah lewat deh. Mereka jauh pada lebih pengalaman. Ngga heran yah kalau Ratu Fa sering teriak, “Gila anak sekarang kecil-kecil udah pada HOMO!!!!!

Mungkin karena kemajuan jaman yang disertai dengan kemajuan ilmu komunikasi dan informasi, membuat ABG-ABG sekarang menjadi semakin mudah untuk segera menemukan jati dirinya. Beda banget dengan jamannya gue masih ABG (apalagi jamannya Ratu Fa masih ABG), yang mau cari kenalan di luar kota aja harus lewat Sahabat Pena dari Majalah. Mau cari informasi cuma bisa cari di Buku Pintar atau Ensiklopedia.

Makanya gue ngga heran juga ngeliat anak-anak sekarang kecil-kecil udah pada HOMO, lha wong ketika mereka mulai bingung sama perasaannya tinggal mengetikan apa yang ada di pikiran mereka, contoh: “lelaki yang mencintai lelaki” atau “perempuan yang mencintai perempuan” atau “HOMO” atau “LESBIAN”, dan Om Google akan menjawab dengan memberikan mereka link kepada sumber-sumber informasi yang mereka perlukan. Bahkan Om Google pasti juga dapat mengantar mereka ke milist, forum, atau situs pertemanan “khusus”.

Hal-hal seperti itu yang bikin gue iri sama anak-anak sekarang. Kenapa?? Karena gue butuh enam belas tahun untuk menemukan jati diri gue, untuk berhenti membenci diri gue sendiri karena memang sejak kecil gue udah sadar sesadar-sadarnya kalau gue HOMO. Bayangkan, gue butuh enam belas tahun buat mengerti apa itu Homosexual, dan ABG-ABG sekarang paling cuma butuh beberapa hari buat full browsing dan baca-baca tentang apa itu HOMO.

Belum lagi terlalu banyak informasi yang salah yang dulu gue dapatkan tentang Homoxesual, sehingga gue sempat mengalami yang namanya depresi berat, percobaan bunuh diri, menutup diri dari lingkungan social dan membohongi diri gue sendiri.

Gue masih inget banget tuh jaman-jamannya gue chatting nyari kenalan cewe tapi gue selalu ngaku lelaki. Trus tiap kali cewe yang gue ajak kenalan ngajakin ketemuan, gue pasti langsung mengelak mati-matian. Saat itu gue beneran benci banget sama diri gue yang terlahir sebagai perempuan yang juga mencintai perempuan. Sigh.

Untung masa-masa itu sudah berlalu. Setelah akhirnya gue menemukan informasi yang benar dan akurat (karena dilengkapi dengan penelitian dan sebagainya) tentang homosexual dari milis, blog, forum dan media-media lainnya. Gue juga merasa bahagia karena melalu blog, milis dan forum itu gue bertemu dengan teman-teman senasib yang akhirnya menjadi sahabat-sahabat gue. Sehingga sekarang gue bisa berteriak sekenceng-kencengnya “I’M HAPPY ON MY OWN”.

Ngomong-ngomong tentang “Happy on my own”, sebenarnya adalah nickname seorang blogger yang sedang mengkampanyekan tentang bagaimana mencintai diri kita apa adanya. Menurut beliau came out (terbuka) atau discreet (merahasiakan) itu sepenuhnya adalah pilihan, tapi menerima dan mencintai diri kita apa adanya adalah keharusan.

Gue setuju banget sama pendapat beliau. Karena kalau bukan kita yang mulai mencintai diri kita sendiri, orang lain pun akan sulit untuk bisa mencintai kita. Lagi pula gue tetap percaya kalau kita adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling Tuhan kasihi. Makanya Tuhan menciptakan kita sesuai dengan citra-Nya dan kalau Tuhan menciptakan kita sebagai seorang homosexual, itu karena Tuhan percaya kita bisa mewarnai dunia dengan perbedaan.

Fiiuuhh.... Panjang juga yah penjabaran gue kali ini, padahal sih intinya gue cuma mau mengajak kalian untuk ikut mendukung gerakan “I’M HAPPY ON MY OWN”. Yah minimal dengan cara kalian mulai mencintai diri kalian sendiri lha, sebelum memohon-mohon dicintai oleh pacar atau calon pacar.

Untuk yang mau tau tentang Si Happy On My Own, bisa buka blognya di www.happyonmyown.wordpress.com .



Thursday, November 11, 2010

What's wrong being Grey??


Kemarin sore, beberapa saat sebelum pulang kerja aku chatting dengan sahabatkuTizz. Chatting ngalor-ngidul kami mendadak berubah menjadi serius saat sahabatku bertanya “Grey, am I sissy ??”

Doeeennggg… Aku mau jatuh “baca” pertanyaannya.

Temen gue bilang, gue sissy. Abis sekali ngeliat aja orang pasti tau gue Gay.” Lanjutnya lagi. Sebagai seseorang yang sudah bertahun-tahun mengenal Tizz, aku tahu pertanyaannya kali ini beneran serius.


Sejujurnya aku kurang paham dengan penggunaan istilah “sissy”, apakah itu maksudnya banci, bencong, ngondek, bottom, atau apalah artinya. Namun dari penjelasan Tizz, aku menangkap kalau istilah “sissy” biasa digunakan untuk mendeskripsikan apakah ia “CowoSekali” alias macho atau “Feminin” alias banci banget.

Kalau penggunan istilah “Sissy” seperti yang dijelaskan oleh Tizz, aku berani menjamin 1000% bahwa sahabatku sama sekali bukan sissy. Meskipun kuakui ia juga tidak semacho model-model iklan supplement kesehatan di TV. Karena ia hanyalah seorang pria yang imut dan manis.

Tizz sama sepertiku, ia seorang Androgyny. Kami terlahir bukan sebagai lelaki dan juga bukan sebagai perempuan, namun kami terlahir sebagai lelaki yang juga perempuan. Dalam diri kami, sisi maskulin dan feminine berkembang dengan seimbang.

Tidak ada yang salah dalam diri kami. Aku dan Tizz juga tidak pernah merasa bahwa Tuhan salah saat menciptakan kami, sehingga jiwa kami tertukar. Aku dan Tizz hanya terlahir dalam gender yang abu-abu.

Aku tidak pernah berusaha untuk mengubah diriku menjadi “Cowo macho” meski pun aku juga sulit untuk menjadi “Cewe Feminine”. Begitu juga Tizz, ia tidak pernah bergaya seperti perempuan meskipun ia juga tidak bergaya “Sok Macho”. Kami hanya berusaha menjadi diri kami sendiri, tanpa ada yang kami lebih-lebihkan atau kami tutup-tutupi.

Jadi sebenarnya apa yang salah dengan menjadi abu-abu?? Bukankah abu-abu juga sebuah warna?? Bukankah dunia ini tidak hanya diciptakan dalam dua bagian??

Diantara ATAS dan BAWAH selalu ada TENGAH.
Diantara KANAN dan KIRI selalu ada TENGAH.
Diantara SURGA dan NERAKA selalu ada DUNIA.
Diantara MALAIKAT dan SETAN selalu ada MANUSIA.
Diantara HITAM dan PUTIH selalu ada ABU-ABU.

Maka itu sekali lagi kukatakan, aku bangga sebagai seorang Androgyny. Aku bangga sebagai manusia abu-abu. Aku bangga menjadi diriku sendiri.


Grey_S

Wednesday, October 27, 2010

Eat, Pray, Love (me version)


Eat, Pray, Love, sebuah novel yang bercerita tentang perjalanan seorang wanita bernama Elizabeth Gilbert ke Italy, India, dan Bali untuk mencari jati dirinya. Kisah yang mungkin sangat membosankan bagi sebagian orang, tapi bagiku kisah Elizabeth Gilbert agak sedikit menjawab pertanyaan-pertanyaanku tentang kehidupan.

Aku memang belum selesai membaca novel EPL, tapi hari minggu kemarin aku menyempatkan diri menonton filmnya bersama sabahat baikku, Tizz. Meski awalnya aku agak sedikit bingung dan bosan dengan alur ceritanya, namun “kata-kata indah” dalam dialog film tersebut berhasil membuatku berpikir, dan membandingkannya dengan perjalanan yang juga pernah aku lalui.

Bila Liz Gilbert, sampai harus pergi ke Italy, India, dan Bali untuk mencari jati dirinya, maka dulu aku hanya pergi ke China untuk menemukan makanan-makanan enak (Aku tidak mau cerita tentang makanan disini. Terlalu banyak makanan enak di China yang tidak ada di Indonesia. Nantinya aku pasti kangen sendiri, ngiler sendiri. Hiksss…) sekaligus jawaban atas siapa aku sebenarnya, dan untuk apa aku dilahirkan dengan sexualitas yang di haramkan oleh semua agama.

Yup, di tengah dinginnya musim dingin, panasnya musim panas, dan kesibukanku mengurus kehidupanku sendiri, aku malah semakin di dekatkan dengan Tuhan. Aku malah punya lebih banyak waktu untuk sekedar merenung, berdoa, dan membaca kitab suci.

Hanya tinggal satu pertanyaan yang belum terjawab, yaitu tentang L.O.V.E

***

Saat masa remaja aku selalu takut jatuh cinta, karena saat itu aku berpikir kalau cintaku adalah cinta yang berdosa. Maka itu aku selalu mati-matian menyembunyikan perasaanku dan berusaha menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.

Namun sekarang saat, aku sudah tidak takut lagi untuk memperjuangkan cintaku, masalah yang lain datang dalam alam bawah sadarku. Aku takut salah pilih pasangan. Apalagi mendengar cerita-cerita temanku yang sering dipermainkan, dikhianati, dah bahkan di tinggal menikah oleh wanita yang mereka cintai.

Dan aku terlalu pengecut untuk mengalami semua hal-hal tidak meng-enak-an dalam percintaan. Aku selalu lebih memilih menjaga hatiku sebaik-baiknya, karena ternyata hatiku masih terlalu rapuh untuk mengalami jatuh bangun mengejar cinta. Aku selalu memilih untuk menseleksi seketat-ketatnya orang yang mencoba masuk ke dalam hatiku, karena pikirku semakin sedikit aku bermain hati, semakin sedikit resiko aku terluka karena cinta.

Sehingga aku terlalu berharap. Aku terlalu berharap suatu saat Putri Impianku akan datang menemuiku, mengajakku tinggal bersama, dan kami akan hidup bahagia selamanya.

Sama seperti Liz Gilbert yang sangat mencintai David, yang begitu sempurna dimata Liz, sehingga dia sanggup melupakan sejenak tentang perceraiannya dan menjadi begitu berharap bahwa David adalah pangeran yang bisa membawa dia keluar dari depresi, begitu pula aku.

Aku jatuh cinta pada Huang sejak awal perkenalan kami. Huang begitu sempurna di mataku. Dia adalah Putri Impianku yang menjadi nyata. Seseorang yang aku kira hanya terlahir di dalam khayalanku ternyata benar-benar hadir dihadapanku, benar-benar ada ke dalam hidupku. Euforia ini membuat aku menjadi lemah.

Hanya dalam waktu singkat Huang berhasil menghancurkan tembok-tembok yang aku bangun dengan susah payah untuk menjaga hatiku. Huang berhasil meluluhkan gunung es yang menjaga hatiku agar tetap membeku. Huang berhasil membuatku menjilat ludah sendiri, kalau aku TIDAK AKAN pernah jatuh cinta pada pandangan pertama. Huang juga berhasil membawaku terbang tinggi mengikuti harapan-harapanku. Otak dan hatiku bersatu padu untuk membiarkan Huang masuk ke dalam hidupku. Apalagi aku dan Huang berkenalan dengan cara yang dramatis, semua itu membuat aku menjadi terlalu banyak berharap kepada Huang.

Dan segala sesuatu yang diikuti kata “terlalu” memang tidak pernah baik hasilnya. Hubunganku dengan Huang tidak bisa berjalan sesuai dengan harapan kami. Aku tidak bisa menjadi kekasih Huang seperti yang kuharapkan, dan aku juga tidak bisa menjadi sahabat Huang seperti yang ia harapkan. Bahkan hubungan kami yang awalnya baik, akhirnya menjadi penuh kekakuan. Aku yang terlalu mencintainya tidak pernah sanggup melihat dia bersama dengan yang lain. Aku juga terlalu pengecut untuk tetap bersahabat dengannya.

Meski perasaan bersalah dan penyesalan karena meninggalkannya terus menghantuiku, namun aku masih belum sanggup untuk kembali menemui Huang dan menjadi (hanya) sahabatnya.

Sampai kata-kata Richard from Texas menyadarkanku, kalau selama ini aku hanya takut untuk kehilangan Huang. Aku hanya takut tidak dapat menemukan kembali Putri Impianku dan aku akan kesepian seumur hidupku. Padahal kalau aku dapat menghilangan obsesiku terhadap sosok Putri Impianku (yang diwakili oleh Huang), suatu saat cinta yang sesungguhnya, yang lebih dari harapanku, akan datang dalam hidupku.

I love Huang.

So (I will) love her.

I miss Huang.

So (I will) miss her.
(I will) Send her some love and light every time (I) think about her, and then drop it.




Grey_S
PS : Harusnya esok (28 October 2010) adalah tepat 5 bulan kami berkenalan.

Sunday, October 17, 2010

Happy Wedding


Sayang, kemarin kau terlihat begitu cantik.
Gaun putih yang kau kenakan semakin membuatmu bagaikan seorang putri.

Kau begitu anggun ketika melangkah ke depan altar.
Senyum bahagia yang selalu tersungging di bibirmu kemarin, membuatku semakin yakin melepasmu menikah dengannya adalah keputusan terbaik yang pernah aku buat.

Selamat menempuh hidup baru adikku sayang.
Rukun-rukunlah selalu dengan pangeranmu.
Jangan pernah mengkhawatirkan aku, karena kelak aku pasti menemukan Permaisuri-ku.

Thursday, October 14, 2010

New life, new step



“Gimana kantor yang baru Grey??”


Selama seminggu kemarin, hampir setiap hari ada yang bertanya pertanyaan tersebut. Dari teman kantor lama sampai para pembaca blog. Semua menanyakan hal yang sama. *Sampai terharu loh diperhatiin.*

Jawabanku untuk pertanyaan di atas adalah : Aku bersyukur dan merasa beruntung dapat bergabung bersama perusahaan ini.Meskipun aku baru sadar dari kenaifanku, bahwa disini pun tidak sebersih yang aku kira.

Aku juga bukannya tidak bersyukur dengan pekerjaanku di kantor lama, tapi disini aku merasa dapat berkembang sebesar yang aku inginkan. Tinggal seberapa mampu aku untuk bertahan menghadapi persaingan yang super ketat.

Disini selain aku dapat belajar tentang alur kerja bagian Finance, belajar bersaing, aku juga dapat memperdalam bahasa mandarinku yang sudah nyaris hilang (lagi).Yeahhh….Motivasi terbesarku saat ini adalah kembali mahir menggunakan bahasa mandarin sebagai bahasa kedua.

Beruntungnya lagi, kantorku yang sekarang tidak memiliki kewajiban lembur, sehingga hampir setiap hari kami bisa pulang TengGo jam lima. Dan kantorku ini, juga berlokasi di dekat jalan Tol sehingga meskipun macet tapi rata-rata aku tetap bisa sampai rumah hanya dalam satu jam saja. Bahkan kalau tidak macet, aku hanya butuh lima belas menit untuk sampai ke rumah.

Hal-hal sepele seperti itu justru membuat aku semakin bersemangat, karena aku masih mempunyai cita-cita untuk mengambil gelar S2. Hanya saja sebelum-sebelumnya aku masih memikirkan kapan aku punya waktu untuk mengambil gelar S2-ku, kalau pulang kerja saja aku sudah stress berat.

Sekarang dengan jam kerja yang relative santai, aku jadi memiliki waktu yang lebih berkualitas. Tinggal menentukan jurusan apa dan universitas mana yang akan aku pilih untuk menggantungkan impianku.

Sunday, October 3, 2010

Kemarin, hari ini, dan esok.

Kemarin adalah kenangan.
Hari ini adalah anugerah.
Dan esok adalah impian yang masih harus di capai.

Beberapa hari kemarin aku sibuk setengah mati dengan acara QFF yang cukup banyak “Drama Thriller” tahun ini. Tapi aku sungguh menyukai kesibukan macam itu.

Aku sungguh menyukai saat-saat dimana aku bisa melupakan segalanya kecuali pekerjaan yang sedang kukerjakan. Lupa bila aku sedang patah hati, lupa bila aku sedang kecewa, lupa bila aku sedang cukup banyak masalah.

***
Hari ini QFF 2010 berakhir di Jakarta. Liburanku pun berakhir sudah. Letih, heboh, dan segala ke-rempong-an selama beberapa hari ini pun akhirnya selesai dengan gemilang. Sejak semalam sudah tidak ada lagi SMS yang biasa aku terima tiap jam 3 pagi dari “cici” Val, sang Voluntqueer Cordinator. Akhirnya aku bisa bernafas lega.

Closing QFF hari ini juga jauh lebih heboh dan berkesan di banding tahun lalu. Kalau tahun lalu para undangan sudah tau film apa yang akan di putar, tahun ini kami hanya diberitahu bahwa akan ada “Surprise Movie” dan sampai detik terakhir hanya panitia inti yang tahu apa “Surprise Movie”-nya itu.

Sore ini, eng ing eng….. ketemu Amink, Fitri Tropica, Ikhsan, dan Nia Dinata di tempat Closing Venue. Itu artinya “Surprise Movie” yang di maksud adalah film MADAME X. Film Kalyana Shira Film, karya Sutradara Muda Lucky Kuswandi, yang baru akan tayang di bioskop tanggal 7 October 2010. Itu artinya, kami mendapatkan privileged untuk menjadi penonton-penonton awal.

Selesai acara nonton bersama, kami para voluntqueer berfoto bersama dengan para pemain. Akhirnya aku bisa foto bareng dengan semua pemain yang hadir. Tadinya aku juga mau minta foto bareng Nia Dinata, tapi beliau keburu pergi karena ada urusan lain. Benar-benar hari yang luar biasa.

Oh ya, tadi beberapa panitia dan Voluntqueer ada yang sampai menitikan air mata. Iya lah setelah lebih dari seminggu berjuang bersama, kami sudah merasa seperti sebuah keluarga. Aku juga mendapat banyak teman-teman baru, sahabat-sahabat baru, pengalaman baru.

***
Esok adalah hari pertamaku masuk ke kantor baru.

Baru pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat bergairah untuk masuk kantor. Mungkin juga karena perusahaanku yang sekarang adalah perusahaan yang sudah aku impikan sejak lama.

Jodoh yang tertunda” begitu aku menggambarkannya. Banyak yang kaget ketika aku mendadak mengundurkan diri dari perusahaanku yang sebelumnya. Aku sendiri juga kaget waktu pertama kali mendapatkan panggilan dari perusahaanku yang sekarang.

Bagaimana aku tidak kaget, sudah lebih dari tiga kali aku mengirimkan surat lamaran dan sudah lebih dari satu tahun sejak aku terakhir mengajukan surat lamaran ke perusahaan tersebut. Bahkan seingatku, aku masih berada di Beijing saat aku mengirim surat lamaran.

Namun kesempatan yang datang tidak boleh dilewatkan kan?? Begitu ada panggilan dari HRD, tanpa berpikir dua kali aku langsung bersedia datang. Kebetulan aku sudah mengetahui tentang perusahaan ini sejak delapan tahun yang lalu. Makanya ketika ditanya tentang mengapa aku tertarik bergabung dengan mereka, aku bisa menjawab dengan yakin.

Delapan tahun aku menunggu, hanya cukup menambah satu hari penantian lagi setelah interview, akhirnya aku mendapat berita gembira itu. Aku diterima.

Meski gaji yang mereka tawarkan tidak lebih besar jauh, meski jarak dari rumah ke kantor tidak lebih dekat, tapi aku mendapatkan harapan yang lebih baik. Aku memiliki impian kembali.

Dan aku kembali bermimpi bisa hidup bersama dengan kekasih hatiku, meski jodoh kami sempat tertunda.


Grey_S

Ighhh LUCU deh info-nya...

Hari selasa tanggal 28 September 2010 jam 8.30 pagi, gue masih malas-malasan di ranjang (maklum lagi meliburkan diri sebelum melanjutkan mencari sesuap nasi dan segenggam berlian di lahan yang baru).

Tiba-tiba Kanjeng Ratu BBM-in gue, isinya kurang enak.

Fa : “Kepada seluruh pengurus dan anggota DPD, DPW, DPC dan Posko FPI,
wajib hadir dalam AKSI DAMAI MENOLAK ACARA KEGIATAN HOMOSEKSUAL &
LESBIANISME yang akan diselenggarakan besok, Selasa 28 September, jam 8 pagi
“Ini bener ngga sih Grey??”

Gue masih setengah sadar.

Gue : “Hmmm…. Dari kemarin-kemarin juga udah dapat kok Fa. Tapi ngga ada kejadian apa-apa kan?”
Fa : “Tapi tanggalnya hari ini.”
Gue : “Dari kemarin tanggalnya beda-beda.” → gue asal jawab karena masih setengah sadar. Tapi soal QFF dapat ancaman dari “you knows who” hari-hari sebelumnya emang beneran.

Abis ngebahas soal yang cukup sensi + serius itu, gue malah becanda sama Kanjeng Ratu. Isi candaannya bisa dilihat di blog beliau.

Agak siangan dikit, abis masak plus brunch gue balik ke kamar ngecek-ngecek BB gue, kali-kali ada fans yang ngontak gue. Tapi bukannya dapat kabar gembira, gue malah dapat kabar kalo “You knows who” sudah datang ke Goethe dan berdemo disitu.

Jujur gue agak panik karena meskipun gue masih aman-aman di rumah, baru selesai beberes pula, tapi ada beberapa teman-teman Q disana. Gue tau dari foto-foto dan update kabar dari mereka. Namun yang bikin gue tetap tenang adalah, pemikiran kalo mereka masih bisa update status di Twitter, artinya mereka masih dalam kondisi aman.

Dari Goethe “you knows who” bergerak hampir ke semua venue lainnya. Untungnya sih mereka tidak melakukan aksi anarkis, tapi mereka menyebarkan surat ajakan menolak QFF ke mobil-mobil yang lalu lalang dan melalui media massa mereka mengeluarkan sedikit ancaman “Jangan salahkan bila umat melakukan tindakan pembakaran. Karena pemutaran film itu merusak moral agama dan bangsa." – sumber : vivanews

Awalnya ngebaca ancaman mereka gue sedikit takut dan sedih tapi belakangan gue mikir, emangnya bisa mereka merusak di venue-venue-nya QFF?? Ngerusak barang yang bukan milik sendiri saja sudah bisa dilaporkan kepada yang berwajib atas perbuatan yang tidak menyenangkan, gimana kalo merusak di Venue-venue-nya QFF yang notabene merupakan pusat kebudayaan asing?? Mau perang dunia ke-3??

Sorenya mendadak QFF dan Homosexualitas jadi headline dimana-mana. Hampir semua media massa menjadikan QFF dan Homosexualitas berita utama mereka. Semua orang yang kira-kira MUNGKIN di jadikan nara sumber langsung dimintai pendapat. Ngga peduli mereka kompeten atau tidak di bidangnya.

Di salah satu artikel, yang katanya nara sumbernya psikolog, menulis begini : Pilihan orientasi seksual, dengan menjadi lesbi atau gay, bahkan bisa terbentuk sejak remaja. Khususnya kepada anak yang tak mendapatkan pola asuh tepat di rumah.
..................……..
...................
............
......

Gue yang baca langsung bengong.


Belum lagi gue denger cerita dari Jeng Hal, yang namanya ditulis di salah satu media karena dia berkomentar bahwa dia tidak ingin berkomentar. Nah mabok kan lo bacanya, gue juga mabok ngebayangin artikelnya kayak gimana.

Nah yang lebih lucu lagi adalah pernyataan dari Menteri Komunikasi kita, Mr. TS di Twitternya yang menyatakan bahwa "Kata Prof. Sujudi, mantan menteri kesehatan, agar mudah diingat, singkatannya adalah AIDS = Akibat Itunya Dipakai Sembarangan."

....................... krik
................. krik
........ krik
krik


Dan gue pun terbengong-bengong lagi.

Sunday, September 5, 2010

Batavia 2010


Batavia, nama lain dari Jakarta, pada masa Belanda. Kota tempat kelahiranku dan tempatku di besarkan. Kota dimana semua kenangan manis dan pahit tercampur menjadi satu. Kota yang sebenarnya kurang aku cintai dan ingin segera kutinggalkan bila ada kota lain yang ingin menampungku.

Setelah 26 tahun lebih tinggal di kota ini, yang dulu disebut Batavia, baru hari Kamis kemarin aku menikmati duduk-duduk santai di Café Batavia, di lanjutkan dengan jalan kaki di sekitar museum Fatahillah.

Melihat beberapa penjual kerak telor, makanan khas betawi. Orang-orang yang berkumpul dengan teman-temannya, atau pasangan yang sedang dilanda cinta, ditambah dengan suasana malam yang cukup dingin karena habis hujan dan suara kembang api menjelang lebaran. Membuatku dapat merasakan sisi romantis dari Jakarta yang biasanya begitu keras, menyebalkan dan menakutkan.

Mungkin memang sudah waktunya aku belajar mencintai, meski bukan pada hal-hal yang aku sukai.

Wednesday, August 25, 2010

My One



Terlahir sebagai seorang Gemini sejati, yang dalam kisahnya di haruskan seumur hidup mencari pasangan jiwanya. Sepertinya aku pun masih harus terus mencari pasangan jiwaku. Entah sampai kapan aku harus mencari.

Berkali-kali hatiku tertambat, berkali-kali pula aku harus rela melepaskan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, aku menyadari bahwa wanita-wanita yang pernah masuk ke dalam hati dan kehidupanku selalu memberikan pelajaran-pelajaran baru yang sangat berharga dalam hidupku.

Dari cinta pertamaku, aku belajar mengerti bahwa cinta di dunia ini tidak melulu antara pria dan wanita, namun masih ada cinta diantara pria dan pria maupun wanita dan wanita. Semua itu hanyalah cinta. Tidak pernah ada yang salah dengan cinta.

Saat aku duduk di bangku SMU, aku jatuh cinta pada sepupu sahabatku. Darinya aku belajar, bahwa ternyata cinta juga dapat merusak persahabatan. Aku dan kedua sahabat priaku, mencintai wanita yang sama. Kami yang sebelumnya selalu kompak bersama, akhirnya terpecah belah hanya karena memperebutkan seorang wanita. Dan yang lebih menyakitkan, tidak ada satupun dari kami bertiga yang mendapatkan hati wanita tersebut.

Dimasa kuliah aku jatuh cinta pada dosenku. Mati-matian aku menutupi perasaanku, karena saat itu aku masih menjadi seorang homo yang homophobic. Namun semakin aku menutupi perasaanku, semakin semua orang tau aku sangat mencintai dosenku. Sayangnya semua rasa cintaku saat itu berhasil di kalahkan dengan telak oleh egoku, yang tidak ingin nama baikku, sebagai seorang aktivis gereja, tercoreng di mata umum hanya karena aku mengaku jatuh cinta dengan dosenku yang juga seorang wanita.

Dari situ aku belajar untuk bersikap jujur, minimal terhadap hatiku sendiri. Apalah artinya nama baik di mata umum jika aku harus kehilangan orang yang aku cintai.

Ketika aku mulai memasuki dunia kerja, aku jatuh cinta dengan atasanku. Dengannya aku seperti menemukan belahan jiwaku, karena kami memiliki banyak kemiripan. Belum lagi ditambah durasi pertemuan yang lebih dari 12 jam sehari, 6 hari seminggu. Bahkan selepas jam kerja, terkadang kami masih sering menghabiskan waktu bersama. Tidak heran, hanya dalam hitungan minggu kami sudah menjadi sangat dekat.

Namun darinya aku juga belajar untuk mencintai seseorang dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Aku juga belajar untuk bersikap professional dalam pekerjaan, agar tidak terulang lagi kejadian cinta berakhir, karir pun berakhir.

Selesai dengan atasanku, aku mulai mencari-cari cinta baru untuk menutup luka hatiku. Kali itu aku mulai menerapkan beberapa prasyarat untuk calonku kelak. Maksudnya agar aku tidak sembarangan jatuh cinta lagi. Hatiku bukanlah taman bermain yang bisa dimasuki sembarang orang sesuka hati mereka. Aku pun sudah mulai lelah mencari.

Dia harus seorang lesbian. Dia harus seorang yang baik budinya. Dia harus seorang yang pengertian. Dia harus tidak sekantor denganku. Dia harus berada di kota yang sama denganku. Dia harus seorang yang mandiri. Dia tidak akan menikah hanya karena dituntut menikah oleh keluarganya. Kalau bisa dia harus oriental. Kalau bisa dia harus seagama denganku.

Dan akhirnya aku menemukan “Dia”. Wanita yang kuimpikan. Wanita yang kucari seumur hidupku.

Dengan cara yang unik Tuhan mempertemukan aku dengannya. Dalam waktu yang sangat amat singkat (yang sebenarnya aku sebut itu gombal) Tuhan juga menumbuhkan cinta di hatiku.

Dari “Dia” aku belajar bersabar dengan keadaan. Dari “Dia” aku belajar berpasrah dengan keadaan. Dari “Dia” aku belajar menerima jika seandainya, seseorang yang selama ini aku cari, ternyata belum menjadi yang terbaik untukku. Dan dari “Dia” aku belajar untuk berdamai dengan Tuhan apapun yang akan terjadi kelak.

Jika pada akhirnya aku masih belum bisa bersama “Dia” yang aku impikan, mungkin karena sang Sutradara memang belum mau menyelesaikan sinetronNya.

Mungkin juga, saat Tuhan mempertemukanku dengannya, Ia hanya ingin menyampaikan bahwa seseorang yang aku cari itu benar-benar ada, hanya saja yang terbaik menurutku belum tentu benar-benar terbaik untukku.

Arghh… Terlalu banyak kata MUNGKIN dalam Rahasia Illahi.

Meski segala KEMUNGKINAN itu pasti ada, namun aku tidak bisa terus-terusan hidup hanya dalam sebuah KEMUNGKINAN. Aku ingin menunggu “Dia”, namun jika “Dia” memang masih belum menjadi yang terbaik untukku, maka aku harus tetap mencari My One.

Kelak My One mungkin tidak akan memenuhi syarat yang sama seperti yang aku terapkan sebelumnya. (Karena aku sudah menemukan sosok yang aku cari, aku tidak ingin mencari sosok yang sama lagi) Namun dia harus dapat menjadikan aku seseorang yang lebih baik. Seseorang yang lebih dekat dengan Tuhan. Seseorang yang lebih berguna.


Grey_S

Thursday, August 19, 2010

Can’t hard to wait for... hmmm… QFF 2010



Malam-malam, lagi tidur-tiduran di ranjang sambil iseng buka-buka YM di BB (sebenernya udah malas OL karena udah kecapean). Iseng-iseng sapa tetangga-tetangga di YM. Ehhh tau-tau ada yang ngucapin selamat karena dua minggu yang lalu, gue dan teman-teman choir gue menang lomba. Dapat juara dua, lumayan deh.

Gue kaget dong. Secara yang tau tentang itu cuma teman-teman di milis kecil plus teman-teman di Twitter. Ehhhhh ternyata bo, kata temen gue itu, dia tau dari postingan terbaru Blogger Favorite gue, itu loh si Fabulous Fa. Langsung deh gue semangat 45 buat nge-check.

Padahal gue udah ngantuk loh. Tapi demi melihat apakah benar nama gue di sebut-sebut diblognya, gue jadi OL malam-malam. Hihihihihiihi… maklum narsis.

Dan ternyata bener loh, nama gue di sebut-sebut. Hihiihihihiihi…. Bangga deh gue. Kan lumayan tuh numpang nge-Top, secara pembaca blog-nya dia kan segambreng. Pasti dong nanti ada yang nanya-nanya, “Siapa sih Grey itu? Kok namanya di sebut-sebut sama Kanjeng Ratu?” trus kalo banyak yang bahas tentang gue, nanti gue jadi Trending Topics deh di Twitter.

Yang terakhir itu ngimpi kali yee… Karena yang sebenarnya terjadi adalah Kanjeng Ratu hanya memakai nama gue untuk pembukaan postingannya yang tentang cong-cong yang hobi berkumpul dan bernyanyi. Hihihihihi….

Dan menurut bocoran, impiannya Kanjeng Ratu Fa tentang cong-cong yang hobi nyanyi, memang sepertinya akan terwujud di QFF 2010. Karena eh karena, udah ada yang giat latihan loh buat Qhoir. Penasaran kan kayak gimana?? Makanya nanti datang yah pas QFF.

Gue sendiri semakin ngga sabar nungguin QFF, karena selain gue bisa nonton gratis…tis…tis, bisa ngeliat pameran-pameran foto dan lukisan sekaligus, beli buku bertema LGBT tanpa takut-takut diliatin mba-mba kasir, bisa kenalan-kenalan, gue juga bisa sekalian reunian sama teman-teman volunteer tahun lalu. Lumayan kan tuh, nambah-nambah jaringan pertemanan, kali-kali aja dari situ akhirnya gue laku juga. Meski gue absolutely ngga bisa ikutan acara Take Cong Out-nya. Iya lah secara gue bukan cong gitu loh.

Oh iya, gue kenal temen-temen di milis kecil sekarang juga dari QFF 2009. Dari cuma kenal Ching dan Kanjeng Ratu Fa, gue jadi bisa kenal And, Nov, Ant, Noon-nya Fa, Son, Hen, Lex dan lainnya. Mereka yang sampai sekarang selalu menghibur gue, saat-saat gue gundah gulana. Apalagi And, yang selalu ngirimin lagu yang – kok yah selalu sesuai dengan suasana hati gue- dan kata dia itu karena “gue selalu tau yang lo mau.” Hihihiihi…

Betewe, untuk QFF tahun ini sih ada yang udah janji mau datang dari pulau seberang, tapi ngga tau deh jadi apa ngga. Moga-moga jadi deh. Biar lebih rame.

I really really can’t hardly wait for QFF 2010…


Grey_S

Tuesday, August 17, 2010

FREEDOM to be Me



Hari ini tanggal 17 Agustus. Hari ulang tahun sekaligus hari peringatan KEMERDEKAAN bangsa Indonesia dari tangan penjajahan. Tapi ada satu pertanyaan yang masih sering kita dengar, “Apakah kita sudah benar-benar MERDEKA??”

Merdeka dalam kamus bahasa Indonesia berarti KEBEBASAN atau dalam bahasa Inggris FREEDOM. Bebas berarti kita bisa memilih yang kita inginkan, kita bisa melakukan apa yang ingin kita lakukan, dan semuanya tanpa harus ada rasa takut. Namun sekali lagi saya tanyakan, “Apakah kita sudah benar-benar BEBAS??”

Mungkin akhirnya banyak yang mengatakan bahwa ternyata Indonesia masih belum benar-benar BEBAS. Belum benar-benar MERDEKA. Indonesia masih belum bebas dari Korupsi, Indonesia belum bebas dari FPI yang terlalu memaksakan agama, Jakarta belum bebas dari kemacetan dan banjir. Dan masih banyak hal-hal lain yang mungkin bisa dikeluhkan tentang kebebasan.

Namun ada satu kebebasan yang paling penting dari semuanya, yaitu bebas menjadi diri sendiri. OK, saya akan menanyakan ulang pertanyaan serupa yang tidak sama, “Apakah kita sudah benar-benar BEBAS menjadi DIRI SENDIRI??”

Beberapa waktu yang lalu, pernah ada seseorang yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya agar ia bisa membuat saya jatuh cinta kepadanya. Jujur pertanyaan itu tidak membuat saya bangga telah menjadi pujaan hatinya, tapi malah membuat saya merasa kasihan terhadapnya. Karena dengan bertanya seperti itu, otomatis dia sedang berusaha menjadi seseorang yang saya inginkan, bukan menjadi dirinya sendiri.

Tuntutan yang hampir sama pun sering saya dapatkan dari keluarga dan beberapa sahabat yang ternyata belum terlalu mengenal saya. Mulai dari tuntutan untuk selalu bersikap feminine dan manis, tuntutan untuk selalu tampil cantik dan anggun, tuntutan untuk selalu memakai rok atau gaun bila pergi ke pesta, tuntutan untuk bekerja di bidang yang mereka inginkan, hingga pada tuntutan untuk segera mencari pacar lelaki. Dan parahnya tuntutan yang terakhir adalah tuntutan dari adik-adik saya, bukan dari orangtua saya.

BE YOURSELF. Itu jawaban saya kepada orang yang bertanya bagaimana caranya agar ia bisa membuat saya jatuh cinta.

Ya saya selalu terpesona kepada orang-orang yang sudah berhasil menemukan dirinya sendiri. Seseorang yang tau apa yang dia inginkan dan apa yang akan dia lakukan. Seseorang yang mandiri dan tidak terikat dengan tuntutan-tuntutan yang dia terima. Seseorang yang tau bagaimana cara memaksimalkan daya tarik dan kharisma yang dia miliki.

Dan untuk semua sahabat-sahabatku dan keluargaku, aku hanya dapat mengatakan MAAF kalau tuntutan kalian mungkin hanya akan masuk kuping kiri dan keluar di kuping kananku. Karena aku tau apa yang akan membuatku nyaman, aku tau apa yang harus aku cari, dan aku tau apa yang harus aku lakukan.

Terima kasih untuk selalu mengingatkanku dan memberikan saran-saran yang membangun. Aku pasti akan mempertimbangkan saran-saran tersebut, tapi tolong jangan jadikan saran-saran itu sebagai sebuah harapan. Karena aku akan berubah hanya bila, aku merasa perubahan itu akan menjadikan aku sebagai seseorang yang lebih baik, bukan menjadikan aku sebagai orang lain yang tidak aku kenal.


Grey_S

Monday, August 9, 2010

Miss J

Sudah tujuh tahun berlalu, namun aku masih dapat mengingat jelas pertemuan pertamaku dengannya. Dengan si Miss J a.k.a Miss Jutek. Dosen tercintaku, yang mengisi hari-hari indahku selama di kampus pink, yang kini sudah berubah menjadi kampus biru.

Hari itu adalah hari pertama aku masuk kuliah. Aku datang kepagian, karena tidak ingin terlambat di hari pertama. Aku sedang berbincang-bincang dengan temanku yang lebih senior ketika dia berjalan melewati kami, dengan sangat anggunnya.

“Morning Miss” sapa temanku.
“Morning.” Sahutnya dingin.
“How is your holiday?” lanjut temanku berbasa-basi.
“I enjoyed it.” Jawabnya dingin, sambil terus berlalu menuju ruang Administrasi. Bahkan dia sama sekali tidak melirik ke arah temanku yang sedang mengajaknya bicara.

Sejujurnya, saat itu aku langsung tidak suka dengan sikapnya yang sangat dingin dan jutek. Apalagi ditambah dengan cerita-cerita dari para senior bahwa dia adalah dosen paling killer di kampus kami. Dia satu-satunya dosen yang tidak akan membantu meluluskan, meski hanya kurang nilai 0,1 point dari angka kelulusan.

Aku yang saat itu masih sangat trauma dengan sifat kearoganan para pendidik, semakin tidak menyukainya. Apalagi dia tipe wanita keras kepala yang tidak mau di debat. Tidak heran jika satu tahun pertama di kampus, aku sangat enggan mengikuti kelasnya.

Karena aku benci dia. Sangat membenci dia.

Sayangnya dia adalah dosen utama di jurusanku, sehingga mau tidak mau aku harus mengambil kelasnya jika ingin lulus sebagai seorang Accountant.

Kemalangan yang akhirnya berbuah kenangan indah dan pelajaran berharga dalam hidupku.

***
Tidak kenal maka tidak sayang. Itu adalah pepatah yang sangat tepat untukku saat itu. Aku yang sangat membencinya di semester-semester awal, akhirnya malah termehek-mehek selama tiga tahun karenanya.

Di semester ketiga-ku di kampus, aku jatuh cinta padanya. Tepatnya aku jatuh cinta saat melihatnya tersenyum.

Dia yang begitu dingin, ternyata bisa tersenyum begitu manis dan senyumannya itu mampu menyihirku dalam sekejap. Aku yang membencinya tiba-tiba ingin melihatnya tersenyum. Lagi… lagi… dan lagi….

Kebetulan yang sempurna karena dari 15 kelas Accountingku, 11 kelas di bimbing olehnya. Itu membuatku memiliki kesempatan bertemu dengannya hampir setiap hari. Pertemuan yang hampir setiap hari itu membuat kami dapat saling mengenal satu sama lain.

Aku mulai memahami sikap dinginnya, yang ternyata hanyalah sebuah topeng untuk menyembunyikan trauma akan penolakan di masa lalu. Dia pun mulai dapat bersikap hangat terhadapku dan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Dia mulai bisa bercanda dengan kami.

Dua kali liburan bersamanya, menambah dekat hubungan kami. Dia adalah dosen terspesial bagiku, dan mungkin aku juga satu-satunya murid yang pernah mendapatkan oleh-oleh satu box GOLDILOCK, saat dia pulang kampung kenegaranya. Mungkin aku satu-satunya murid yang pernah membuatnya khawatir karena mabuk wine yang dia berikan. Mungkin aku satu-satunya murid yang selalu membuat dia tertawa puas dengan kebodohan-kebodohanku, tapi aku senang melihatnya tertawa lepas. Mungkin aku juga satu-satunya murid yang pernah ditawari ikut pindah bersamanya ke Melbourne. Kota impian kami.

Sayang saat itu, aku masih belum bisa mengakui bahwa aku mencintainya lebih dari seorang kakak, seperti yang selama itu aku katakan kepada teman-teman yang mencoba mengkonfirmasi perasaanku terhadapnya. Dan ketidakjujuranku saat itu adalah penyesalan terbesar untukku sampai saat ini.

9 Agustus adalah ulang tahun Miss J. Lewat tulisan yang tidak mungkin dibacanya ini, aku hanya ingin mengucapkan Happy Birthday to her. Aku akan selalu berdoa untuknya, untuk kebahagiannya, untuk kesuksesannya.


Grey_S

Sunday, August 1, 2010

To all the girls I’ve loved before

Dalam hidupku aku selalu percaya dengan Jodoh. Jodoh itu bisa dalam bentuk sekedar pertemanan, persahabatan, rekan kerja, rekan bisnis, dan kekasih. Aku percaya dapat berkenalan dengan seseorang juga sudah merupakan jodoh, dan dapat berjodoh merupakan suatu keberuntungan.

Kenapa aku katakan dapat berjodoh merupakan suatu keberuntungan? Karena menurutku dengan bisa berkenalan dengan orang-orang baru, kita dapat mempelajari hal-hal baru juga. Meskipun mungkin hal-hal baru tersebut tidak mengenakan bagi kita atau akan meninggalkan kenangan buruk, tapi tetap saja itu merupakan sebuah pengalaman. Pengalaman yang kelak dapat menjadikan kita seseorang yang lebih bijak, dan mungkin dapat menjadi pelajaran bagi orang lainnya lagi.

Sepanjang hidupku, sejak kecil sampai sekarang, entah sudah berapa ratus orang yang kutemui. Beberapa diantara mereka pernah menetap di hatiku sebagai orang yang kucintai, beberapa menjadi sahabat terpenting dalam hidupku, lainnya menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Tulisan ini adalah ucapan terima kasihku kepada beberapa orang wanita yang pernah mengisi ruang di hatiku, mewarnai hari-hariku, dan berjasa karena menjadikanku seseorang yang lebih baik. Meskipun kami belum berjodoh sebagai pasangan, tapi tidak pernah sedikitpun aku menyesal pernah mencintai mereka dengan sepenuh hatiku.


Grey_S

Monday, July 19, 2010

SANTO RAFAEL: Malaikat Agung Allah


(Oleh : Sr. Maria Rafaella, P.Karm)
Kisah Sang Malaikat



Santo Rafael adalah salah satu dari para malaikat yang melayani Tuhan. Kisah tentang Malaikat Rafael ini ada di dalam Kitab Tobit, Perjanjian Lama. Dalam kitab ini diceritakan suatu peristiwa yang terjadi pada zaman penjajahan Asyur, kira-kira 722 sebelum Masehi, yang menampilkan contoh kehidupan ideal dari sebuah keluarga yang saleh.

Ketika itu ada seorang di antara para tawanan yang dibawa ke Asiria, namanya Tobit. Ia adalah seorang yang saleh dan taat kepada Allah. Ia mempunyai seorang istri bernama Hana dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Tobia. Tobit senantiasa berlaku baik dan menghibur kawan-kawan senasibnya.

Di suatu hari ketika Tobit sedang tidur di pelataran rumahnya, ada seekor burung pipit yang membuang kotoran di matanya. Akhirnya mata Tobit menjadi buta. Namun Tobit tetaplah bersikap baik dan saleh. Semakin hari ia semakin tua dan suatu ketika ia mengirim putranya Tobia untuk pergi ke Media mengambil titipan uang Tobit yang ada pada Gabael, kenalannya. Oleh karena Tobia saat itu masih sangat muda, maka dicarilah seorang lain untuk mendampingi perjalanan Tobia. Saat itulah Allah kemudian mengirim seorang pelayannya yaitu Malaikat Rafael untuk menjadi pemandunya. Maka akhirnya Rafael pun menjadi teman seperjalanan Tobia. Tobia tidak mengetahui bahwa teman seperjalanannya adalah seorang malaikat karena saat itu Rafael menyamar menjadi seorang pemuda dan memperkenalkan dirinya sebagai Azarya bin Ananias.

Di dalam perjalanan itu mereka kemudian beristirahat di sebuah sungai yang disebut sungai Tigris. Saat itu Tobia hendak turun ke air untuk membasuh kakinya namun tiba-tiba dari dalam air muncullah seekor ikan besar hendak menelan kaki Tobia sehingga membuat ia terkejut. Tobia pun menjerit, namun Malaikat Rafael memberitahu Tobia untuk menangkap ikan itu. Ia menarik ikan tersebut ke tepi sungai lalu Rafael menyuruhnya mengeluarkan jantung, kantung empedu, dan hatinya untuk dijadikan obat. Tobia yang belum mengerti lalu mengerjakan seperti apa yang diminta oleh Malaikat Rafael kepadanya. Ketika mereka melanjutkan perjalanan Tobia bertanya kepada Malaikat Rafael apa khasiat dari jantung, hati, dan empedu ikan yang mereka tangkap itu. Malaikat Rafael pun mengatakan, "Jantung dan hati itu boleh diasapkan di depan laki-laki atau perempuan yang kerasukan setan atau roh jahat, dan orang itu akan dibebaskan dari gangguan tadi. Sedangkan empedu itu hendaknya diurapkan pada orang yang matanya kena bintik-bintik putih, niscaya bintik-bintik itu itu pun hanya tinggal ditiup saja lalu sembuhlah orang itu."

Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di rumah kerabat Tobia yaitu Raguel di Media. Ketika berada di rumah Raguel itu Tobia bertemu dengan Sara anak perempuan Raguel. Ada pun Sara dikuasai oleh Asmodeus setan jahat. Tobia yang terpikat oleh kecantikan dan kelembutan Sara kemudian meminang dia. Kemudian atas saran dari Malaikat Rafael, maka Tobia pun mengeluarkan jantung dan hati ikan yang ditangkapnya di sungai Tigris dan ditaruhnya di atas bara pendupaan. Harum ikan tersebut mengganggu setan jahat itu yang kemudian lari ke dataran tinggi negeri Mesir. Malaikat Rafael pun pergi dan mengikat kaki setan jahat itu serta dikebatnya juga. Sara anak perempuan Raguel pun dibebaskan dari gangguan Asmodeus setan jahat itu.

Setelah Tobia menikah dengan Sara ia pun membawa Sara untuk pulang bersamanya. Sebelum itu ia meminta Malaikat Rafael untuk pergi mengambil titipan uang ayahnya Tobit kepada Gabael kerabatnya dan mengundang Gabael untuk datang ke pernikahannya. Maka datanglah Gabael dan dengan sukacita mereka merayakan pernikahan itu.

Tobia dan Sara kemudian kembali ke Niniwe rumah kediaman Tobit bersama dengan Malaikat Rafael. Setibanya di rumah, Malaikat Rafael menyuruh Tobia untuk mengoleskan empedu ikan pada mata Tobit ayahnya itu. Dan ketika empedu itu dioleskan terbukalah mata Tobit dan sembuhlah ia. Maka sukacitalah mereka semua dan seluruh kota Niniwe.

Oleh karena kegembiraan itu, Tobit dan Tobia lalu hendak memberikan setengah dari kekayaan mereka kepada Malaikat Rafael yang menjadi pendamping dan penolong Tobia. Ketika mereka hendak memberikan upah itu, lalu Malaikat Rafael pun memberitahu mereka untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada Allah di surga. Ia berkata, "Kepada-Nya persembahkanlah puji-pujianmu agar semua manusia mendengarnya. Dialah yang menunjukkan belas kasihan kepadamu." Lalu Malaikat Rafael pun melanjutkan perkataannya, "Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepada kamu dan tidak kusembunyikan apa-apa terhadap kamu. Ketika engkau dan Sara berdoa maka doamu itu kusampaikan ke hadapan kemuliaan Tuhan. Lalu, karena engkau telah mendapatkan anugerah-Nya, maka perlulah cobaan datang untuk menguji kesalehanmu. Dan sekarang untuk penyembuhanmu, untuk pembebasan Sara istri putramu dari serangan roh jahat, Allah telah mengutus aku. Aku adalah Malaikat Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Allah yang mulia."

Sewaktu mendengar perkataan itu, maka terperanjatlah Tobit dan Tobia, lalu bersujudlah mereka dengan gemetar dan ketakutan. Akan tetapi, Malaikat Rafael berkata kepada mereka, "Jangan takut, damai sejahtera besertamu. Pujilah Allah selama-lamanya. Kehendak Allahlah yang telah membawa aku ke sisimu dan bukan kehendakku. Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyilah bagi Dia dengan sukacitamu. Dan sekarang waktunya telah tiba, aku harus kembali kepada-Nya yang mengutus aku. Bersyukurlah kepda Allah dan wartakanlah semua kebaikan-Nya." Setelah berkata demikian maka Malaikat Rafael pun menghilang dari pandangan mata mereka dan mereka tidak pernah melihatnya lagi. Kemudian Tobit dan Tobia bersama-sama mengucap syukur dan memuji Allah karena perbuatan-Nya yang besar itu.

Keutamaan Malaikat Rafael

1. Malaikat penyembuh

Malaikat Rafael sering disebut-sebut sebagai malaikat penyembuh dari Allah. Arti nama "Rafael" dalam bahasa Ibrani adalah "Allah yang menyembuhkan". Dalam kitab Tobit telah kita lihat bahwa Malaikat Rafael diutus oleh Allah untuk menyembuhkan dua orang yang dikasihi-Nya, yaitu Tobit dari kebutaannya dan Sara dari gangguan Asmodeus setan jahat. Pada saat kesesakan Tobit dan Sara yang tinggal berjauhan itu berdoa kepada Tuhan dan saat itu Malaikat Rafael mendengar doa-doa mereka serta menyampaikan doa itu kepada Allah. Malaikat Rafael kemudian diutus untuk menyembuhkan mereka.

Dari awal sejarahnya, Rafael adalah utusan khusus Allah dalam pelayanan orang sakit. Dia diutus untuk melakukan mujizat penyembuhan dalam jumlah yang tidak terhitung banyaknya. Selain itu, secara rutin dia menyampaikan doa permohona orang-orang beriman ke hadirat Allah.

Saat Malaikat Rafael muncul, semua kejahatan yang ditanganinya sirna. Ikan yang menyerang Tobia kemudian justru menjadi penyelamatnya dengan petunjuk dari Rafael. Jantung, hati, dan empedu ikan tersebut akhirnya digunakan oleh Tobia untuk menyembuhkan Sara istrinya dan Tobit ayahnya. Ikan adalah simbol Kristus yang kepada-Nya Rafael mengarahkan kita. Kristus sebagai Juruselamat sekaligus Obat dari segala penyakit jiwa dan raga kita.

Puji-pujian yang dinyanyikan pada pesta peringatan Santo Rafael mengingatkan kita akan kuasa penyembuhannya dan kemenangannya atas setan. Bahkan kedua pujian resmi yang dipakai dalam ibadat Gereja didasarkan pada misi pelayanan ini. Contohnya dalam Pujian Malam, mengandung doa ini: "Semoga Malaikat Rafael, tabib yang memelihara kesehatan kami, datang dari surga untuk menyembuhkan yang sakit dan membantu menyelesaikan masalah-masalah hidup yang sulit." Dan pujian dalam Ibadat Pagi secara langsung memohon pertolongannya: "Bersamalah dengan kami, O Malaikat Agung, Obat dari Allah; usirlah semua penyakit tubuh dan bawalah kesehatan penuh bagi jiwa kami."

Rafael adalah resep Allah sendiri untuk menyembuhkan penyakit-penyakit kita, untuk kesembuhan menyeluruh bagi dunia yang sakit. Santo Rafael akan memberi kita ketenangan dalam pikiran, walaupun kita sakit dan menderita. Malaikat Rafael selalu bekerja pada saat yang tepat. Saat ia menyembuhkan Tobit dan membebaskan Sara dari roh jahat, dia melakukannya dengan tepat menurut kehendak dan waktu Allah. Allah telah mengkhususkan Rafael agar selalu siap menjadi "Penyembuh Ilahi" untuk meringankan kesengsaraan manusia. Allah memakainya sebagai alat untuk menyembuhkan kita dan membantu kita memanggul salib setiap hari dan mengikuti Kristus.

2. Malaikat yang penuh belas kasih

Malaikat Rafael ini adalah malaikat yang penuh dengan belas kasih. Ia mempunyai hati yang lembut. Dia berlaku sebagai seorang saudara yang mengasihi saudaranya yang lain. Seperti ketika ia tampil sebagai seorang teman bagi Tobia, ia mengalirkan kasihnya yang lembut kepada Tobia. Malaikat Rafael selalu memancarkan kasih Allah yang Mahabaik. Allah menganugerahi Malaikat Rafael hati yang penuh belas kasih kepada manusia terlebih kepada mereka yang sengsara dan menderita. Ia selalu tergugah dan menjadi semakin lemah lembut terhadap manusia yang mengalami penderitaan dalam kehidupannya.

3. Malaikat yang sederhana dan rendah hati

Sebagai salah satu dari para Malaikat Agung Allah, Rafael berperilaku sangat sederhana. Ia tidak menonjolkan diri dan kehebatannya sebagai malaikat. Ketika ia mucul untuk menemani Tobia dalam perjalanannya, Malaikat Rafael tidak menampakkan diri sebagai seorang malaikat, namun ia tampil sebagai seorang manusia biasa. Ia menyembunyikan identitas dirinya dengan memakai nama manusia. Ia juga menyembunyikan kemalaikatannya dalam bentuk petualangan manusia. Makin tinggi makhluk ciptaan itu, maka semakin rendah hatinya.

Malaikat Rafael hadir untuk menunjukkan kemuliaan Tuhan dan kebesaran-Nya. Ia tidak merasa perlu dikenal orang dan diketahui identitas sebagai malaikat, namun baginya pekerjaan Allah yang besar itulah yang harus diwartakan sehingga setiap manusia memuji dan menaikkan syukur kepada-Nya. Seperti ketika pada akhirnya Tobit dan Tobia mengetahui bahwa pemuda yang menjadi teman seperjalanan Tobia dan menyembuhkan Tobit dan Sara adalah Malakat Rafael, ia tidak meminta pujian dari mereka, tetapi ia justru menyuruh mereka untuk mengucap syukur dan memuji Allah, sebab semua itu terjadi karena kehendak Allah dan oleh belas kasihan Allah.

4. Malaikat cinta kasih

Malaikat Rafael adalah malaikat pelindung khusus bagi orang muda. Ia adalah malaikat atas pertemuan-pertemuan bahagia dan pilihan yang bijak. Dalam kisah Tobit, ada sebuah kisah ketika Tobia bertemu dengan Sara yang akhirnya menjadi istrinya. Dalam pertemuan itu Malaikat Rafael mengambil peranan yang penting. Ia yang mengatur pertemuan mereka dan meyakinkan Tobia untuk mengambil Sara menjadi istrinya. Sara adalah pilihan Allah untuk menjadi pendamping Tobia, dan melalui pertolongan Malaikat Rafael itu maka kehendak Allah dinyatakan. Rafael yang hatinya lembut dan penuh kasih mempunyai cara tersendiri untuk menyatukan orang. Ia membawa orang kepada pilihan dan keputusan yang baik dan sesuai dengan kehendak Allah.

Malaikat Rafael yang dilimpahi kasih karunia Tuhan membantu manusia untuk mencapai kebahagiaan. Dengan pertolongannya banyak orang yang akhirnya memperoleh kebahagiaan dan cinta dalam hidupnya. Sebagai seorang sahabat yang penuh kasih, maka kita dapat mempercayakan diri kita kepada pertolongan Malaikat Rafael dan berdoa kepada Allah melalui perantaraannya.

5. Malaikat sukacita

Allah telah menunjuk Malaikat Rafael sebagai utusan-Nya untuk menangani masalah-masalah sukacita. Kitab Tobit menunjukkan kepada kita bagaimana peristiwa kedukaan diubah menjadi peristiwa kegembiraan. Malaikat Rafael telah hadir dalam kehidupan keluarga Tobit dan membawa mereka keluar dari kedukaan kepada sukacita yang besar.

Dalam kitab Tobit dapat kita lihat bagaimana sukacita yang ditinggalkan oleh Malaikat Rafael dalam kehidupan keluarga Tobit ini. Malaikat Rafael menyelesaikan tugasnya dengan sangat luar biasa, dan waktu yang bergulir akan mengembalikan setiap sukacita yang hilang dengan ribuan sukacita lagi. Janji Rafael sungguh terpenuhi. Kembalinya sukacita berlipat ganda adalah tema Kitab Tobit. Sejak Rafael, Malaikat Sukacita memasuki drama kehidupan Tobit dan keluarganya, pembebasan sudah dekat dan kemenangan akhir adalah suatu kepastian.

Malaikat Rafael membawa sukacita kepada kita karena dia membawa kita ke hadirat Allah. Kita akan dijauhkan dari ketakutan-ketakutan dan keragu-raguan. Jika kita hidup dalam ketakutan, maka sukacita akan jauh dari kita, namun jika ketakutan telah hilang dari kehidupan kita, maka sukacitalah yang tinggal dan kebahagiaan akan tersenyum.

6. Malaikat pendamping perjalanan

Malaikat Rafael diutus oleh Allah untuk mendampingi orang yang sedang melakukan perjalanan. Dalam Kitab Tobit dikisahkan bahwa Malaikat Rafael menjadi pendamping bagi Tobia yang pergi ke Media. Bersama Rafael perjalanan dihindarkan dari segala yang jahat dan kecelakaan. Ketika ikan besar hendak menyerang Tobia, maka Rafael tampil melindunginya. Malaikat Rafael akan mengarahkan kita dalam perjalanan kita supaya tidak tersesat dan akhirnya sampai di tujuan dengan selamat.

Begitu pula dalam perjalanan hidup kita menuju Kota Surgawi, dengan bantuan dan pendampingan dari Malaikat Rafael maka kita akan tiba di tujuan dengan selamat. Berjalan bersama Malaikat Rafael dalam mengarungi perjalanan hidup rohani kita, ia akan mengarahakan pandangan kita kepada Dia yang adalah Terang. Malaikat Rafael akan memabantu kita, melindungi kita, dan menghindarkan kita dari godaan si jahat yang melemahkan kita. Dia akan membimbing kita untuk selalu berjalan pada arah yang benar.

Penutup

Malaikat Rafael telah melayani Allah dengan penuh sukacita dan dengan hati penuh kasih. Ia senantiasa ada untuk mendampingi dan menolong setiap orang yang berseru kepadanya. Malaikat Rafael adalah malaikat dalam kehidupan kita sehari-hari, karena ia selalu bersedia menolong kita dalam segala situasi hidup kita. Apa yang dilakukan oleh Malaikat Rafael mencakup banyak bidang seperti terungkap dari pengakuan Tobia yang penuh syukur kepada malaikat. Ia mengatakan: "Dialah yang mengawal saya dengan aman, pergi dan pulang; mendapatkan kembali uang yang dititipkan kepada Gabael; mempertemukan saya dengan pendamping hidup saya; menjauhkan Sara dari serangan roh jahat; menolong saya dari serangan ikan; menyembuhkan ayah saya dari kebutaannya; mengembalikan semangat untuk menyongsong hari depan."

Melalui pertolongan Malaikat Rafael kita telah diberkati dengan rahmat yang besar. Maka marilah kita memohon kepadanya untuk senantiasa berjalan bersama kita dan membawa kita menuju kepada kehidupan abadi bersama Yesus Sang Mempelai Ilahi. "Santo Rafael, Malaikat Agung Allah, doakanlah kami.... " >


http://www.mail-archive.com/renungan-vacaredeo@yahoogroups.com/msg00016.html



Tuesday, July 13, 2010

Tidung Island, you drive me crazy…

Hari gini belum pernah dengar nama Pulau Tidung?? Please dong ah. Gaul ngga sih lo?

Mungkin itu jawaban yang akan kamu dengar, kalau sampai kamu bertanya kepada temanmu “Pulau Tidung? Dimana tuh? Pulau apa sih??”

Pulau Tidung adalah salah satu pulau di Kepulauan seribu yang sedang popular saat ini, di samping pulau Pramuka ataupun pulau Untung Jawa. Untuk pergi ke pulau Tidung, kalian harus berangkat dari Muara Angke menggunakan kapal, dengan lama perjalanan kurang lebih tiga jam.

Tapi tolong jangan bayangkan kalau kalian akan menggunakan kapal pesiar, karena kapal-kapal yang dari Muara Angke semuanya hanyalah kapal nelayan yang di sewa untuk mengangkut penumpang. Tidak ada tempat duduk, kecuali tikar-tikar yang di sediakan untuk para penumpang agar dapat lesehan.

Tapi inilah seni ke pulau Tidung. Karena pulau Tidung terkenal sebagai pulau para backpacker. Dan hari sabtu kemarin saya bersama 21 teman lainnya, pergi ke pulau Tidung tersebut untuk mencoba menjadi backpacker selama dua hari.

Sebagai pulau para backpacker, maka jangan harap kalau kalian akan menemukan cottage mewah seperti yang ada di kepulauan Maldives. Di pulau Tidung kalian akan menginap di perumahan penduduk. Tapi jangan khawatir, semua penginapan tersebut bisa dijamin kenyamanannya.

Bahkan untuk mencari makanan bila kalian kelaparan juga tidak sulit. Hampir setiap lima puluh meter akan ada warung yang menjual makanan dan minuman ringan.

Pulau Tidung terbagi menjadi dua pulau, yaitu Tidung besar dan Tidung kecil. Namun kedua pulau tersebut dihubungkan dengan sebuah jembatan penghubung, yang terkenal dengan sebutan Dermaga Cinta. Jembatan penghubung atau Dermaga cinta ini cukup panjang untuk sekedar berjalan-jalan menikmati pemandangan laut yang sangat indah.

Jalan menuju Dermaga Cinta adalah jalan setapak yang dapat dilalui dengan bersepeda, menggunakan becak, ataupun sepeda motor. Tapi sebagai orang yang sudah bosan menggunakan kendaraan bermotor, saya dan teman-teman lebih memilih bersepeda untuk melewati jalan tersebut. Ternyata berjalan iring-iringan menggunakan sepeda, sambil bercanda benar-benar mengasyikan. Seakan-akan kami bernostalgia ke jaman kami masih anak-anak.

Di pintu masuk menuju Dermaga, kami harus memarkir sepeda kami dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sepanjang area menuju dermaga kami kembali menemukan banyak warung-warung makanan dan minuman ringan dengan harga yang cukup terjangkau.

Di awal Dermaga Cinta ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana pengunjung dapat ikut serta bersama anak-anak setempat mencoba melakukan loncat indah, atau lebih dikenal dengan sebutan Bridge Jumping.

Namun kita harus hati-hati saat melakukan Bridge Jumping ini, karena kalau sampai salah gerakan, kemungkinan besar kamu akan mendapat cedera, seperti yang terjadi pada saya kemarin. Saat menulis ini, pinggang saya masih sakit karena salah gerakan ketika mencoba Bridge Jumping.

Selain Bridge Jumping, kalian bisa menikmati snorkeling bagi yang hobi berenang di laut ataupun sekedar bermain air di pinggir pantai. Bagi para pecinta photography, sudah tidak di ragukan lagi kalau kalian akan sangat betah di pulau tersebut karena banyak objek foto yang wajib kalian abadikan. Bagi yang hobi mancing, kalian tinggal membawa umpan dan peralatan mancing, lalu silahkan duduk di tepi dermaga, kalian dapat memancing GRATIS….

Saya sendiri pecinta laut dan tergila-gila untuk berenang di laut, jadi snorkeling seharian plus berenang, mancing, dan bridge jumping selama dua hari kemarin, masih belum cukup untuk melepaskan rindu saya kepada laut. Kayaknya saya harus pergi lagi neh untuk snorkeling dan kembali melepas rindu pada laut. Atau saya pindah kerja ke tepi pantai saja yah…

Hmmmmm… Tidung, you drive me crazy….


Grey_S

Monday, July 5, 2010

Yang terindah dari yang paling indah

Buat semua yang deket banget sama gue pasti tau, dari hari kamis malam minggu lalu perasaan gue sedikit kacau, karena tulisan gue tentang perasaan gue ke cewe yang lagi gue taksir ke posting dengan sukses di majalah lesbian online.

Memang awalnya gue yang ngirim ke mereka, tapi karena salah satu anggota redaksi mengembalikan file tulisan itu, dengan maksud minta perbaikan, sekalian saja gue tarik balik tulisan itu. Karena setelah gue baca ulang, tulisan itu terlalu personal untuk di publikasikan di majalah online. Dan sang editor yang harusnya ngedit gue punya, sudah OK untuk tidak jadi memposting tulisan gue.

Ehh… tapi ternyata yah sepertinya tulisan gue itu terlalu bagus untuk tidak di posting oleh anggota redaksi lainnya. Jadilah dadak-dadakan gue dapat selamat dari beberapa fans. Sayangnya gue bukannya senang tapi malah ngga bisa tidur dari hari kamis sampe hari minggu kemarin.

Secara, gimana juga gue bisa tidur kalau sekarang perasaan hati gue ketauan sama orang seIndonesia. Kalah tuh si Ratu Cong Fa, waktu PDKT sama Noon-nya. Dia kan waktu itu cuma nulis di blog, gue di majalah bo.

Dan yang paling fatal adalah cewek yang gue taksir baca juga, padahal yah katanya dia tuh jarangggg bangetttt baca-baca majalah online. Padahal yah, gue tuh sudah menghibur diri, dengan mengatakan “tenang aja, dia ngga akan baca.” Tapi kok yah di baca juga. Hiksss…..

Trus dia juga comment. Dingin banget lagi comment-nya. Padahal yang lain sudah pada comment positif, cuma dia doang yang paling dingin dan satu-satunya yang mempertanyakan keseriusan gue. Hikss….

Dan di saat-saat desperado begitu, teman gereja gue tau-tau ngomong begini waktu rapat kepemudaan “Semua akan indah pada waktunya. Trust it Grey.” Gue sampe bengong. Padahal gue yakin seyakin yakinnya, dia ngga tau kalau hati gue memang lagi gundah gulana. Waktu itu gue kan lagi ngebahas soal pembabtisan oma-oma yang jadi tanggung jawabnya gue, kok yah bisa nyambung.

Trus selesai rapat gue posting kata-kata yang sama di Twitter. “Semua akan indah pada waktunya.” Niatnya sih ingin menghibur diri sendiri. Ehh…tau-tau si And ngirim lagu dengan judul yang sama special buat gue. Padahal waktu itu gue belum cerita apa-apa sama genk Idiots. Gue sampe hampir nangis karena terharu.

Tapi yang paling mengena buat gue, justru nasehatnya Epent, yang memang pikirannya selalu Out of Box.

Dia bilang begini di status FB gue:

Penghiburan diri dan penipuan terhadap diri sendiri, tidak akan indah kalo kita tidak melihat dengan keindahan... please lahhhh.” Epent mulai berkotbah “so... kalo lu melihat segala sesuatu dgn keindahan, silahkan ganti judulnya menjadi... SEMUA SELALU INDAH, gak pake PADA WAKTUNYA, karena waktu menjadi tiada kalo lu selalu bisa melihat semua itu indah..” lanjutnya lagi.

PYAKKKKK… Gue serasa kena tampar dengan kata-kata Epent.

Bener juga kata-kata Epent, kalau gue melihat semua dengan keindahan, maka semua yang terjadi dalam hidup gue memang sudah indah, tidak ada waktu yang khusus untuk keindahan itu sendiri. Namun memang untuk yang terindah dari yang paling indah, akan ada waktunya yang khusus. Bener ngga??

Life like a party right?? Happy, be crazy, and go home when the party was over.

Dan kalau gue menyesali semua yang sudah terjadi sampai saat ini, yang sebenernya gue yakin ini adalah rencana Tuhan, artinya gue adalah orang yang paling tidak bisa bersyukur. Harusnya kan gue bisa melihat sisi baik dari masalah gue kemarin.

  1. Ternyata gue masih punya temen-temen yang luar biasa, yang akan selalu ada untuk mendampingi gue di saat-saat gue gundah gulana begini.
  2. Ternyata tulisan gue masih layak untuk di publikasikan, meski isinya menye-menye banget.
  3. Minimal ngga akan ada jerawat di hidung gue, gara-gara cinta terpendam seperti dulu-dulu.
  4. Setidaknya dia tidak marah dengan terpublikasinya tulisan itu. Meski katanya “tidak ada harapan” buat gue.
  5. Setidaknya gue jadi tau perasaan dia ke gue gimana, jadi kan ngga ada tebak-tebak buah manggis lagi.
  6. Setidaknya gue tau, gue masih harus berjuang keras untuk meyakinkan dia.

Udah ah gue ngantuk.


Grey_S

Sunday, July 4, 2010

Chocolate + Mint = Sempurna


Chocolate, manis, pekat, dan hangat.
Mint, sedikit pedas, dingin, dan menyegarkan.
Chocolate + Mint = Cita rasa yang sempurna.

Dia penggemar Chocolate.
Aku penggemar Mint.
Dia + Aku = Takdir yang sempurna.


Ps : Dapatkan resep Mint Chocolate Ice Cream di Dapur Grey.

Tuesday, June 29, 2010

Hati dan Logika

Di saat hati dan logika tidak sejalan, itu adalah pertanda.
Namun hatiku dan logikaku mengatakan, kau lah yang ku damba.



Grey_S


Monday, June 28, 2010

Hari ini satu bulan yang lalu

Hari ini satu bulan yang lalu, pertama kali aku bertemu dengannya.

Hari ini satu bulan yang lalu, aku kesombonganku kembali dihancurkan Tuhan.

Hari ini satu bulan yang lalu, untuk pertama kalinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama.


Grey_S

Monday, June 21, 2010

Perjalanan Grey.


Juni 1984 aku terlahir
Juni 2008 awal dari sebuah titik balik kehidupanku
Juni 2009 awal dari sebuah perjalanan pulangku
Juni 2010 awal dari sebuah perjalananku yang sesungguhnya


Juni 2008 cintaku berakhir
Juni 2009 hatiku kosong
Juni 2010 aku jatuh cinta lagi

Dan inilah awal perjalanan cintaku yang sesungguhnya.

Entah bagaimana drama kehidupan yang akan kulakoni nanti, namun perjalanan kali ini tidak boleh berhenti begitu saja di tengah jalan.

Kali ini perjalananku harus sampai pada akhirnya.

Akhir yang bahagia, sampai selamanya.

Inilah perjalananku.
Inilah cintaku.
Inilah hidupku.
Inilah aku.

Grey Sebastian,

Seorang androgyny yang sedang mencari jati diri dan cinta sejati.
Yang bertahan hidup karena impiannya yang belum tercapai dan ketakutannya akan Tuhan.
Seorang melankolis sejati yang sedikit sanguine.

Friday, June 18, 2010

Never say Never



Jangan pernah katakan “Tidak akan pernah” sebelum kau mengalaminya, atau kau harus bersiap-siap untuk menjilat ludahmu sendiri, sama seperti yang aku alami saat ini.

Sepanjang sejarah percintaanku, realita yang terjadi membuatku tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Karena selama ini yang terjadi adalah, aku selalu jatuh cinta karena terbiasa.

Jangan heran kalau semua mantan wanita yang pernah aku kagumi dan aku sayangi, rata-rata berasal dari lingkungan yang sama. Kalau bukan teman satu sekolah, guru yang mengajarku, pastilah rekan kerjaku. Dan itu pun aku selalu jatuh cinta pada mereka, setelah sekian bulan saling mengenal.

Dulu ketika aku masih kuliah di luar, beberapa teman Lesbianku sering mengajakku jalan-jalan untuk sekedar cuci mata ataupun pergi ke bar untuk mencarikanku teman kencan. Sampai sekarang pun aku masih sering bepergian untuk sekedar kumpul-kumpul atau berkenalan dengan teman-teman sesama lesbian. Tentu saja dengan harapan suatu saat aku bisa menemukan orang yang bisa menarik hatiku.

Sayangnya meski aku sering bertemu dengan orang-orang baru, tetap saja tidak ada pernah ada yang menarik hatiku untuk mengenal lebih jauh. Pernah sih sekedar naksir dengan beberapa orang yang secara fisik memang menarik perhatian, tapi ternyata setelah mengenal mereka lebih jauh, aku lebih sering memutuskan untuk berteman saja. Kalau pun akhirnya aku mencoba untuk PDKT dengan teman satu komunitasku, pastinya karena aku sudah sering ketemu dia dan cukup merasa nyaman dengannya.

Inti ceritaku yang panjang lebar di atas adalah, sejak masa puber aku tidak pernah mempercayai akan cinta pada pandangan pertama. Aku hanya percaya kalau cinta dan rasa sayang itu hanya akan tumbuh bila sudah terbiasa dan sudah merasa nyaman. Jadi aku TIDAK AKAN PERNAH jatuh cinta pada pandangan pertama. Selesai.

Tapi….. sepertinya lagi-lagi Tuhan sedang ingin bercanda denganku.

Yup.

Kesombonganku selama belasan tahun, bahwa aku tidak akan jatuh cinta pada pandangan pertama, di hancurkan hanya dalam waktu dua jam.

Hari itu, dalam suatu pertemuan yang tidak terduga dan tidak terencana dengan baik, aku malah berkenalan dengan seorang wanita yang mampu menarik perhatianku sejak pandangan pertama.

Selama hampir dua jam pertemuan kami saat itu, tidak henti-hentinya aku mencoba mencuri pandang menatapnya. Tidak heran, temanku, yang seharusnya menjadi tamu utamaku hari itu, langsung sadar kalau aku menyukai sahabatnya. Akhirnya lewat bantuan dari temanku, aku dan wanita tersebut saling bertukar nomor handphone dan kartu nama.

Lucunya, setelah pertemuan itu, aku hampir tidak dapat berhenti tersenyum sepanjang malam. Aku berusaha mencari tau tentangnya dan mengenalnya lebih dalam, bahkan sampai sekarang aku masih berusaha menemuinya lagi, lagi, dan lagi.

Sepertinya setelah ini aku tidak akan mengatakan TIDAK AKAN PERNAH lagi.



Grey_S

Tuesday, June 15, 2010

MISS INDEPENDENT

by : Ne-Yo

Oo it's something about
Just something about the way she moved
I can't figure it out,
It's something about her

Say oo it's something about,
What kinda women want you but don't need you
Hey, i cant figure it out, it's something about her

Cause she walk like the boss, talk like the boss
Manicured nails, just like the pedicured roll
She's fly effortlessly
Cause she move like a boss, do add a boss
Do, she got me thinking about getting involved
That's the kinda girl i need

She got her own thing
That's why i love her
Miss independent
Won't you come and spend a little time

She got her own thing
That's why i love her
Miss independent
Love the way you shine
Miss independent

Oo there's something about that a woman that can do for herself
I look at her and it makes me proud,
There's something about her
Something oo so sexy about the kinda women that dont even need my help
She says she got it,she got it, no doubt, there's something about her

Cause she work like the boss, play like the boss
Car and a crib, she about to pay em both off
And her bills are paid on time

She made for a boss, Solely a boss,
Everything like, she telling 'em to get lost
That's the girl that on my mind

She got her own thing
That's why i love her
Miss independent
Won't you come and spend a little time
She got her own thing
That's why i love her
Miss independent
Love the way you shine
Miss independent

Her favourite thing is to say don't worry i got it
And everything she got, best believe she bought it
She's gonna steal my heart, ain't no doubt about it,
Girl you're everything i need, said you're everything i need

She got her own thing
That's why i love her
Miss independent
Won't you come and spend a little time
She got her own thing
That's why i love her
Miss independent
Love the way you shine
Miss independent
That's why i love her



PS : When I heard this song this afternoon, I suddenly thinking about my lovely woman now, before, and past.
Yeah they have a similarly, they are miss independent.



Grey_S