Tuesday, June 23, 2009

Manusia Abstrak

Katanya seni tanpa perasaan adalah omong kosong.
Mungkinkah aku si omong kosong itu??

Katanya seni tanpa teknik adalah dangkal.
Mungkinkah aku si dangkal itu??

Menurutku aku hanyalah manusia abstrak yang sulit di mengerti.
Termasuk oleh diriku sendiri.



Grey_S


Read more......

Monday, June 15, 2009

Aku, mimpi, dan tulisan

Aku ingin menulis
Aku ingin menuliskan semua ide-ide yang ada di otakku
Semua ide-ide yang membuat otakku tersumbat
Semua ide-ide yang membuat aku gila

Aku gila…. Yah aku gila…
Aku gila karena ada yang berlari-lari di otakku tanpa bisa aku hentikan
Aku gila karena ada yang menyumbat otakku tanpa bisa aku keluarkan
Aku gila karena aku mulai bermimpi lagi…

Dan sekarang aku bermimpi menjadi seorang penulis…


GreyS


Read more......

Sunday, June 14, 2009

Anak lelaki kecil

Ada anak lelaki kecil di kelompok Choir kami. Usianya kira-kira baru 5-6 tahun. Entah siapa orang tuanya, entah siapa pula yang mengajaknya datang ke kelompok choir kami, tidak ada yang tahu. Sudah 1 bulan ini dia selalu hadir di setiap latihan kami. Datang tidak di undang, pulang pun tidak pernah minta di antar.

Dia duduk dan bernyanyi bersama para pria dewasa lainnya. Padahal teman-teman sebayanya masih sibuk lari kesana kemari dan bermain-main saat misa berlangsung. Dia juga sudah memiliki map sendiri, yang membuktikan dia sudah resmi menjadi anggota choir kami.

Dia selalu tersenyum dan sangat bersemangat saat latihan. Dia juga tidak pernah mengeluhkan waktu latihan yang sangat panjang dan melelahkan. Padahal aku saja sering merasa lelah dengan latihan yang menghabiskan hari minggu-ku, yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat ini.

Aku malu padanya. Aku harus belajar darinya.


Adik kecil, ajarilah aku untuk selalu tersenyum dan bersemangat sepertimu.
Adik kecil, ajarilah aku untuk bersikap dewasa dan tidak pernah mengeluh sepertimu.
Adik kecil, semoga semangatmu tidak pernah berubah sampai kau dewasa nanti.



Grey_S


Read more......

Saturday, June 13, 2009

Idola juga manusia

Beberapa hari yang lalu saya membaca blognya Ibu Sinyo, yang menuliskan betapa risihnya ia dengan banyaknya ABG saat ini yang mengikuti gaya band “the Virgin”. Band hasil bentukan Ahmad Dhani, yang beranggotakan dua perempuan belia Mitha dan Dara.

Kalau saja yang di tiru oleh ABG-ABG penggemar band virgin hanyalah cara berpakaian atau cara berdandan, mungkin ibu Sinyo tidak akan merasa begitu risih. Sayangnya ABG-ABG itu meniru pula kemesraan-kemesraan yang di tampilkan oleh Mitha-Dara dalam setiap foto session atau setiap aksi panggung mereka. Jadilah saat ini mendadak banyak yang ABG-ABG yang LESBIAN (ngeLESBI di jalAN).

Fenomena ini tentu saja membuat risih para lesbian yang masih in the closet. Sampai Keizo, bertanya apakah semua perempuan itu punya “bakat” menjadi lesbian. Jawab Sinyo, mungkin benar sebagian perempuan mempunyai bakat menjadi lesbian, namun sebagian lagi hanyalah ikut-ikutan gaya dari idola mereka.

Loh?? Kok bisa lesbian menjadi “gaya”??

Bisa dong.

Dalam Kamus Kata-kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, “idola” adalah orang atau tokoh yang di jadikan pujaan. Memiliki seseorang pujaan, membuat orang yang memuja merasa ingin selalu berada di dekat pujaannya. Caranya tentu saja dengan meniru gaya sang pujaan, mengkoleksi benda-benda yang bisa mengingatkannya kepada sang pujaan, atau menjadi pengikut sang pujaan.

Jadi kalau sang idola itu merupakan pria-pria “cantik” atau perempuan-perempuan “tampan”, maka penggemarnya pun akan ikutan berdandan menjadi seperti mereka. Dan kalau sang idola itu lesbian atau berlagak lesbian, yah penggemarnya juga akan ikut-ikutan bergaya lesbian.

Tapi apakah dengan mengidolakan mereka artinya sang penggemar sudah menjadi homosex?

Tentu saja belum tentu.

Karena dalam mengidolakan seseorang tidak ada hubungannya dengan gender dan orientasi sex apalagi dengan perasaan cinta. Semua bisa menjadi homo dan hetero secara bebas. Sama seperti jaman dahulu kaum pagan memuja para dewa-dewi yang cantik dan tampan, atau yang memiliki kemampuan hebat. Saat ini pun orang menjadi tidak peduli yang di pujanya itu pria atau wanita, selama mereka cantik dan tampan atau memiliki kemampuan, pastilah mereka mempunyai penggemar fanatik yang selalu mengikuti mereka.

Sayangnya saat seseorang sudah mengidolakan secara fanatik, kadang mereka sudah tidak menggunakan logika lagi. Apapun akan di lakukan untuk mendekati kehidupan sang idola. Bahkan terkadang dengan alasan yang sangat berlebihan dan tidak masuk akal, mereka bisa berbuat anarkis.

Tidak sedikit kita mendengar kasus selebriti yang di bunuh oleh penggemarnya sendiri seperti Gianni Versace dan John Lennon. Atau kasus 3 penggemar Hideto Matsumoto, gitaris sekaligus penulis lagu band X Japan, yang bunuh diri dengan cara yang sama seperti yang di lakukan Hideto.

Padahal kalau para penggemar itu mau sedikit menggunakan logika, idola mereka kan masih manusia biasa yang memiliki kekurangan dan bisa melakukan kesalahan. Kenapa juga tidak di tiru sisi baiknya saja, dan belajar dari kesalahan mereka.



Grey_S
atas ide dari Sinyo & Laksmi


Read more......

Wednesday, June 10, 2009

Bulan Juni

Setiap tahun bulan Juni memang selalu jadi bulan yang special dalam hidupku. Karena pada bulan Juni, aku di lahirkan ke dunia.
Pada bulan Juni pula, seseorang yang pernah menjadi seseorang paling special dalam hidupku dilahirkan.
Dan pada bulan Juni pula, tepatnya setahun yang lalu, Perjalanan Grey di mulai.



Grey_S


Read more......