Sunday, May 31, 2009

BIASA AJA

Tadi sore chatting sama teman yang sudah tiap hari chatting sama dia. Dia nanya kabarku hari ini. Aku jawab “hari ini biasa aja tuh”. Trus dia nanya tentang kejadian kemarin ketika aku tersesat saat mencari gereja di tempat yang tidak biasa. Aku cerita sedikit kronologisnya sampai aku bisa tersesat. Dia tanya apa aku akan menceritakan kejadian aku tersesat itu di blog. Aku bilang tidak. Karena selama di BJ aku sudah sering tersesat, jadi kejadian kemarin sudah menjadi hal yang BIASA AJA bagiku.

Tapi percakapan tadi membuat aku teringat tentang julukanku dari teman-teman semasa di SMU dulu, “Si BIASA AJA”. Sepertinya yang mereka katakan dulu ada benarnya juga.

Aku lahir di keluarga yang BIASA AJA dengan orangtua yang juga orang BIASA AJA. Keluargaku bukan orang yang terlalu kaya, tapi juga tidak bisa di bilang miskin. Buktinya orangtuaku masih mampu memberikan aku kesempatan sekolah di luar meski cuma 1 tahun. Mereka masih mampu membiayai adikku untuk ambil S2. Masih mampu menyekolahkan beberapa sepupu yang orangtuanya tidak mampu menyekolahkan.

Aku punya kehidupan yang BIASA AJA. Tidak pernah ada gejolak yang hebat dalam hidupku kecuali ketika aku mulai sadar kalau aku seorang pecinta sesama jenis. Meskipun sejak kecil aku tidak tinggal bersama orangtuaku, tapi itu juga bukan suatu hal yang aneh menurutku. Aku masih mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh dari mereka.

Aku memiliki penampilan fisik yang BIASA AJA. Cakep banget ngga, tapi jelek banget juga pasti ngga karena buktinya masih ada aja yang ngajak kenalan. Meski tetep aja sampai sekarang aku masih jomblo tulen. Tinggi badanku juga BIASA AJA, 160 cm. Berat badan…. Hm… yang ini ga perlu di bahas deh karena sedikit ga BIASA AJA.

Aku memiliki nilai-nilai akademik yang BIASA AJA dan tingkat kecerdasan yang juga BIASA AJA. Ini terbukti dari nilai-nilai sekolahku yang jarang banget dapat bagus sampai pernah tinggal kelas, meski itu semua tidak membuat aku harus disekolahkan di sekolah luar BIASA AJA. Gelar S1-ku baru berhasil aku dapatkan dengan perjuangan yang harus, benar-benar, sangat amat, ga BIASA AJA.

Akhirnya setelah mendapat gelar S1, aku pun mendapatkan pekerjaan yang BIASA AJA dengan gaji yang BIASA AJA. Cuma kisahku di dalam kantor itu yang ga BIASA AJA.

Dengan bermodal kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin yang BIASA AJA, aku sering nekat pergi ke luar negeri atau ke tempat-tempat asing sendiri. Sekedar informasi, nilai bahasa Inggrisku tidak pernah lebih dari 5 dan bahasa mandarinku juga cuma sekedar lulus. Jangan tanya tentang nilai TOEFL atau HSK karena aku tidak pernah berhasil mendapat nilai minimum.


Bukan cuma kemampuan berbahasa asing yang BIASA AJA, kemampuan berbahasa Indonesiaku pun BIASA AJA. Selama di sekolah dulu, dari TK sampai lulus SMU, hanya 2x nilai bahasa Indonesiaku mendapat 7 di rapor. Itu pun karena aku ikut choir yang pembinanya guru bahasa Indonesiaku.

Dan dengan kemampuan berbahasa dan menulis yang BIASA AJA, aku pun membuat sebuah blog yang isinya BIASA AJA. Untungnya blog-ku pernah mendapat rekomendasi di the Planet SepociKopi. Aku juga punya beberapa teman blogger yang ga BIASA AJA. Beberapa tulisanku juga pernah di muat di majalah lesbian online SepociKopi.com yang ngetopnya luar BIASA AJA. Jadi bisa numpang beken deh…

Ya inilah ceritaku si manusia BIASA AJA. Mungkin aku akan memiliki hal-hal lain yang juga BIASA AJA di hari-hari mendatang. Tapi aku harus mensyukuri kehidupanku yang BIASA AJA ini, karena dengan menjadi orang yang BIASA AJA otomatis masalah-masalahku pun BIASA AJA. Tidak seperti orang-orang yang mempunyai kehidupan luar BIASA AJA tapi juga memiliki masalah yang juga luar BIASA AJA.


Seperti kata teman-teman SMU-ku dulu : Hidup partai BIASA AJA!!!



Grey_S


Read more......

Thursday, May 28, 2009

Surat untuk adikku

Dik, apa kabarmu?? Sejak aku disini kita semakin jarang saja berkomunikasi.

Dik, hari ini aku mendengar kabar bahwa kau berhasil lulus cum laude dengan nilai terbaik ke-2 dari seluruh mahasiswa di kampusmu. Selamat yah. Aku bangga padamu.

Meski ada sedikit rasa iri di hatiku, tapi harus kuakui sejak kecil memang cuma kamu yang paling bisa membanggakan orang tua kita.

Dik, aku benar-benar merasa tenang dan bangga memiliki adik sepertimu. Karena meskipun kamu tahu aku ini bukan kakak yang pantas di teladani, tapi kamu tidak pernah meniru kenakalan-kenakalanku. Meski aku tidak pernah bisa mendapat nilai yang bagus, tapi kamu selalu bisa menjadi juara kelas.

Dik, seharusnya saat ini pun kamu yang berada disini. Karena kemampuanmu dalam berbahasa jauh lebih baik dariku. Aku sangat menyesalkan ketika kamu lebih memilih priamu, dari pada kesempatan besar ini. Tapi tidak mengapa, aku sangat menghargai pilihanmu.

Dik, aku juga sudah mendengar tentang niatmu untuk mengambil S2 agar kamu bisa resmi menjadi psikiater sesuai cita-citamu. Aku sangat mendukung cita-citamu ini. Karena dengan beratnya beban kehidupan saat ini, pasti banyak orang yang membutuhkanmu sebagai psikiater, untuk membantu mereka agar mereka tidak benar-benar menjadi gila. Dan aku juga membutuhkan dukunganmu sebagai seorang psikiater professional bila suatu saat nanti aku terpaksa coming out.

Dik, aku hanya mohon satu hal. Bila nanti kamu menjadi seorang psikiater, tolong bersikaplah professional saat engkau menerima pasien yang merasa dirinya gila hanya karena dia jatuh cinta pada sesama jenisnya. Atau saat ada orangtua yang minta agar anaknya “disembuhkan” dari homosex, tolong jelaskan pada mereka bahwa homosex bukanlah suatu penyakit. Apabila orangtua kita, menanggap aku gila karena mencintai wanitaku. Tolong jelaskan kepada mereka, bahwa aku dengan waras mencintai wanitaku.

Dik, maafkan aku yang tidak pernah bisa menjadi kakak yang baik untukmu. Tapi kuucapkan terimakasih, karena kamu sudah menjadi adik terbaik untukku. Dik, maafkan aku yang selalu menjadi misteri bagimu dan bagi keluarga kita. Tapi kuucapkan terima kasih untuk selalu mau mencoba mengerti langkah-langkah yang kuambil.

Dik, sekian dulu surat ini. Kelak bila waktuku sudah tiba, aku akan membagi semua rahasiaku padamu. Selamat berjuang yah untuk S2-mu.

Salam sayang dari kakakmu



Grey_S


Read more......

Thursday, May 21, 2009

Pertanyaanku

Aku bertanya kepada Tuhan, “Untuk apa aku di lahirkan??”


JawabNya, “Untuk MENCINTAI sesamamu manusia.”



Gal. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"







Read more......

Wednesday, May 20, 2009

Nasib anak kos

Sejak dulu aku sering sekali mendengar cerita-cerita tentang suka-duka menjadi anak kos. Beberapa orang om dan tanteku dulu juga pernah jadi anak kos. Waktu SMU, aku sering main ke kamar kos teman-ku. Dalam pikiranku waktu itu, jadi anak kos kok kayaknya asik sekali yah. Tidak ada orang tua yang ngatur-ngatur, pulang malam tidak ada yang nyariin, dan sebagainya. (padahal sudah tau meski ada sukanya, tapi dukanya juga pasti banyak)

Sayang semasa sekolah dulu karena aku sekolah dan kuliah di Jakarta, maka sejauh-jauhnya kampusku dulu dan semacet-macetnya jalanan di Jakarta tetap saja aku tidak boleh nge-kos. Baru sekarang deh aku bisa ngerasain jadi anak kos. Baru percaya deh kalau ternyata jadi anak kos itu memang penuh suka dan duka….

BeTeWe, mau di mulai dari mana neh ceritanya??? Sukanya dulu atau dukanya dulu?? Dari sukanya dulu aja yah.

Aku suka jadi anak kos karena :
1. Aku bebas dari jam malam. Berhubung di asramaku tidak ada peraturan jam malam, jadi mau pulang jam berapa aja tidak ada yang marahin. Hehehe….

2. Bebas mau pergi kemana aja. Karena katanya asramaku ini milik university, tapi tidak ada 1 pun pengawas dari university yang tinggal disini, ada ratusan anak yang tinggal disini, dan tidak ada peraturan kalau mau pergi-pergi harap lapor. Jadi bisa pergi ke mana saja deh, termasuk ke tempat-tempat yang 18 tahun keatas. Hehehhe….

3. Bisa bawa pacar ke kamar. Sayang sampai sekarang aku masih single. Jadi ga ada yang bisa di bawa buat berduaan di kamar deh.
Ssstt… aku mau cerita rahasia neh… Kata teman, yang kebetulan kamarnya bersebelahan dengan kamar single, hampir setiap hari dia mendengar suara-suara heboh. Sudah seperti siaran radio 21 tahun keatas. Hehehhe…. Bikin mupeng aja…

Tapi selain suka menjadi anak kos, aku juga merasa berduka. T_T hiks…

Duka-dukanya menjadi anak kos :
1. Tidak ada yang mengurus. Semua harus ngurus sendiri. Dari nyuci baju, nyuci perabot makan, nyetrika, dll. Tepatnya ini seh duka karena aku menjadi anak kos yang jomblo. Buat yang punya pacar seh tetep aja tuh ada yang ngurusin. Contohnya cari sendiri yah!!

2. Semua makanan instant menjadi menu sehari-hari. Mie instant, bubur instant, soup instant, nasi instant, dll deh. Jangan heran kalau Indomie menjadi sahabat baikku selama hampir satu tahun ini. Lagian mau bagaimana mau masak-masak setiap hari kalau panci yang aku punya cuma bisa untuk rebus-rebusan. Kalau mau masak harus ke dapur umum. Trus masak tapi cuma untuk sendiri, ga ada yang muji, ga ada yang nemenin makan, kan males tuh.

3. Dan yang PALING tidak enak sebagai anak kos yang jauh dari keluarga adalah kalau lagi sakit. Aduh please deh, jangan sampai aku sakit berat disini. Tidak ada yang manjain gitu lho. Tidak ada yang bisa di panggil-panggil buat nemenin, tidak ada yang ngerokin kalau masuk angin, tidak ada mijitin kalau badan pada pegel-pegel. Tapi lagi-lagi ini seh dukanya anak kos yang jomblo.

Sekian deh sesi curhat untuk hari ini. Sudah waktunya untuk kembali belajar.




GreyS



Read more......

Monday, May 18, 2009

Kejutan

Minggu ini mungkin minggu paling penuh kejutan dalam hidupku. Di mulai dari awal minggu lalu, oleh guru choirku aku dikasih tiket nonton concert music Classic kesukaanku, seharga 580 RMB = Rp. 928,000 yang diadakan di Forbidden City Concert Hall, salah satu Concert Hall paling mewah di BJ. Dan tiket itu aku dapat GRATIS…TIS…TIS…TIS…

Pada hari yang sama, malamnya aku mendapat kabar bahwa aku harus membuat tema meeting untuk hari selasa. Padahal yang aku tahu, harusnya yang membuat tema meeting adalah VP of education. Alhasil malam itu aku kalang kabut nyari tema dan membuat presentasi acara. Untung semua masih keburu dikerjain, meski dengan deadline yang super duper mepet. Itulah kejutan kedua minggu ini.

Setelah itu senin, selasa, rabu, kamis hidupku kembali datar seperti semula. Aku hanya sibuk mengurusan sehari-hari seperti buat PR, belajar, meeting club, mencuci, dan tidur.

Kejutan berikutnya baru ada lagi mulai Jumat pagi. Aku bangun tidur dengan mimpi yang super duper serem menurut aku. Karena tidak tanggung-tanggung, aku mimpi ketemu Iblis dan aku harus menyelamatkan seorang bayi yang akan mereka jadikan persembahan. Mimpi itu membuat aku terbangun dengan sakit di seluruh badan dan dada yang terasa sesak.

Siangnya aku masih bisa tenang-tenang menjalani hari Jumat-ku. Sorenya waktu lagi mencuci kaos kesayanganku, aku baru tau kaos itu kelunturan. Entah kelunturan apa. Selesai mencuci, aku kembali ingin mengencani blog-ku tersayang di Blogspot.com. Tapi…… ternyata Blogspot.com akhirnya kena banned juga, setelah sebelumnya Wordpress.com dan Blog.com kena banned.

Aku stress. Saat ini kan hiburanku cuma menulis blog dan blogwalking ke blog-blog lainnya. Sekarang kalau semuanya kena banned, apa yang bisa menghibur aku. Facebook tidak cukup mengasikan untukku. YM kalau lagi ada teman yang Online memang asik, tapi kalau lagi pada sibuk semua kan tidak enak mengganggu mereka.

Akhirnya setelah puas marah-marah di Facebook, YM dan forum. Aku memutuskan tidur dan melihat perkembangan di keesokan hari.

Sabtu pagi aku kembali terbangun dengan perasaan cemas. Dalam kondisi setengah sadar saja aku masih menyebut “Tuhan, semoga Blogspot tidak di banned.” Hehehhe…. Tapi kenyataannya Blogspot memang di banned sampai aku menulis ini.

Aku masih belum mandi apalagi makan ketika aku menyalakan komputer untuk mengecek apa aku sudah bisa menggunakan Blogspot lagi atau belum. Seperti biasa sambil aku menunggu loading, aku membuka aplikasi YM. Belum ada 1 menit aku online di YM, mendadak ada yang menyapa. Dan tebak siapa??? Mantan gebetanku waktu jaman kuliah dulu.

Oh yeah… ini kejutan ketiga dalam minggu ini. Secara kami sudah lost contact selama 3 tahun. Dan sebelum-sebelumnya, boro-boro dia mau menyapa di YM, aku sapa saja tidak pernah membalas. Tapi Sabtu kemarin, kami bisa mengobrol lumayan lama. Meski semua hanya basa basi, tapi cukup mampu membuat aku melupakan tentang masalah Blogspot untuk sesaat.

Malamnya ada seorang lagi yang tidak terduga-duga menyapa aku lewat YM. Seseorang yang pernah mengirim e-mail untuk menasehatiku agar “bertobat”. Yang pernah aku kira mantan gebetan-ku waktu di kantor. Meski sampai sekarang dia masih misterius, tapi aku sudah tidak perduli dengan “siapa dibalik” lagi.

2 orang dari masa lalu, hadir kembali dalam 1 hari. Meski hanya sesaat, cukup membuatku bernostalgia dengan hari-hari bahagia yang kelam. Hari-hari yang menyakitkan tapi membuatku lebih dewasa.

Balik lagi ke masalah Blogspot, sampai saat ini aku masih belum bisa kembali membuka Blogspot.com. Roomate-ku menyarankan untuk menggunakan Sneakme.net sebagai pembuka web yang kena banned. Untungnya berhasil. Tapi kelemahannya adalah aku butuh 10 menit untuk sekedar posting dan pastinya aku tidak bisa input gambar ataupun mengedit-ngedit yang lain.

Kata seorang teman, masih untung bisa di buka meski dengan cara yang merepotkan dari pada tidak bisa sama sekali.

Dan pelajaran yang aku petik minggu ini adalah :
1. Tidak boleh sombong dengan apa yang kita punya, karena tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Tuhan dan perubahan itu sendiri.
2. Dibalik setiap kemalangan pasti ada keberuntungan.
3. Rajin-rajin ikut choir, kali-kali dapat tiket gratis lagi.


Grey_S


Read more......

Monday, May 4, 2009

Perjalanan sejarah dari Xi’an


Setiap tanggal 1 Mei di China merupakan hari libur untuk merayakan Labor Day atau kadang disebut May Day. Karena kebetulan 1 Mei kali ini jatuh di hari Jumat makanya aku memiliki waktu yang cukup untuk liburan ke luar kota. Aku memilih Xi’an untuk liburan kali ini.


Sebenarnya aku penasaran sekali ke Xi’an cuma karena disana ada Terracotta. Terracotta adalah patung-patung prajurit yang terbuat dari tanah liat. Konon patung-patung tersebut di buat atas keinginan Kaisar pertama China QinShiHuang yang tidak mau sendirian saat ia meninggal.

QinShiHuang naik tahta di usia 13 tahun, di usia 22 tahun ia memegang kendali kerajaan sepenuhnya. Tidak lama setelah naik tahta, ia memerintahkan sekitar 700,000 pekerja untuk membangun Mausoleum tentang dirinya beserta patung-patung prajurit Terracotta tersebut. Dan ketika QinShiHuang meninggal, putranya QinErShi memerintahkan para pekerja yang tidak memiliki keluarga dan tidak dapat bekerja lagi, agar dikubur hidup-hidup bersama jenasah sang Kaisar pertama.

Terracotta di ketemukan secara tidak sengaja oleh 4 orang petani yang saat itu sedang menggali sumur untuk mengairi tanah mereka. Saat ini Terracotta sering disebut sebagai keajaiban dunia ke delapan. Sehingga ada pepatah yang mengatakan kalau belum melihat Terracotta, artinya belum pergi ke China.

Namun selain Terracotta, Xi’an memiliki banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang menarik lainnya seperti Tembok kota Xi’an, HuaQing Pool, Menara Drum dan Bell, Gunung Hua, Masjid Agung Xi’an dan masih banyak tempat-tempat bersejarah lainnya yang tidak sempat aku kunjungi saking banyaknya.

Sedikit informasi, lama perjalanan dari Beijing ke Xi’an adalah 13 jam menggunakan kereta. Otomatis meski dibilang 4 hari tour tapi kenyataannya 2 hari di kereta dan hanya 2 hari di Xi’an. Maka itu tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi dalam waktu sesingkat itu.

Pada hari pertama, setibanya di Xi’an, sebelum ke Terracotta, aku mengunjungi HuaQing Pool terlebih dahulu. HuaQing Pool adalah tempat pemandian Kaisar beserta permaisurinya dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Di bangun pada jaman Dinasti Zhou (1100–771 SM). HuaQing Pool ini juga merupakan tempat sauna pertama di dunia karena air pemandian disini berasal dari sumber mata air panas alami.

Konon salah seorang dari 4 wanita tercantik sepanjang sejarah China, yang juga merupakan selir kesayangan Kaisar Li LongJi, yaitu Selir Yang, suka sekali mandi di pemandian ini. Inilah yang mengangkat reputasi dari HuaQing Pool. Pada tanggal 12 Desember 1936, di HuaQing Pool ini pula terjadi insiden Xi’an yang mengejutkan dunia.

Di hari kedua, aku mengunjungi Tembok kota Xi’an. Tidak jelas kapan Tembok kota Xi’an di bangun, tapi sejarah mencatat bahwa tembok itu di perbesar pada tahun 1374-1378 oleh Dinasti Tang. Tembok ini memiliki panjang 11,9 Km, tinggi sekitar 30 meter, lebar 15 meter, dan 4 buah menara penjagaan. Untuk mengitari tembok ini bisa menggunakan sepeda. Karena itu di setiap menara penjagaan ada tempat penyewaan sepeda. 1 sepeda bisa disewa dengan harga 40RMB per jam.

Setelah dari Tembok kota Xi’an aku pergi ke Wild Goose Pagoda, tapi tidak sempat masuk karena waktu yang sangat terbatas. Dari situ aku ke Menara Drum dan Bell. Di menara ini aku juga tidak naik ke atasnya karena harus membayar cukup mahal dan menara seperti ini ada di setiap kota di China, termasuk Beijing. Jadi menurutku kurang unik. Akhirnya aku memilih mengunjungi Masjid Agung Xi’an.

Dari arah utara barat Menara Drum and Bell Xi’an, dibangun sebuah Mesjid Agung. Masjid Agung seluas 12,000 m2 ini dibangun pada jaman Dinasti Tang (618-907), dan di perbaiki pada jaman Dinasti Ming (1368-1644). Mesjid ini dibagun untuk menghormati sebagian penduduk Xi’an yang adalah penganut agama Islam.

Dokumen-dokumen bersejarah mencatatkan masuknya Islam ke China melalui 2 jalan. Jalan pertama melalui perdagangan sutra dari Asia barat ke Xi’an yang saat itu disebut sebagai Chang’an lalu ke Xinjiang Uygur, sebuah daerah otonomi. Jalan lainnya yaitu melalui Dinasti Sing (960-1279) melalui Samudera Hindia ke daerah tenggara China.

Karena saat ini Masjid Agung tersebut sudah di buka untuk umum, maka sepanjang jalan menuju masjid ini di penuhi toko-toko yang menjual souvenir dan restorant-restorant muslim yang dijamin halal. Saat hari libur seperti May Day kemarin, jalan ini benar-benar di padati turis local maupun turis asing.

Masjid Agung Xi’an adalah tempat terakhir yang sempat aku kunjungi, karena tidak terasa aku sudah harus pergi ke stasiun kereta untuk segera kembali ke Beijing. Mungkin lain kali aku harus menyediakan waktu yang lebih panjang untuk mempelajari sejarah-sejarah yang sangat mengagumkan bagiku.



Grey_S


Read more......