Sunday, October 5, 2008

Takdir Tuhan....

Malam ini atau besok pagi-pagi sekali gw harus pulang ke Jakarta” kata temanku
Oma gw meninggal tadi pagi. Sekarang gw harus secepatnya cari tiket pesawat.” Lanjutnya lagi.
Temanku yang biasanya selalu ceria, hari ini tampak benar-benar tegang. Wajahnya pucat terlihat jelas habis menangis.

Kematian, jodoh, dan rejeki adalah takdir Tuhan. Itu pepatah yang sering kudengar. Dan akhir-akhir ini sering aku gunakan untuk berdalih kalau-kalau ada yang menanyakan kenapa aku belum punya pacar di usiaku yang sudah menuju seperempat abad ini.

Kita memang tidak pernah tahu kapan seseorang meninggal, dengan siapa seseorang berjodoh, dan bagaimana rejekinya kelak. Banyak orang yang karena ingin mendului maksud Tuhan akhirnya pergi ke Tukang ramal, memakai jimat dan sebagainya. Tapi meski begitu apakah benar-benar ada yang bisa membaca Takdir Tuhan???

***

Satu hari setelah aku pulang dari perjalananku ke Inner Mongolia, aku juga baru tahu kalau Papiku mengalami kecelakaan yang mengharuskan beliau di opname selama 5 hari di rumah sakit. Itu pun aku diberi tahu karena aku yang inisiatif menelepon, kalau tidak aku pasti tidak akan diberitahu dengan alasan agar aku tidak cemas. Memang aku tidak begitu dekat dengan Papiku setelah pertengkaran hebat 12 tahun yang lalu, tapi aku juga bukan orang yang tega melihat dia tidak berdaya di rumah sakit.

Setelah aku mendengar kabar tentang Oma temanku, aku juga tambah cemas dengan keadaan keluarga di Jakarta. Apalagi sejak aku disini, Omaku hanya tinggal berdua dengan pembantu. Sejak kecil aku juga tidak pernah jauh dari Omaku lebih dari 1 minggu. Dan ini pertama kalinya dalam hidupku, aku jauh dari dia untuk jangka waktu yang lama.

Selama ini memang cuma aku yang paling dekat dengan beliau. Maklum sejak usia 2 bulan, karena Mami dan Papiku sibuk bekerja, aku sudah berada dalam asuhan beliau. Adik sepupuku cerita dalam percakapan lewat YM beberapa waktu yang lalu. Sampai saat ini pun Omaku kekeuh tidak mau ditemani oleh orang lain atau cucu yang lain. “Risih” itu alasan yang selalu dia katakan tiap kali aku menganjurkan agar kedua sepupu lelaki-ku bergantian menginap, untuk menemani beliau.

Mungkin keputusanku untuk belajar jauh dari rumah dan keluargaku adalah keputusan yang tepat. Karena setelah aku berada disini, aku baru mengerti arti kata “RINDU”, aku juga baru menyadari arti kehadiran keluargaku. Apalagi sebaik-baiknya dan sedekat-dekatnya teman disini, tetap saja tidak bisa dijadikan tempat untuk bermanja-manja dan berkeluh kesah. Baru kali ini dalam hidupku, aku takut jatuh sakit. Padahal di Jakarta, aku adalah orang yang tidak pernah takut mati.

Sejak aku berada jauh dari mereka, tiba-tiba saja orang tuaku jadi romantis. Seumur-umur mereka tidak pernah mengatakan “sayang” kepadaku, tapi setelah aku disini, setiap kali mereka telepon pasti mereka mengatakan “sayang”. Seumur-umur kemanapun aku pergi traveling, mereka tidak pernah menanyakan foto-fotoku, tapi setelah aku disini hampir setiap aku mengirim e-mail, mereka meminta aku mengirimkan foto-fotoku.

***

Kematian, jodoh, dan rejeki adalah takdir Tuhan. Aku tidak pernah tau apa yang akan terjadi dengan diriku dan juga dengan orang-orang yang aku sayangi. Aku tidak pernah tahu dengan siapa aku akan berjodoh kelak. Dengan perempuan kah?? Atau dengan lelaki kah?? Aku juga tidak tahu sepulangnya dari Beijing ini, aku akan bekerja dimana atau akan berbisnis apa??

Dan ketika aku dan temanku datang ke kota ini, tentunya kami tidak berharap kami harus pulang mendadak ke Jakarta karena kondisi yang menyedihkan dan memaksa kami pulang sesegera mungkin.



Tuhan,
Aku berdoa untuk seluruh anggota keluargaku,
Saudara-saudaraku,
Juga teman-temanku,
Dimanapun mereka berada,
Jauhkanlah dan lindungilah mereka,
dari segala marabahaya dan sakit berat.
Aku mohon dengarkanlah doaku ya Tuhan.
Amin.



GreyS

4 comments:

Vien said...

auhh.. congratz grey. pepatah cina pernah mengatakan, jarak menghasilkan indah * susah translate ke indo heheh * 距离产生美..ayo cari artinya itu gih ^^...

iyaaa..kadang takdir tuhan memang kejam.. yang penting jangan sampe akhir hayat hidup yang ada hanya penyesalan :)...itu nurut gua hehe

Hutan Hujan said...

amiiiiin 3x

Me ... said...

efek samping jarak jauh --> hati jadi deket :)

Jo said...

Untuk keluarga kita semua, semoga selalu ada dalam lindungan Tuhan. Amin.